ID EN

Jakarta Masuk Daftar Kota dengan Transportasi Umum Terbaik Dunia Versi Time Out

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:30

Penulis: Arif S

Warga antre masuk ke bus Transjakarta
Arsip foto - Warga antre masuk ke bus Transjakarta. . Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta menempati peringkat ke-15 dalam daftar kota dengan Transportasi Publik terbaik di dunia berdasarkan penilaian warganya. Dalam survei majalah perjalanan Time Out pada 2026, ibu kota Indonesia memperoleh skor 79,2 persen, mengungguli sejumlah kota besar dunia seperti Riyadh, Hamburg, Amsterdam, Vancouver, dan Oslo.

Peringkat ini menarik bagi wisatawan karena Transportasi Umum menjadi salah satu faktor penting saat menjelajahi sebuah kota. Kemudahan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dapat memudahkan perjalanan lebih praktis, terutama ketika ingin mengunjungi berbagai destinasi tanpa harus selalu menggunakan kendaraan pribadi.

Survei melibatkan lebih dari 24.000 penduduk kota di berbagai negara. Responden diminta memberi nilai transportasi umum di kota tempat mereka tinggal dengan skor 1 hingga 5, mulai dari “sangat buruk” hingga “sangat baik”. Peringkat ditentukan berdasarkan persentase warga yang memberikan penilaian baik atau sangat baik.

Taipei Memimpin, Singapura dan Hong Kong Masuk Tiga Besar

Taipei, Taiwan menduduki posisi teratas dengan skor 95 persen. Sistem MRT menjadi andalan karena stasiun bersih, antrean penumpang tertib, serta layanan kereta tepat waktu.

Sepanjang 2025, MRT Taipei melayani lebih dari 767 juta perjalanan atau sekitar 2,1 juta perjalanan per hari. Warga dan wisatawan juga dapat menggunakan EasyCard untuk membayar perjalanan dengan MRT, bus, hingga menyewa sepeda YouBike.

Singapura berada di posisi kedua dengan skor 93,5 persen. Jaringan MRT di negara itu memiliki 146 stasiun dan melayani sekitar 3,5 juta perjalanan setiap hari. Pada 2025, tingkat ketepatan waktu keretanya mencapai 99,4 persen.

Pada Juli 2026, tiga stasiun baru, Keppel, Cantonment, dan Prince Edward Road mulai beroperasi dan melengkapi Circle Line. Perkembangan itu menambah kemudahan bagi warga maupun wisatawan untuk menjelajahi berbagai kawasan Singapura.

Hong Kong menempati urutan ketiga dengan skor 92,8 persen. Pilihan transportasinya tidak hanya mencakup MTR, tetapi juga trem ikonik ding ding serta Star Ferry. Kombinasi moda transportasi memungkinkan pengunjung menikmati perjalanan sekaligus melihat sisi berbeda dari kota yang dikenal dengan lanskap gedung pencakar langitnya.

Pada 2025, MTR mencatat hampir dua miliar perjalanan. Pembayaran sejumlah moda transportasi dapat dilakukan menggunakan kartu Octopus, sehingga lebih praktis.

Edinburgh dan Seoul Melengkapi Lima Besar

Di posisi keempat terdapat Edinburgh, Skotlandia, dengan skor 92,4 persen. Layanan bus Lothian Buses mencatat 119 juta perjalanan penumpang sepanjang 2025, sementara jaringan trem melayani 12,5 juta perjalanan. Jalur trem kota ini diperpanjang hingga kawasan Newhaven di Leith pada 2023.

Seoul, Korea Selatan, menempati peringkat kelima dengan skor 91,1 persen. Kota ini memiliki jaringan kereta bawah tanah luas terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya.

Tarif dasar kereta bawah tanah Seoul mulai dari 1.550 won atau sekitar Rp20.600. Wisatawan juga dapat memanfaatkan tiket transportasi berdurasi satu hingga tujuh hari, sedangkan Climate Pass tersedia bagi warga untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Bagi wisatawan, hasil survei ini bisa menjadi salah satu referensi saat memilih destinasi untuk dijelajahi dengan transportasi umum.

Meski demikian, penilaian itu mencerminkan pengalaman dan persepsi warga terhadap layanan di kota masing-masing, bukan penilaian menyeluruh atas setiap aspek sistem transportasinya.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!