John Herdman Sambut Kebangkitan Liga Putri Indonesia, Optimistis Kualitas Terus Meningkat
Senin, 19 Oktober 2026 | 16:00
Penulis: Rojes Saragih

Jakarta - Kembalinya Liga Putri Indonesia setelah terhenti sejak 2019 menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola perempuan di Tanah Air. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyambut positif bergulirnya Indonesia Women's League (IWL) 2026/2027 dan optimistis kualitas pemain akan terus berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.
Herdman menyaksikan langsung pembukaan kompetisi yang ditandai pertandingan Persija Jakarta Women melawan FC Bekasi City Women di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Bagi Herdman, dimulainya kembali Liga Putri Indonesia menghadirkan pengalaman yang tidak asing. Sebelum menangani Timnas Indonesia, pelatih asal Inggris tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam Sepak Bola Putri, termasuk ketika memimpin tim nasional Selandia Baru dan Kanada.
BACA JUGA
Indonesia Tahan Malaysia, Herdman Sebut Kartu Merah Thom Haye Sebagai Momen Penting
PSSI Siapkan Lawan Alternatif untuk Timnas Indonesia, Situasi Timur Tengah Jadi Pertimbangan
FIFA Matchday November: Indonesia Hadapi Yordania, Vietnam dan Thailand Punya Agenda Berbeda
“Ini malam yang besar untuk menyaksikan pertandingan perdana sekaligus menjadi bagian dari perayaan. Saya pernah melihat liga Sepak Bola Putri di Kanada dan Selandia Baru dimulai, dan melihat hal serupa malam ini merupakan sesuatu yang menggembirakan,” ujar Herdman.
Pengalaman Herdman di level internasional menjadi salah satu alasan pandangannya terhadap perkembangan sepak bola putri Indonesia menarik untuk diperhatikan.
Bersama tim nasional putri Selandia Baru, ia mengantarkan tim tersebut tampil di Piala Dunia Putri 2007 dan 2011 serta Olimpiade Beijing 2008. Ketika menangani Kanada, Herdman membawa tim itu meraih medali emas Pan American Games 2011 dan medali perunggu Olimpiade London 2012 serta Rio de Janeiro 2016.
Menurut Herdman, kualitas permainan yang ditampilkan para Pemain Indonesia dapat berkembang seiring bertambahnya pengalaman dan kesempatan berkompetisi.
“Saya rasa, karena saya telah terlibat dalam sepak bola putri selama sebagian besar karier saya, saya bisa melihat kualitas yang ditampilkan di lapangan. Kualitas itu akan terus berkembang seiring waktu,” kata Herdman, yang baru saja mengantarkan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Persaingan Langsung Terlihat pada Pekan Pembuka
Gambaran awal persaingan Indonesia Women's League 2026/2027 terlihat dalam tiga pertandingan yang berlangsung pada pekan pertama.
Persita mengawali kompetisi dengan kemenangan 1-0 atas Garudayaksa FC. Hasil serupa diraih Dewa United Banten FC yang mengalahkan Persikad dengan skor 1-0.
Sementara itu, Persija Jakarta Women harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan FC Bekasi City Women. FC Bekasi City unggul lebih dahulu melalui penalti Nao Tsukamato pada menit ke-29, sebelum Saki Nishihara menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas pada menit ke-39.
Pelatih Persija Jakarta Women, Muhamad Yusup Prasetiyo, mengaku terkejut dengan tingkat persaingan yang tersaji sepanjang tiga pertandingan pekan pertama. Menurut dia, seluruh tim menunjukkan kemampuan dan kualitas yang membuat kompetisi lebih kompetitif dari perkiraannya.
Meski tidak puas dengan performa Persija dalam pertandingan pembuka, Yusup menilai laga pertama selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Ia juga mengakui musim ini menjadi pengalaman pertamanya melatih tim sepak bola putri.
Penilaian tersebut memberikan gambaran awal mengenai dinamika persaingan di liga. Namun, konsistensi kompetisi dan peningkatan kualitas pertandingan dalam jangka panjang akan menjadi faktor penting untuk menilai perkembangan sepak bola putri Indonesia.
Enam Klub Bersaing hingga Januari 2027
Indonesia Women's League 2026/2027 diikuti enam klub, yakni Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City.
Kompetisi menggunakan format triple round robin, yang membuat setiap klub bertemu tiga kali dengan masing-masing lawan selama fase reguler. Berdasarkan jadwal I.League, fase reguler berlangsung dalam 15 pekan dengan total 45 pertandingan dan dijadwalkan berakhir pada 17 Januari 2027.
Empat tim teratas kemudian melanjutkan persaingan ke semifinal pada 23 Januari 2027. Perebutan tempat ketiga dan pertandingan final dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari 2027.
Bagi Herdman, perkembangan sepak bola putri Indonesia bahkan memiliki arti personal. Ia mengungkapkan harapan agar suatu hari nanti putrinya dapat datang dan bermain sepak bola di Indonesia.
“Saya memiliki seorang putri. Saya berharap suatu hari nanti dia bisa datang dan bermain di Indonesia,” tutur Herdman dikutip Antara.
Kembalinya liga menjadi langkah awal bagi sepak bola putri Indonesia untuk membangun kompetisi yang lebih konsisten. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlangsungan liga, meningkatkan kualitas pemain, dan memperluas kesempatan bagi generasi pesepak bola putri untuk berkembang.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!