ID EN

Skandal Manipulasi Pertandingan Piala AFF 2026, Pemain Timnas Laos Ditangkap

Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:41

Penulis: Arif S

Ilustrasi sepak bola
Ilustrasi sepak bola.. Foto: Canva

Sepak Bola Asia Tenggara kembali diterpa dugaan skandal pengaturan skor. Pemain Timnas Laos, Soukphachan Lueanthala dilaporkan telah ditangkap terkait dugaan manipulasi pertandingan pada ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF. Penangkapan ini menyusul penyelidikan mengenai penyuapan dan perjudian ilegal yang melibatkan sebuah sindikat taruhan.

Laporan The Guardian pada Kamis 8 Oktober menyebutkan, winger Timnas Laos diduga terlibat dalam operasi pengaturan pertandingan yang diyakini dijalankan sindikat perjudian asal Vietnam. Lueanthala juga dituduh berperan sebagai penghubung sekaligus memberikan arahan kepada pemain lain dalam operasi itu.

Kasus ini bermula dari penyelidikan Federasi Sepak Bola Laos (LFF) atas dugaan manipulasi pertandingan yang melibatkan sejumlah pemain tim nasional. Federasi kemudian menyerahkan hasilnya kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Menurut laporan itu, Lueanthala ditangkap setelah sejumlah pemain Laos menjalani pemeriksaan polisi sekembalinya dari pertandingan terakhir fase grup melawan Myanmar pada awal Agustus.

Meski demikian, penangkapan pemain yang memperkuat klub lokal Salavan United belum dikonfirmasi secara resmi LFF maupun kepolisian Laos. Berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui kasus itu, Lueanthala saat ini berada dalam tahanan.

Kekalahan Telak Laos Memicu Kecurigaan

Dugaan pengaturan skor mencuat setelah Laos menjalani fase grup ASEAN Championship 2026 dengan hasil mengecewakan. Mereka menelan empat kekalahan, termasuk sejumlah hasil dengan selisih gol besar.

Laos kalah 0-5 dari Thailand dan 0-4 dari Malaysia. Mereka kemudian menyerah 1-4 kepada Filipina sebelum menutup fase grup dengan kekalahan 2-7 dari Myanmar.

Rentetan hasil itu memicu perhatian terhadap performa tim. Namun, rentetan kekalahan itu tidak membuktikan adanya pengaturan skor. Dugaan keterlibatan pemain menjadi bagian dari penyelidikan terpisah yang telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.

The Guardian melaporkan LFF telah membuka penyelidikan pada 7 Agustus sebelum melaporkan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan kepada kepolisian.

Seorang sumber yang memahami perkara itu menyebut Lueanthala diduga tidak hanya terlibat secara pribadi, tetapi juga membantu mengoordinasikan sejumlah pihak dalam melakukan operasi.

Hingga kini, rincian lengkap mengenai pertandingan yang diduga dimanipulasi maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain belum diungkap secara resmi.

Bukan Kasus Pertama di Sepak Bola Laos

Dugaan terbaru ini menambah catatan kelam sepak bola Laos terkait persoalan pengaturan pertandingan. 

Pada 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa. Ia dinyatakan bersalah terlibat dalam upaya memanipulasi pertandingan internasional Laos melawan Hong Kong pada 2017.

Kasus di masa lalu itu menunjukkan persoalan integritas pertandingan pernah menjadi masalah serius di sepak bola Laos. Kini, munculnya dugaan baru kembali menempatkan tata kelola dan perlindungan pemain dalam sorotan.

Seorang narasumber yang memahami sepak bola Laos menilai persoalan finansial pemain turut memicu sebagian dari mereka rentan terhadap praktik semacam itu.

“Sampai tahun lalu, mereka mendapatkan 10 dolar AS per hari ketika bergabung dengan tim nasional,” ungkap sumber itu.

Narasumber itu mengklaim pernah ada pemain yang mengaku mengatur tiga pertandingan dengan bayaran masing-masing 10.000 dolar AS. Klaim itu belum menjadi bukti, seluruh pemain atau pertandingan Laos terlibat dalam praktik manipulasi.

Menurut sumber yang sama, persoalan tersebut menjadi semakin menyedihkan karena Laos sebenarnya memiliki potensi pemain untuk berkembang lebih jauh.

“Ada begitu banyak bakat,” katanya.

Kondisi finansial dan dugaan praktik pengaturan pertandingan menjadi dua persoalan berbeda, tetapi keduanya memperlihatkan tantangan dalam membangun lingkungan sepak bola yang sehat. 

Dukungan terhadap pemain, pengawasan kuat, dan penegakan aturan menjadi bagian penting agar Hasil Pertandingan tetap ditentukan kemampuan di lapangan.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!