ID EN

Alexander Zverev Jadi Petenis Nomor 1 Dunia Akhir Tahun 2026, Pecahkan Rekor Usia

Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:00

Penulis: Arif S

Petenis putra Jerman Alexander Zverev
Petenis putra Jerman Alexander Zverev usai final tunggal putra US Open 2026 di New York, Amerika Serikat.. Foto: Antara Foto/Xinhua/Li Rui

Alexander Zverev mencapai puncak karier tenis profesionalnya pada 2026. Petenis Jerman memastikan diri mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia setelah meraih penghargaan No. 1 ATP akhir tahun untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Pencapaian ini terasa istimewa karena Zverev tidak hanya mengamankan posisi tertinggi dalam peringkat dunia, tetapi juga menorehkan sejarah bagi tenis Jerman. 

Ia menjadi petenis Jerman pertama peraih penghargaan itu sekaligus petenis tertua pertama yang menutup musim di posisi puncak.

"Ini merupakan musim yang luar biasa bagi saya dengan kemenangan di Paris dan New York. Mengetahui bahwa saya akan mengakhiri tahun di puncak peringkat merupakan impian yang menjadi kenyataan," ujar Zverev, dikutip dari ATP Tour.

Petenis kelahiran Hamburg mengakui keberhasilannya merupakan hasil kerja keras dan perjalanan panjang, terutama setelah harus kembali bersaing di lapangan seusai mengalami cedera pergelangan kaki. Ia bertekad menuntaskan musim 2026 dengan hasil terbaik.

Dua Gelar Grand Slam Antar Zverev ke Puncak

Musim 2026 menjadi periode paling sukses dalam perjalanan Zverev. Mengawali tahun tanpa gelar Grand Slam, ia menaklukkan persaingan di French Open dan US Open untuk memperkuat posisinya di antara Pemain Terbaik dunia.

Perjalanan Zverev dimulai dengan mencapai semifinal Australian Open pada Januari. Namun, langkahnya terhenti setelah kalah dari Carlos Alcaraz dalam pertandingan dramatis selama lima jam 27 menit. Alcaraz kemudian keluar sebagai juara.

Zverev bangkit pada rangkaian turnamen ATP Masters 1000. Di Indian Wells, Miami, Monte-Carlo, dan Madrid, ia selalu mencapai setidaknya semifinal. Ia bahkan melaju ke final Madrid sebelum kalah dari Jannik Sinner.

Puncak perjuangan Zverev di Roland Garros. Zverev mengalahkan Flavio Cobolli melalui pertarungan lima set pada final French Open untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya.

Kemenangan itu menempatkannya dalam sejarah tenis Jerman. Zverev menjadi petenis putra Jerman pertama pada era Open yang menjuarai French Open, sekaligus bergabung dengan Andre Agassi, Goran Ivanisevic, dan Dominic Thiem sebagai pemain yang meraih gelar Grand Slam pertama pada final keempat mereka.

Keberhasilan itu bukan akhir dari perjalanan Zverev. Ia kembali menunjukkan konsistensi dengan melaju ke final Wimbledon. Hasil itu menjadikannya petenis putra Jerman pertama dalam sejarah yang mencapai final di keempat turnamen Grand Slam.

Di US Open, Zverev harus melewati dua pertandingan lima set pada dua laga pertamanya. Setelah melewati fase sulit itu, ia tampil lebih solid dan hanya kehilangan satu set hingga memastikan gelar di New York.

Zverev menjadi petenis putra keempat pada era Open yang meraih gelar Grand Slam keduanya pada tahun sama dengan gelar pertama. Sebelumnya, pencapaian itu dibukukan Jimmy Connors pada 1974, Guillermo Vilas pada 1977, dan Sinner pada 2024.

Sepanjang musim ini, Zverev mencatatkan 25 kemenangan dan dua kekalahan di turnamen Grand Slam. Catatan itu menggambarkan konsistensinya dalam menghadapi persaingan di panggung terbesar tenis dunia.

Zverev Pecahkan Rekor Usia

Keberhasilan Zverev mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia juga mencatatkan rekor usia. Pada 23 November 2026, tanggal penetapan peringkat akhir tahun, ia akan berusia 29 tahun 217 hari.

Angka itu melampaui rekor Andre Agassi pada 1999, ketika berusia 29 tahun 214 hari. Zverev juga melewati catatan Andy Murray yang berusia 29 tahun 197 hari saat menutup musim 2016 di puncak peringkat.

Ketua ATP Andrea Gaudenzi memberikan apresiasi atas pencapaian petenis Jerman tersebut. Menurutnya, mengakhiri musim di peringkat pertama merupakan salah satu pencapaian tertinggi dalam tenis profesional.

"Selamat kepada Sascha, yang menjadi pemain ke-20 yang mencapai prestasi tersebut. Selama satu dekade, ia secara konsisten menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya pada usia 29 tahun menunjukkan kegigihan dan tekadnya untuk terus berkembang," kata Gaudenzi.

Zverev menjadi petenis aktif keempat yang meraih penghargaan No. 1 ATP akhir tahun. Ia mengikuti jejak Novak Djokovic yang telah mengoleksi delapan penghargaan, Alcaraz dengan dua kali pencapaian, serta Sinner meraihnya satu kali.

Sebelumnya, Zverev menutup musim 2024 di peringkat kedua dunia. Dua tahun kemudian, ia akhirnya mencapai posisi tertinggi setelah melewati musim dengan dua gelar Grand Slam dan sederet hasil kuat di turnamen besar.

ATP menyebut Zverev berpeluang menjadi petenis ke-30 yang pernah menduduki peringkat nomor satu dunia dalam sejarah ATP Rankings. Ia paling cepat dapat mencapai posisi itu pada 2 November 2026.

Bidik Gelar Berikutnya di Shanghai dan ATP Finals

Meski sudah memastikan penghargaan akhir tahun, Zverev masih memiliki target untuk menutup musim dengan tambahan gelar. Ia tengah berkompetisi di Shanghai Masters dan memasuki Babak 16 Besar dengan ambisi meraih gelar ATP Masters 1000 kedelapan sepanjang kariernya.

Setelah itu, perhatian Zverev akan tertuju pada ATP Finals. Ia berupaya menjadi petenis kedelapan yang mampu mengoleksi setidaknya tiga gelar dalam turnamen penutup musim.

Dengan posisi nomor satu dunia akhir tahun sudah dipastikan, Zverev memiliki kesempatan menambah pencapaian pada musim yang telah mengubah perjalanan kariernya. 

Dua gelar Grand Slam, final di keempat turnamen mayor, dan rekor sebagai petenis Jerman pertama yang meraih penghargaan No. 1 ATP akhir tahun menjadikan 2026 sebagai tahun bersejarah baginya.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!