ID EN

9-2! Indonesia Mengamuk, Singkirkan Malaysia & Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 | 12:45

Penulis: Rojes Saragih

Jakarta -  Hujan deras mengguyur Jakarta menjelang pertandingan. Langit di atas Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), terlihat gelap. Namun, satu per satu suporter tetap berdatangan untuk menyaksikan langsung perjuangan Timnas Indonesia.

Malam itu, Garuda tidak hanya membutuhkan kemenangan. Indonesia juga harus mencetak gol sebanyak mungkin.

Sebab, di waktu yang sama, Malaysia menghadapi Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Kedua pertandingan dimainkan bersamaan dan hasilnya akan menentukan siapa yang berhak finis di puncak Grup A.

Sebelum laga dimulai, Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin. Singapura berada di posisi berikutnya dengan tiga poin.

Artinya, persaingan bukan hanya soal menang atau kalah. Jumlah gol bisa menjadi pembeda.

Dan inilah yang kemudian membuat pertandingan di Jakarta berubah menjadi drama perburuan gol.

Tim ITSMe bersama Reporter Syafira meliput langsung pertandingan ini serta merasakan drama dan kemeriahan yang terjadi di sekitar hingga di dalam stadion.

Hujan, Suporter, dan Tekanan Besar


Hujan deras sempat mengguyur kawasan GBK menjelang pertandingan. Tim ITSMe bahkan sempat berteduh sebelum melanjutkan perjalanan menuju stadion.

Namun, hujan tidak menyurutkan langkah para suporter.

Dari berbagai daerah, mereka datang membawa atribut merah putih dan satu harapan: melihat Garuda melaju ke final.

Begitu pertandingan dimulai, Indonesia langsung bermain agresif.

Menit ke-11, Mitchell Baker membuka keunggulan setelah menerima umpan Ole Romeny.

Baker kembali mencetak gol pada menit ke-20. Rizky Ridho kemudian menambah keunggulan pada menit ke-32.

Bangladesh sempat memperkecil skor melalui Shahriar Emon, tetapi Baker kembali mencetak dua gol pada menit ke-37 dan 42.

Menjelang turun minum, Justin Hubner menutup babak pertama dengan gol keenam Indonesia.

Indonesia 6-1 Bangladesh.

Namun, perhatian tidak hanya tertuju ke GBK.

Di Bandung, Malaysia juga terus mencetak gol.

Saat Indonesia unggul 6-1, Malaysia baru memimpin 2-0 atas Singapura. Untuk sementara, posisi Indonesia masih sangat menguntungkan.

Tetapi pertandingan belum selesai.

Malaysia Mulai Mengejar


Memasuki babak kedua, Indonesia kesulitan menambah gol. Beberapa peluang berhasil digagalkan kiper Bangladesh.

Situasi berbeda terjadi di Bandung.

Malaysia terus menekan Singapura dan gol demi gol mulai tercipta.

Malaysia menambah empat gol sepanjang babak kedua dan akhirnya menang telak 6-0.

Bergson Da Silva mencetak hat-trick, sementara Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Muhamad Syahir Bashah masing-masing menyumbang satu gol.

Kini situasinya berubah.

Malaysia sudah mencetak enam gol.

Indonesia baru unggul 6-1.

Garuda harus terus memburu gol.

Drama Memasuki Menit-Menit Akhir


Menit ke-90, Indonesia akhirnya mencetak gol ketujuh melalui Luke Vickery.

Namun, hanya satu menit kemudian Bangladesh membalas lewat Farhaan Ali Wahid.

Skor menjadi 7-2.

Dan di sinilah drama sebenarnya dimulai.

Malaysia sudah menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 6-0. Indonesia mengetahui bahwa mereka membutuhkan dua gol tambahan untuk melewati Malaysia dalam jumlah gol yang dicetak.

Tekanan semakin besar.

Waktu terus berjalan.

GBK menunggu.

Para pemain Garuda terus menyerang.

Kemudian, pada menit ke-90+6, Kevin Diks mencetak gol.

8-2.

Satu gol lagi.

Hanya beberapa saat kemudian, Mitchell Baker kembali mencetak gol.

9-2!

GBK meledak.

Gol kelima Baker dalam pertandingan tersebut bukan sekadar melengkapi penampilan luar biasanya. Gol itu menjadi penentu yang membawa Indonesia melewati Malaysia dalam perburuan puncak Grup A.

Peluit panjang akhirnya berbunyi.

Indonesia menang 9-2.

Indonesia Unggul Produktivitas Gol


Drama di Jakarta dan Bandung menghasilkan klasemen yang sangat ketat.

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri fase grup dengan tujuh poin dan selisih gol +9.

Namun, Indonesia mencetak lebih banyak gol sepanjang fase grup.

Garuda mengoleksi 11 gol, sedangkan Malaysia mencetak 9 gol.

Perbedaan dua gol itulah yang akhirnya mengantar Indonesia ke puncak Grup A dan memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Dengan kata lain, dua gol yang lahir dari kaki Kevin Diks dan Mitchell Baker pada masa tambahan waktu bukan sekadar gol penutup pertandingan.

Keduanya adalah gol yang mengubah posisi Indonesia dari pengejar menjadi pemuncak grup.

Dari Hujan hingga Dua Gol Penentu


Malam di GBK akhirnya menjadi sebuah cerita tentang ketekunan.

Dari hujan yang mengguyur Jakarta, suporter yang tetap datang, aksi hening mengenang Tragedi Kanjuruhan, hingga sembilan gol yang tercipta di lapangan.

Tetapi yang paling dramatis adalah bagaimana Indonesia harus terus mengejar gol karena di Bandung Malaysia juga sedang berpesta.

Garuda tidak boleh berhenti.

Dan ketika waktu hampir habis, dua gol pada masa tambahan waktu mengubah segalanya.

Indonesia ke final. Malaysia harus puas berada di posisi kedua.

Kini Thailand sudah menunggu di partai puncak.

Perjuangan di fase grup telah selesai.

Namun, bagi Garuda, satu pertandingan terbesar masih tersisa.

Satu laga lagi untuk memperjuangkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Dari GBK, Jakarta, Tim ITSMe bersama Reporter Syafira meliput langsung pertandingan ini dan merasakan dari dekat drama, emosi, serta kemeriahan yang mengiringi perjuangan Garuda menuju final.