ID EN

Indonesia Naik ke Peringkat Kedua Wisata Ramah Muslim Dunia pada 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:00

Penulis: Respaty Gilang

Wisata Muslim
Ilustrasi wisata ramah muslim di Indonesia.. Foto: Itsme ChatGPT AI

Indonesia berhasil menempati posisi kedua dalam daftar destinasi Wisata Ramah Muslim dunia berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026. Pencapaian ini menandai peningkatan dari peringkat kelima yang diraih Indonesia pada tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan industri pariwisata halal internasional. Segmen ini memiliki potensi besar karena kebutuhan wisatawan Muslim tidak hanya berkaitan dengan destinasi menarik, tetapi juga ketersediaan makanan halal, fasilitas ibadah, serta layanan yang mendukung kenyamanan selama perjalanan.

Capaian tersebut turut membuka peluang bagi pelaku industri pariwisata nasional untuk mengembangkan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim, baik dari dalam maupun luar negeri.

Indonesia Perkuat Daya Saing Wisata Ramah Muslim

Global Muslim Travel Index merupakan pemeringkatan yang digunakan untuk menilai kesiapan destinasi dalam melayani wisatawan Muslim. Penilaiannya mencakup sejumlah aspek yang berkaitan dengan akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan bagi pengunjung.

Dalam konteks tersebut, wisata ramah Muslim tidak terbatas pada destinasi religi atau kunjungan ke masjid. Konsep ini juga mencakup perjalanan keluarga, wisata alam, belanja, kuliner, hingga rekreasi yang didukung fasilitas sesuai kebutuhan wisatawan Muslim.

Ketersediaan makanan halal, tempat salat, serta informasi mengenai fasilitas ramah Muslim dapat menjadi pertimbangan penting ketika seseorang menentukan tujuan liburan.

Bagi Indonesia, keunggulan tersebut dapat dikembangkan melalui beragam destinasi yang tersebar di berbagai daerah. Mulai dari wisata alam di Lombok, Pengalaman Budaya di Yogyakarta, hingga wisata perkotaan dan kuliner di sejumlah kota besar, peluang pengembangan layanan ramah Muslim terbuka luas.

Peluang Wisata Halal di Berbagai Daerah

Peningkatan peringkat Indonesia juga menjadi kesempatan untuk memperluas pengembangan pariwisata ramah Muslim di luar destinasi yang sudah populer.

Pemerintah daerah dan pelaku industri dapat memperkuat kualitas layanan melalui penyediaan informasi makanan halal yang jelas, fasilitas ibadah yang mudah dijangkau, serta pilihan akomodasi yang memperhatikan kebutuhan wisatawan.

Selain itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan promosi digital juga berperan dalam memperkenalkan Destinasi Indonesia kepada pasar internasional.

Wisatawan Muslim saat ini dapat mencari informasi perjalanan melalui platform digital sebelum memutuskan untuk berkunjung. Karena itu, informasi yang akurat mengenai fasilitas, akses transportasi, dan pilihan aktivitas wisata menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pengunjung.

Pengembangan wisata ramah Muslim juga berpotensi memberikan manfaat kepada pelaku usaha lokal. Restoran, hotel, penyedia transportasi, pemandu wisata, hingga usaha mikro dapat mengambil bagian dalam rantai Ekonomi Pariwisata tersebut.

Tantangan Menjaga Kualitas Layanan

Meski berhasil naik ke posisi kedua dunia, penguatan sektor wisata ramah Muslim tetap membutuhkan upaya berkelanjutan. Peringkat internasional perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pengalaman wisatawan ketika berada langsung di destinasi.

Ketersediaan fasilitas saja belum cukup. Kemudahan akses, kebersihan, keamanan, keramahan pelayanan, serta konsistensi informasi juga berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung.

Destinasi yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut berpeluang membangun reputasi positif dan mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung.

Di sisi lain, Promosi Wisata ramah Muslim perlu tetap menonjolkan kekayaan budaya, alam, dan pengalaman khas Indonesia. Dengan demikian, wisata halal tidak hanya dipandang sebagai penyediaan fasilitas tertentu, tetapi sebagai bagian dari pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkualitas.

Peningkatan posisi Indonesia dalam Global Muslim Travel Index 2026 menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing pariwisata nasional. Langkah berikutnya adalah memastikan pengakuan tersebut sejalan dengan kualitas layanan dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat di berbagai destinasi.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!