Turis Australia Tuntut Ganti Rugi Rp45,3 Miliar Setelah Jatuh dari Jembatan Shichizai
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 15:00
Penulis: Arif S

Jembatan Shichizai di Hakodate, Jepang, selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan sekaligus berfoto. Namun, destinasi itu kini menjadi bagian dari gugatan hukum setelah seorang turis Australia menuntut ganti rugi 400 juta yen atau sekitar Rp45,3 miliar akibat Kecelakaan yang dialaminya pada Mei 2025.
Gugatan terhadap Kota Hakodate, Prefektur Hokkaido diajukan pada 1 Oktober 2026. Turis Australia berusia 66 tahun itu menilai pagar Jembatan Shichizai terlalu rendah dan berbahaya sehingga berkontribusi terhadap Kecelakaan yang dialaminya.
Menurut laporan News on Japan, 2 Oktober 2026, turis itu terpeleset kemudian jatuh dari jembatan. Akibat kecelakaan itu, ia mengalami Cedera tulang belakang parah hingga menyebabkan kelumpuhan pada kedua lengan dan kakinya.
BACA JUGA
Wisata Jepang Makin Ramai Tapi Traveler Mulai Tinggalkan Rute Tokyo–Kyoto
Liburan ke Jepang Makin Digital, Turis Harus Isi Data Sebelum Berangkat
Sade Mulai Bangkit, Kemenpar Beri Bantuan Modal Kerja UMKM hingga Promosi Wisata
Persoalan utama dalam gugatan berkaitan dengan tinggi pagar jembatan. Pagar Jembatan Shichizai disebut hanya memiliki ketinggian sekitar 56 sentimeter, jauh di bawah standar 110 sentimeter yang ditetapkan pemerintah nasional Jepang.
Pihak penggugat berpendapat kondisi itu menunjukkan pengelolaan dan pemeliharaan jembatan belum memadai. Kondisi pagar dinilai turut berperan dalam terjadinya kecelakaan dan mengakibatkan korban mengalami Cedera serius.
Turis itu meminta kompensasi sebesar 400 juta yen atau sekitar Rp45,3 miliar. Besarnya tuntutan mencerminkan dampak kecelakaan terhadap kondisi fisik dan kehidupan korban setelah kejadian.
Pemerintah Kota Hakodate belum memberikan tanggapan mengenai gugatan itu dengan menyatakan belum menerima pengaduan terkait perkara itu.
Di luar persoalan hukum, Jembatan Shichizai merupakan bagian dari kawasan wisata populer Hakodate. Jembatan itu berada tidak jauh dari Kanemori Red Brick Warehouse, Kawasan Bersejarah sekaligus salah satu tempat favorit wisatawan.
Lokasinya menawarkan pemandangan Gudang tua, kawasan pelabuhan dan perbukitan Hakodate. Arsitektur jembatan dan suasana sekitarnya memperkuat lokasi ini sebagai salah satu tempat fotografi populer.
Hakodate memiliki sejarah geografis dan budaya panjang. Berdasarkan informasi Hakodate Travel, kawasan itu terbentuk dari pulau hasil aktivitas vulkanik pada masa lampau, kemudian terhubung dengan semenanjung melalui gundukan pasir yang terbentuk sekitar 3.000 tahun lalu.
Bentang alam itu kemudian menjadi bagian dari perkembangan kota. Sejumlah situs arkeologi Jomon juga masih ditemukan di Hakodate, termasuk kawasan Minamikayabe dengan patung tanah liat berongga dan telah ditetapkan sebagai harta nasional Jepang.
Hakodate berkembang menjadi Kota Wisata modern setelah Perang Dunia II. Salah satu daya tarik terkenalnya adalah Gunung Hakodate, dengan layanan kereta gantung yang mulai beroperasi pada 1958.
Dari atas Gunung Hakodate, wisatawan dapat menikmati panorama malam kota, salah satu daya tarik utama Hakodate. Kota ini bahkan dikenal sebagai salah satu lokasi dengan pemandangan malam terkenal di dunia.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!