ID EN

Vincenzo Montella Dipecat Turki, Dinilai Gagal di Piala Dunia 2026 dan Nations League

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:30

Penulis: Arif S

Pelatih asal Italia, Vincenco Montella
Arsip - Pelatih asal Italia, Vincenco Montella.. Foto: Wikimedia Commons

Pelatih asal Italia, Vincenzo Montella resmi kehilangan jabatannya sebagai pelatih tim nasional Turki setelah Federasi Sepak Bola Turki (TFF) memutuskan mengakhiri kerja sama pada Jumat 9 Oktober 2026. Keputusan itu menjadi konsekuensi dari rentetan hasil buruk Turki di UEFA Nations League 2026/27.

Turki terancam terdegradasi ke Liga B setelah mengalami empat kekalahan beruntun.  

"Sudah diputuskan kami tidak akan melanjutkan kerja sama dengan pelatih," tulis TFF di akun resmi X-nya pada Jumat.

Kekalahan 1-3 dari Italia pada 6 Oktober menjadi hasil negatif terbaru sekaligus memperpanjang periode sulit Turki. 

Sebelumnya, mereka juga tumbang dari Italia serta dikalahkan Prancis dan Belgia. Hasil itu menjadi empat kekalahan beruntun dalam pertandingan kompetitif pertama Turki dalam 38 tahun. 

Bagi Montella, hasil itu menjadi akhir dari perjalanan yang sempat menghadirkan optimisme besar. 

Ketika ditunjuk pada September 2023, pelatih berusia 52 tahun membawa harapan baru bagi Turki. 

Namun, setelah sejumlah pencapaian penting, performa timnya merosot pada 2026 dan akhirnya federasi mengambil keputusan tegas.

Empat Kekalahan Beruntun Turki di UEFA Nations League

Situasi Turki di Grup A1 UEFA Nations League 2026/27 semakin sulit setelah mereka gagal meraih satu pun kemenangan dalam empat pertandingan. 

Posisi di dasar klasemen terancam menghilangkan peluang Turki bertahan di Liga A, dengan dua laga tersisa melawan Belgia dan Prancis pada November.

Turki dijadwalkan menjamu Belgia pada 12 November sebelum bertandang ke markas Prancis tiga hari kemudian. 

Kedua laga itu semula menjadi kesempatan bagi Montella untuk memperbaiki keadaan, tetapi pemecatan ini memastikan dirinya tidak lagi memimpin tim dalam upaya menghindari degradasi.

Kegagalan terasa semakin menyakitkan karena Turki memiliki sejumlah pemain berkualitas di berbagai posisi. 

Arda Guler (Real Madrid), Hakan Calhanoglu (Inter Milan), dan Kenan Yildiz (Juventus) menjadi bagian dari skuad yang diharapkan mampu bersaing dengan tim kuat Eropa.

Namun, kualitas individu tidak cukup untuk menyelamatkan Turki dari periode sulit. Empat kekalahan beruntun menunjukkan tim gagal menjaga konsistensi ketika menghadapi lawan dengan kualitas tinggi. 

Kegagalan di Piala Dunia 2026 Ikut Membebani Montella

Keputusan memecat Montella tidak dapat dilepaskan dari penampilan mengecewakan Turki di Piala Dunia 2026. 

Setelah kembali bermain di turnamen empat tahunan untuk pertama kalinya sejak 2002, Turki gagal melewati fase grup dan menjadi salah satu tim pertama yang tersingkir.

Kekalahan 0-1 dari Paraguay, meski lawan bermain dengan 10 orang, dan hasil 0-2 melawan Australia pada pertandingan pembuka memberi tekanan besar kepada Montella. Kemenangan 3-2 atas Amerika Serikat pada pertandingan terakhir belum cukup untuk mengubah nasib Turki di Grup D.

Hasil Piala Dunia berbanding terbalik dengan harapan publik sebelum turnamen. Turki datang dengan modal skuad dipenuhi pemain muda berbakat dan sejumlah nama berpengalaman di klub besar Eropa. Namun, mereka gagal menunjukkan konsistensi untuk melangkah ke fase gugur.

Kegagalan di Piala Dunia kemudian berlanjut ke Nations League. Alih-alih menjadikan turnamen sebagai kesempatan memulihkan kepercayaan diri, Turki justru terjebak dalam rentetan kekalahan.

Dari Perempat Final Euro 2024 hingga Pemecatan

Pemecatan Montella terasa kontras jika dibandingkan dengan pencapaian awalnya bersama Turki. 

Montella mengambil alih tim pada September 2023 menggantikan Stefan Kuntz. Kedatangan Montella membawa perubahan positif dengan penampilan impresif Turki di Euro 2024.

Turki melaju hingga perempat final sebelum laju mereka dihentikan Belanda dengan kekalahan 1-2. Penampilan itu menghidupkan kembali optimisme masa depan sepak bola Turki dan memperkuat posisi Montella di kursi pelatih.

Ia kemudian membawa Turki melewati babak Kualifikasi Piala Dunia dan memastikan tiket ke putaran final melalui jalur playoff, mengalahkan Rumania dan Kosovo. 

Keberhasilan itu mengakhiri penantian panjang sejak penampilan terakhir Turki di Piala Dunia 2002, ketika mereka finis di posisi ketiga.

Dengan pencapaian itu, kontrak Montella semula direncanakan berlaku hingga setelah Euro 2028. Namun, Sepak Bola Internasional tidak memberikan banyak ruang bagi pelatih untuk bertahan ketika hasil terus memburuk. 

Pemecatan Montella Meninggalkan Pekerjaan Besar

Kepergian Montella meninggalkan pekerjaan besar bagi TFF. Federasi harus mencari pelatih baru yang tidak hanya mampu memperbaiki hasil dalam waktu singkat, tetapi juga mengembalikan keseimbangan permainan dan memaksimalkan potensi para pemain muda Turki.

Agenda terdekat adalah pertandingan Nations League melawan Belgia dan Prancis pada November. Dibayangi ancaman degradasi ke Liga B, dua laga terakhir menjadi krusial bagi Turki, meskipun federasi belum mengumumkan siapa pengganti Montella.

Pemecatan Montella menunjukkan kerasnya tuntutan terhadap pelatih tim nasional. Prestasi masa lalu dapat membangun kepercayaan, tetapi hasil terkini tetap menjadi tolok ukur utama.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!