Persib Bandung menghadapi ujian konsistensi setelah gagal meraih kemenangan saat menjamu Dewa United pada lanjutan Super League 2026/2027.
Hasil Imbang 2-2 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10/2026), menjadi kontras dengan penampilan meyakinkan Maung Bandung ketika mengalahkan Port FC 3-1 di Thailand.
Sebelumnya, Persib juga mencatat kemenangan 1-0 atas FC Seoul dalam pertandingan pembuka Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027.
BACA JUGA
Persib Hattrick Juara: Lautan Bobotoh Bikin Bandung Membiru Rayakan Rekor Bersejarah!
Persib Juara di Bali, Seberapa Siap Maung Bandung Menghadapi ACL 2?
Bobotoh Birukan Bandung, Rayakan Sejarah Hattrick Juara Persib di Super League 2026
Dua kemenangan di panggung Asia tersebut memperlihatkan kemampuan Persib bersaing menghadapi lawan berkualitas. Namun, ketika kembali bermain di kandang sendiri, tim asuhan Igor Tolic justru tertinggal dua gol sebelum berhasil menyelamatkan satu poin.
Dewa United unggul melalui Egy Maulana Vikri dan Noah Sadaoui pada babak pertama. Persib kemudian bangkit lewat gol Balsa Sekulic pada menit ke-51 dan Marc Klok tiga menit berselang.
Respons cepat itu menunjukkan daya juang Maung Bandung, tetapi juga menyisakan pekerjaan rumah terkait konsentrasi dan organisasi permainan sejak awal pertandingan.
Jadwal Padat dan Tantangan Konsistensi
Pengamat Sepak Bola Sapto Haryo Rajasa melihat faktor kelelahan sebagai salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam menilai performa Persib. Agenda pertandingan lintas kompetisi, perjalanan tandang, dan waktu pemulihan yang terbatas dapat memengaruhi kebugaran serta konsentrasi pemain.
Namun, jadwal padat bukan satu-satunya persoalan. Persib tetap perlu mengevaluasi koordinasi pertahanan, efektivitas serangan, dan kemampuan mengendalikan tempo permainan.
Kebobolan dua gol pada babak pertama memperlihatkan pentingnya menjaga konsentrasi sejak menit awal, bukan hanya mengandalkan kemampuan bangkit setelah tertinggal.
Sementara itu, Pengamat Sepak Bola Yusuf Kurniawan menilai penampilan Persib tidak bisa langsung dianggap buruk hanya karena hasil imbang tersebut.
Persib masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan komposisi pemain dan menjaga keseimbangan di tengah tuntutan kompetisi domestik maupun internasional.
Dengan skuad yang lebih luas, rotasi menjadi kebutuhan. Namun, pergantian pemain juga harus diikuti koordinasi yang baik agar stabilitas permainan tetap terjaga. Karena itu, hasil melawan Dewa United sebaiknya menjadi bahan evaluasi, bukan dasar untuk menyimpulkan bahwa kualitas Persib mengalami penurunan.
Viettel FC Menanti
Persib tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama mengevaluasi hasil tersebut. Maung Bandung dijadwalkan menghadapi The Cong-Viettel FC pada matchday kedua Grup E ACL 2 2026/2027, Rabu (14/10/2026) pukul 19.15 WIB di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Persib untuk kembali membangun momentum di kompetisi Asia. Yusuf Kurniawan meyakini Maung Bandung mampu mengatasi wakil Vietnam tersebut. Meski demikian, kebugaran pemain, efektivitas penyelesaian akhir, dan kesiapan taktik tetap menjadi faktor penting.
Persija Menjauh, Persib Harus Menjaga Momentum
Di Super League, Persija Jakarta telah menyapu bersih empat pertandingan awal dan mengoleksi 12 poin. Sementara itu, Persib berada di peringkat kedelapan dengan tujuh poin.
Persaingan memang masih panjang, tetapi Maung Bandung perlu segera menjaga konsistensi agar tidak semakin tertinggal dari pesaing di papan atas.
Menghadapi Viettel FC, Persib dituntut menemukan keseimbangan antara rotasi pemain dan stabilitas permainan. Kemenangan di Asia dapat menjadi momentum untuk memulihkan kepercayaan diri, sekaligus membuktikan bahwa hasil imbang melawan Dewa United bukan gambaran keseluruhan kekuatan tim.
Pada akhirnya, tantangan Persib bukan hanya memenangkan pertandingan berikutnya, melainkan menjaga performa di tengah jadwal padat.
Kualitas skuad, kemampuan beradaptasi, dan dukungan Bobotoh akan menjadi bagian penting dari upaya Maung Bandung mempertahankan daya saing di empat kompetisi.
Pembahasan ini hadir dalam Podcast Itsme di Studio Sentul, Bogor. Dipandu Raisha dan Gilang Respaty, diskusi ini menghadirkan Pengamat Sepak Bola Sapto Haryo Rajasa dan Yusuf Kurniawan untuk mengulas performa Persib Bandung serta tantangan yang menanti Maung Bandung.










