Tom Kim Pimpin Golf Asian Games, Emas Bisa Bebaskan dari Wajib Militer Korsel
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:00
Penulis: Arif S

Pegolf Korea Selatan Tom Kim tidak sekadar mengejar Medali Emas di Asian Games. Bagi Kim, emas di Kasugai Country Club, Jepang, juga bisa menjadi jalan untuk menghindari kewajiban menjalani dinas militer selama berbulan-bulan dan menjaga lajunya di panggung golf profesional.
Peluang itu semakin terbuka setelah Kim tampil impresif pada putaran ketiga nomor individu putra. Memulai hari dengan tertinggal dua pukulan dari pemuncak Klasemen, ia meledak dengan skor 5 under 65 setelah menghasilkan lima birdie dan satu eagle.
Penampilan itu membawa Kim ke posisi teratas dengan total 12 under par. Ia kini unggul satu pukulan atas para pesaingnya dengan satu putaran tersisa untuk menentukan peraih medali emas.
BACA JUGA
Hideki Matsuyama Menutup Musim dengan Gelar Hero World Challenge Lewat Drama Playoff
Laba Bersih GOLF Tumbuh 22,7% di Q3-2025, Didorong Kinerja Operasional Golf dan Efisiensi Biaya
Luxury on the Green, Eksplorasi 5 Lapangan Golf Paling Eksklusif di Jabodetabek
Bagi atlet Korea Selatan, medali Asian Games memiliki arti khusus di luar podium. Pria Korea Selatan yang memenuhi syarat wajib militer umumnya harus menjalani masa dinas 18 hingga 21 bulan sebelum berusia 28 tahun.
Peraih emas Asian Games dan peraih medali Olimpiade, apa pun warnanya, mendapatkan pengecualian dari dinas reguler itu. Mereka tetap diwajibkan menjalani pelatihan dasar dengan durasi kurang dari satu bulan.
Son Heung-min menjadi salah satu contoh paling terkenal. Mantan penyerang Tottenham Hotspur itu hanya menjalani pelatihan selama tiga pekan pada 2020 setelah sebelumnya membantu Korea Selatan meraih emas Asian Games 2018.
Kim berada dalam posisi untuk mengikuti jejak Son. Perjuangannya terasa semakin besar karena persiapan menuju Asian Games cukup melelahkan karena harus terbang cepat dari Presidents Cup di Amerika Serikat menuju Jepang.
Kim hanya memiliki waktu tidur sekitar enam jam dan harus menghadapi perbedaan waktu 14 jam. Namun, kondisi itu tidak menghentikan pegolf berusia 24 tahun untuk menghasilkan putaran terbaiknya sejauh ini.
Kesempatan mendapatkan keringanan wajib militer pernah terbuka bagi Kim pada Olimpiade Paris 2024. Ia mengawali turnamen dengan berada di posisi tiga bersama, tetapi akhirnya harus puas finis di urutan kedelapan.
Hasil itu meninggalkan emosi mendalam bagi Kim. Kesempatan serupa datang kembali di Asian Games, ketika Kim sedang berusaha menjaga karier yang sudah menghasilkan satu gelar order of merit Asian Tour dan empat kemenangan di PGA Tour.
Posisi puncak klasemen bahkan bisa lebih nyaman seandainya Kim berhasil memasukkan peluang birdie di hole ke-14 dan ke-18. Meski demikian, ia tetap berada di depan Wang Wei-hsuan dari Taiwan dan Kazuki Higa dari Jepang menuju putaran terakhir.
Bukan hanya nomor individu yang bisa membawa Kim mendapatkan pengecualian. Korea Selatan masih memimpin klasemen nomor beregu putra dengan keunggulan satu pukulan.
Jika Korea Selatan meraih emas beregu, Tom Kim dan rekannya berusia 28 tahun, SH Kim akan mendapatkan pengecualian dari dinas militer terlepas dari hasil mereka pada nomor individu.
Hasil itu tidak lagi mengubah situasi Mun Do-yeob karena anggota tim ketiga Korea Selatan sudah menjalani dinas.
Tekanan dirasakan SH Kim. Ia mengakui kemungkinan harus menjalani dinas militer menjadi beban tersendiri, terutama karena kariernya masih berjalan di PGA Tour.
"Saya memikirkannya. Itu sangat berat," kata SH Kim mengenai kemungkinan menjalani dinas militer, ujar SH Kim dikutip dari BBC.
"Saya 100 persen gugup, tentu saja. Tekanannya sangat besar. Saya bisa tetap bermain di PGA Tour jika meraih emas. Itu tujuan saya."
Satu putaran terakhir menjadi panggung penentuan bagi Tom Kim. Satu kemenangan lagi bukan hanya akan memberinya medali emas Asian Games, tetapi juga membuka jalan agar karier profesionalnya terus berjalan tanpa jeda panjang akibat kewajiban dinas militer.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!