ID EN

Timnas Indonesia vs Malaysia 0-0, Drama Thom Haye dan Gemuruh Lautan Merah Putih

Selasa, 29 September 2026 | 14:42

Penulis: Rojes Saragih

Jakarta - Lautan Merah Putih memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, saat Timnas Indonesia menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (28/9/2026) malam WIB.

Puluhan ribu suporter Garuda datang sejak sebelum pertandingan. Mengenakan atribut merah putih, membawa bendera, dan menyanyikan chant secara bergantian, mereka menciptakan atmosfer yang membuat SUGBK bergemuruh bahkan sebelum kick-off.

Hingga siang hari sebelum pertandingan, sekitar 56 ribu tiket Indonesia Vs Malaysia telah terjual. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan pertandingan Indonesia menghadapi Singapura yang dihadiri sekitar 38.702 penonton.

Reporter ITSMe Syafira menyaksikan langsung laga Indonesia Vs Malaysia sekaligus merekam antusiasme penonton dari area luar hingga ke dalam SUGBK.

Antusiasme terlihat dari para suporter yang datang bersama teman, keluarga, bahkan dari luar kota. Bagi mereka, pertandingan Indonesia vs Malaysia bukan sekadar pertandingan Sepak Bola, tetapi juga bagian dari rivalitas dua negara serumpun.

Memasuki stadion, atmosfer semakin terasa.

Tribun Utara menjadi basis La Grande Indonesia, sementara Tribun Selatan diisi Ultras Garuda. Chant dari kedua tribun terdengar bersahut-sahutan, diselingi suara gendang, teriakan, kibaran bendera Merah Putih, dan koreografi.

SUGBK benar-benar berubah menjadi lautan Merah Putih.

Di tengah kemeriahan tersebut, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Indonesia langsung mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal.

Baru empat menit pertandingan berjalan, Justin Hubner sempat membobol gawang Malaysia setelah terjadi kemelut di depan gawang.

Namun, gol tersebut dianulir wasit Ko Hyung-jin karena terdapat pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Malaysia kemudian memberikan tekanan melalui Arif Aiman. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi Maarten Paes mampu menggagalkan ancaman yang mengarah ke gawang Indonesia.

Jual beli serangan terus berlangsung hingga pertandingan memasuki menit ke-36.

Drama kemudian terjadi.

Thom Haye mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Arif Aiman. Namun, setelah wasit meninjau insiden tersebut melalui VAR, keputusan berubah.

Kartu kuning Haye diganti menjadi Kartu Merah.

Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37.

Situasi tersebut membuat Malaysia semakin berani menekan. Indonesia dipaksa bermain lebih dalam dan mengandalkan pertahanan serta serangan balik untuk mencari peluang.

Meski kehilangan satu pemain, Indonesia masih sempat memberikan ancaman sebelum turun minum. Dean James melakukan penetrasi dari sisi kiri, tetapi tembakannya masih mampu ditepis kiper Malaysia, Syihan Hazmi.

Memasuki babak kedua, tekanan Malaysia semakin meningkat.

Malaysia lebih banyak menguasai bola dan berusaha membongkar pertahanan Indonesia. Namun, lini belakang Garuda tampil disiplin dan terus memutus serangan yang datang.

Paulo Josue juga sempat memberikan ancaman melalui sundulan pada menit ke-63. Namun, bola masih melambung tipis di atas gawang Maarten Paes.

Paes kemudian menjadi salah satu pemain penting Indonesia dalam menjaga gawang tetap bersih. Beberapa peluang Malaysia berhasil diamankan hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.

Di lapangan, Indonesia terus bertahan.

Di tribun, dukungan tidak pernah berhenti.

La Grande Indonesia dan Ultras Garuda tetap menyanyikan chant untuk memberikan energi kepada para pemain. Bahkan setelah Indonesia kehilangan Thom Haye, suara dari tribun justru tetap bergemuruh.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol yang tercipta.

Indonesia dan Malaysia harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0.

Hasil tersebut membuat Malaysia tetap memimpin Grup A dengan empat poin. Indonesia juga mengoleksi empat poin dan berada di posisi kedua karena kalah selisih gol.

Indonesia selanjutnya menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A, Kamis (1/10/2026). Malaysia akan menghadapi Singapura.

Bagi Garuda, skor 0-0 tentu bukan hasil yang diharapkan setelah bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri.

Namun, perjuangan mempertahankan satu poin setelah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-36 menjadi cerita tersendiri dari derbi Indonesia vs Malaysia.

Malam itu, Garuda memang tidak mencetak gol.

Tetapi dari luar stadion hingga Tribun Utara dan Selatan, Merah Putih terus berkibar. Dukungan puluhan ribu suporter menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita Derbi Serumpun di SUGBK.