ID EN

120 Menit Penuh Drama! Elkan Baggott Selamatkan Indonesia, Emil Audero Kunci Gelar

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:06

Penulis: Rojes Saragih

Jakarta - Final FIFA ASEAN CUP 2026 antara Indonesia dan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam, berakhir dengan drama yang sulit dilupakan.

Setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit, Indonesia akhirnya mengalahkan Thailand 4-2 melalui adu penalti dan menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup.

Namun, kisah malam bersejarah itu sudah dimulai sejak beberapa jam sebelum pertandingan.

Lautan Merah di GBK


Sejak sore, kawasan Gelora Bung Karno dipenuhi suporter. Sebanyak 67.000 tiket final terjual habis, membuat SUGBK penuh untuk menyaksikan pertarungan dua raksasa Asia Tenggara tersebut.

Antusiasme itu juga dirasakan langsung oleh reporter ITSMe Syafira bersama tim, yang meliput dari SUGBK sejak sebelum pertandingan. Selain mengikuti jalannya laga, tim ITSMe menyaksikan dan merekam langsung kemeriahan suporter, mewawancarai pendukung sebelum pertandingan hingga mengikuti suasana setelah Indonesia memastikan gelar.

Di dalam stadion, atmosfer semakin panas ketika closing ceremony berlangsung. Lampu diredupkan, musik mengalun, koreografi suporter terbentang, sebelum perhatian akhirnya beralih kepada 22 pemain yang bersiap memperebutkan trofi.

45 Menit Pertama Tanpa Gol


Indonesia tampil lebih berani dalam penguasaan bola, sedangkan Thailand memilih bertahan dan menunggu kesempatan melalui serangan balik.

Mitch Baker dan Calvin Verdonk sempat mengancam, tetapi tembakan mereka belum menemukan sasaran. Hingga babak pertama berakhir, skor masih 0-0.

Dari tribun, Ultras Garuda dan La Grande Indonesia tidak berhenti memberikan dukungan. Nyanyian dan koreografi terus mengiringi perjuangan Garuda.

Saat jeda, tim ITSMe kembali keluar stadion untuk mendengar langsung reaksi para suporter. Optimisme masih terasa kuat, meski 45 menit pertama belum menghasilkan gol.

Dean James Buka Keunggulan


Memasuki babak kedua, John Herdman melakukan perubahan dengan memasukkan Dean James menggantikan Thom Haye. Pertandingan kemudian semakin terbuka.

Thailand harus bermain dengan 10 pemain setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua. Hanya beberapa saat kemudian, Indonesia mendapatkan tendangan bebas di tepi kotak penalti.

Dean James mengambilnya.

Tendangannya mengenai Iklas Sanron sebelum bola berubah arah dan masuk ke gawang Thailand pada menit ke-84.

Indonesia 1-0 Thailand.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Tiga menit kemudian, Iklas Sanron membalas melalui tendangan voli setelah menerima umpan silang Seksan Ratree.

Skor menjadi 1-1 dan bertahan hingga 90 menit. Final pun harus memasuki babak tambahan.

Elkan Baggott Menyelamatkan Indonesia


Memasuki extra time, Thailand yang bermain dengan 10 pemain justru kembali membuat kejutan.

Pada menit ke-111, Anan Yodsangwal merebut bola dari Elkan Baggott dan meneruskannya kepada Peeradol Chamrasamee. Sang gelandang kemudian menaklukkan Emil Audero dan membawa Thailand unggul 2-1.

Indonesia berada di ujung kekalahan.

Tetapi Garuda belum menyerah.

Lima menit kemudian, Rizky Ridho mengirimkan bola ke area pertahanan Thailand. Elkan Baggott datang dan melepaskan tembakan yang membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang.

GOOOL! Indonesia 2-2 Thailand.

SUGBK kembali meledak.

Gol Baggott pada menit ke-116 menghidupkan kembali harapan Indonesia. Empat menit terakhir berlangsung dalam tekanan tinggi, tetapi skor tidak berubah hingga 120 menit selesai.

Trofi harus ditentukan melalui adu penalti.

Emil Audero Jadi Pahlawan


Indonesia tampil sempurna dari titik putih.

Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama semuanya berhasil mencetak gol.

Thailand kehilangan dua kesempatan. Sarach Yooyen gagal setelah tendangannya membentur tiang, sementara eksekusi Nattapong Sayriya berhasil ditepis Emil Audero.

Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti.

Audero menjadi penentu terakhir, sementara empat eksekutor Indonesia menyelesaikan tugas mereka dengan sempurna.

Tangis dan kegembiraan langsung pecah di lapangan. Para pemain berpelukan, suporter bersorak, dan John Herdman merayakan kemenangan bersama timnya.

Trofi Bersejarah


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung pertandingan dari SUGBK. Setelah Indonesia memastikan kemenangan, Prabowo bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Indonesia, Kevin Diks. Prabowo kemudian ikut merayakan keberhasilan tersebut bersama para pemain di podium.

Bagi ITSMe, cerita malam itu belum berakhir.

Setelah pesta di lapangan, Syafira dan tim melanjutkan liputan ke area mixed zone untuk mendapatkan reaksi langsung para pemain. Wawancara dengan Jordi Amat, Shayne Pattynama dan Calvin Verdonk menjadi bagian penting dari cerita tentang bagaimana para pemain merasakan Kemenangan Bersejarah tersebut.

Indonesia akhirnya menutup malam panjang itu dengan sebuah pencapaian besar.

Garuda tidak hanya menjadi juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup, tetapi juga mengakhiri penantian sekitar 10 tahun dan delapan pertandingan tanpa kemenangan atas Thailand. FIFA mencatat bahwa Indonesia akhirnya memutus catatan tersebut di panggung paling penting.

Dan yang membuatnya semakin istimewa, gelar ini menjadi trofi internasional pertama Indonesia di luar medali emas SEA Games.

Final yang dimulai dengan harapan berakhir dengan sejarah.

120 menit penuh drama, empat penalti sempurna, satu penyelamatan Emil Audero, dan satu trofi untuk Indonesia.

Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026.