ID EN

Mourinho Menang di Laga Pertama Setelah Kembali ke Madrid, Pekerjaan Besar Menanti

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:00

Penulis: Rojes Saragih

Pelatih asal Portugal Jose Mourinho
Pelatih asal Portugal Jose Mourinho.. Foto: Wikimedia

Jakarta, 23/8/2026 (ITSMe) - Jose Mourinho mengawali periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid dengan kemenangan dramatis. Los Blancos mengalahkan Espanyol 2-1 pada pekan kedua LaLiga di RCDE Stadium, Barcelona, Minggu (23/8/2026) dini hari WIB.

Kemenangan itu ditentukan Carlos Espi pada menit ke-90. Sebelumnya, Jude Bellingham membawa Madrid unggul pada menit kesembilan sebelum Alex Calatrava menyamakan kedudukan untuk Espanyol pada menit ke-30.

Bagi Mourinho, pertandingan ini sekaligus menandai comeback setelah lebih dari 13 tahun meninggalkan Madrid. Ia terakhir menangani Los Blancos pada 2013.

Madrid langsung menunjukkan ambisi sejak awal. Mourinho menempatkan Bellingham sebagai gelandang serang di belakang Kylian Mbappe, sementara Vinicius Junior bergerak dari sisi kiri.

Taktik itu langsung memberikan hasil. Pada menit kesembilan, Arda Guler mengirimkan umpan silang dari situasi bola mati yang disambut sundulan Bellingham untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Intensitas Madrid menurun dan Espanyol mulai berani keluar dari tekanan.

Tuan rumah akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-30. Javi Hernandez mengirimkan bola ke area penalti dan Alex Calatrava menyelesaikannya untuk menaklukkan Thibaut Courtois.

Espanyol bahkan sempat terlihat lebih berbahaya menjelang turun minum. Madrid memiliki peluang melalui Mbappe, tetapi Marko Dmitrovic mampu menggagalkannya.

Selepas jeda, Madrid kembali mencoba mengambil kendali. Bellingham hampir mencetak gol keduanya setelah sundulannya dari sepak pojok Guler membentur mistar usai ditepis Dmitrovic.

Federico Valverde kemudian juga nyaris membawa Madrid kembali unggul pada menit ke-78. Namun, tembakannya yang mengenai pemain Espanyol justru membentur sisi luar tiang.

Mourinho kemudian melakukan perubahan untuk meningkatkan daya gedor. Marc Cucurella dan Yan Diomande masuk pada menit ke-64, sebelum Eduardo Camavinga, Trent Alexander-Arnold, dan Espi dimainkan pada menit ke-80.

Keputusan itu akhirnya menjadi pembeda.

Espi, penyerang 21 tahun yang baru didatangkan dari Levante, memanfaatkan situasi bola liar setelah Mbappe kehilangan penguasaan di dalam kotak penalti. Ia bergerak cepat, mengecoh Dmitrovic, lalu melepaskan tembakan ke gawang kosong pada menit ke-90.

Gol itu menyelamatkan Madrid dari hasil imbang sekaligus memberikan tiga poin penting bagi Mourinho dalam pertandingan kompetitif pertamanya setelah kembali ke Santiago Bernabeu.

Menariknya, kemenangan Madrid tidak datang dengan dominasi penuh. Mourinho sendiri mengakui hal itu setelah pertandingan.

Menurut pelatih asal Portugal itu, Madrid memang pantas menang, tetapi Espanyol juga tidak pantas pulang tanpa hasil.

Espanyol memang datang dengan kepercayaan diri. Sebelum menghadapi Madrid, mereka menang 3-0 atas Levante pada laga pembuka, dengan Tyrhys Dolan ikut mencetak gol. Winger Inggris itu bahkan menegaskan bahwa Espanyol tidak akan mengubah pendekatan hanya karena menghadapi Madrid dan Mourinho.

Dolan juga mengingatkan bahwa Madrid akan menghukum setiap kesalahan. Pertandingan kemudian membuktikan pernyataan tersebut, meski pada akhirnya justru Espanyol yang lebih dulu membuat Madrid kesulitan.

Bagi Mourinho, tiga poin menjadi awal yang ideal. Namun, pertandingan di Barcelona juga memperlihatkan pekerjaan besar yang masih harus diselesaikan.

Madrid memiliki Bellingham, Mbappe dan Vinícius sebagai trio bintang di lini depan, tetapi menemukan keseimbangan di antara ketiganya jelas tidak cukup dilakukan hanya dalam satu pertandingan.

Kemenangan atas Espanyol memberi Mourinho waktu dan kepercayaan diri. Namun, jika Madrid ingin kembali menjadi penantang utama gelar, performa seperti ini tidak akan selalu cukup.

Untuk sementara, Mourinho bisa menikmati kemenangan comeback-nya. Dan malam itu, pemain yang menyelamatkannya justru bukan salah satu bintang besar Madrid, melainkan Espi, pemain muda yang baru masuk lapangan 10 menit sebelumnya.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!