ID EN

Alexander Zverev Raih Kemenangan ke-60, Membidik Nomor Satu Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 | 13:00

Penulis: Rojes Saragih

dok. Alexander Zverev berlatih di Australian Open di Melbourne, Australia
dok. Alexander Zverev berlatih pada hari pertama Australian Open di Melbourne, Australia. Foto: Commons.Wikimedia/Rob Keating (Canberra)

Shanghai – Alexander Zverev menjaga peluang menutup musim 2026 sebagai petenis nomor satu dunia setelah meraih kemenangan ke-60 sepanjang tahun. Petenis Jerman itu menaklukkan Quentin Halys 6-4, 6-7(8), 6-3 pada babak ketiga Shanghai Masters di Shanghai, Minggu (11/10/2026).

Kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Zverev sempat kehilangan dua peluang match point dalam tie-break set kedua sebelum bangkit pada set penentuan untuk mengamankan tiket ke babak keempat.

Bertanding di Qizhong Forest Sports City Arena, petenis unggulan pertama itu membutuhkan waktu dua jam 17 menit untuk menundukkan Halys. Menurut statistik ATP, Zverev tidak menghadapi satu pun break point sepanjang pertandingan.

Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan Zverev atas Halys menjadi 4-0 dalam pertemuan mereka sepanjang 2026. Halys sebelumnya juga memberikan perlawanan sengit saat keduanya bertemu di US Open.

Strategi Zverev: Memilih Momen untuk Mencapai Puncak


Zverev menilai keberhasilannya musim ini tidak terlepas dari pendekatan yang lebih terencana dalam menentukan turnamen untuk mencapai performa terbaik.

“Saya merasa tahun ini telah memilih turnamen-turnamen tempat saya ingin mencapai puncak performa, dan saya rasa saya melakukannya dengan cukup baik,” kata Zverev, dikutip dari ATP Tour.

Pendekatan tersebut berbeda dibandingkan awal kariernya, ketika ia berusaha tampil maksimal di setiap turnamen.

Strategi itu menghasilkan pencapaian besar. Zverev merebut dua gelar Grand Slam pertamanya pada 2026, yakni French Open dan US Open. Ia kini juga memburu gelar pertamanya di Shanghai Masters, turnamen ATP Masters 1000 yang belum pernah dimenanginya.

Kemenangan atas Halys menandai kali ketiga Zverev meraih sedikitnya 60 kemenangan level tur ATP dalam satu musim. Ia sebelumnya mencatatkan 60 kemenangan pada 2018 dan 69 kemenangan pada 2024.

Bagi petenis berusia 29 tahun tersebut, konsistensi sepanjang musim menjadi modal penting untuk mengejar target berikutnya.

Peluang Menggeser Jannik Sinner


Perhatian Zverev di Shanghai bukan hanya tertuju pada trofi. Ia juga berpeluang mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia, menyusul keputusan Jannik Sinner mengakhiri musim 2026 lebih awal karena cedera lutut.

Namun, gelar nomor satu akhir tahun dan posisi teratas dalam peringkat dunia mingguan merupakan dua pencapaian yang berbeda.

Zverev berpeluang mengunci status petenis nomor satu dunia akhir musim 2026 melalui dua skenario. Ia akan memastikan pencapaian tersebut jika mencapai semifinal Shanghai Masters. Peluang itu juga terbuka apabila Carlos Alcaraz tersingkir, setelah Ben Shelton lebih dahulu tereliminasi pada babak ketiga.

Meski demikian, status nomor satu akhir musim berbeda dari peringkat dunia mingguan. Zverev belum otomatis mengambil alih posisi teratas peringkat ATP setelah Shanghai Masters berakhir. Ia baru berpeluang menduduki puncak peringkat mingguan paling cepat pada 2 November 2026.

Peluang ini menjadi salah satu target terbesar Zverev pada fase akhir musim. Setelah mengoleksi dua gelar Grand Slam, ia kini berusaha menutup tahun dengan pencapaian tertinggi dalam peringkat ATP.

Alexander Bublik Menanti di Babak Keempat


Tantangan berikutnya datang dari Alexander Bublik. Petenis Kazakhstan yang menempati unggulan ke-19 itu melaju setelah mengalahkan Brandon Nakashima dalam pertandingan tiga set, 6-7(7), 6-3, 7-6(5).

Bublik bangkit setelah kehilangan set pertama dan memanfaatkan servis agresifnya untuk membalikkan keadaan. Ia melancarkan 16 ace pada set kedua dan ketiga.

Pertemuan dengan Bublik akan menjadi ujian berikutnya bagi Zverev dalam perburuan gelar Shanghai Masters. Selain menjaga konsistensi servis, Zverev perlu mempertahankan ketenangan ketika menghadapi momen-momen krusial seperti yang terjadi saat melawan Halys.

Zverev merupakan juara delapan kali turnamen ATP Masters 1000, tetapi belum pernah mengangkat trofi di Shanghai. Hasil terbaiknya di turnamen tersebut adalah mencapai final pada 2019.

Davidovich Fokina Singkirkan Tiafoe


Sementara itu, Alejandro Davidovich Fokina mencatat kemenangan dramatis atas Frances Tiafoe. Petenis Spanyol tersebut menang 7-6(4), 4-6, 7-6(6) setelah menyelamatkan satu match point pada tie-break set penentuan.

Kemenangan itu menjadi kemenangan pertamanya atas petenis 10 besar dunia sepanjang 2026. Davidovich Fokina selanjutnya menghadapi Hubert Hurkacz untuk memperebutkan tempat di Perempat Final.

Di pertandingan lain, Alex de Minaur mengalahkan Rei Sakamoto 7-6(6), 6-4. Petenis Australia itu dijadwalkan menghadapi Karen Khachanov pada babak keempat.

Dengan kemenangan ke-60 musim ini, Zverev mempertahankan peluang mengejar dua sasaran sekaligus: gelar Shanghai Masters dan status petenis nomor satu dunia akhir tahun. Namun, jalan menuju keduanya masih membutuhkan kemenangan-kemenangan penting pada fase berikutnya.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!