Persija Jakarta akhirnya menelan kekalahan pertama di BRI Super League 2026/2027 setelah takluk 2-3 dari Persita Tangerang pada pekan kelima di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (17/10/2026). Meski kehilangan poin, Macan Kemayoran masih memimpin klasemen dengan 12 poin, unggul satu angka dari Dewa United dan Persita.
Hasil ini menjadi peringatan bagi Persija menjelang laga kandang melawan Arema FC pada Rabu (21/10/2026), pukul 19.00 WIB di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Persija membutuhkan kemenangan untuk menjaga posisi puncak, sementara Arema juga memburu poin demi mempertahankan tempat di 10 besar.
Kekalahan Persija dan tantangan menghadapi Arema menjadi pembahasan Podcast Itsme bersama Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan dan Firzie Idris, dipandu Raisha dan Gilang Respaty.
BACA JUGA
Persija Belum Pikirkan Persib, Mauricio Souza Tegaskan Fokus Penuh ke Persijap Jepara
Jelang Duel Panas Persita vs Persija, Carlos Pena Fokus Pemulihan dan Analisis Lawan
Drama 5 Gol! Persita Hentikan Rekor Sempurna Persija Lewat Gol Menit Akhir
Transisi Persita Jadi Peringatan
Ronny Pangemanan menilai Persija semestinya mampu memenangi pertandingan. Namun, sepak bola selalu menghadirkan kemungkinan berbeda. Kekalahan tersebut sekaligus memberi kesempatan kepada para pesaing untuk mendekati posisi teratas.
Firzie Idris menyoroti kemampuan Persita menjalankan transisi permainan dengan baik. Tuan rumah membuka keunggulan melalui Claudio Lucas Morais pada menit kelima. Fabio Calonego menyamakan skor untuk Persija pada menit ke-18.
Persita kembali unggul lewat Rayco Rodriguez pada menit ke-61 dan ke-68. Persija sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti Alexander Jeremejeff pada menit ke-74. Namun, gol Aleksa Andrejic pada masa tambahan waktu memastikan kemenangan Persita 3-2.
Dalam pembahasan podcast, agresivitas Persija menjadi salah satu aspek yang perlu dievaluasi. Ketika lebih banyak pemain didorong ke depan untuk mengejar gol, ruang di lini belakang berpotensi terbuka dan dimanfaatkan lawan melalui serangan balik.
Persija perlu memperbaiki keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Penguasaan bola dan intensitas serangan tidak cukup jika tim gagal mengantisipasi transisi lawan.
Arema Bisa Belajar dari Persita
Tantangan berikutnya datang dari Arema FC yang baru kalah 1-3 dari Garudayaksa FC. Arema berada di posisi ke-10 dengan enam poin, sehingga membutuhkan hasil positif untuk menjaga posisinya di papan tengah.
Ronny Pangemanan menilai kemenangan Persita bisa menjadi inspirasi bagi Arema. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Persija masih memiliki celah yang dapat dieksploitasi, terutama ketika terlalu fokus menyerang dan meninggalkan ruang di pertahanan.
Arema berpeluang memanfaatkan kelemahan tersebut, tetapi tetap harus membenahi pertahanannya sendiri. Sementara itu, Shin Tae-yong dituntut memastikan kekalahan dari Persita menjadi bahan evaluasi, bukan awal dari penurunan konsistensi.
Persija masih memimpin klasemen, tetapi persaingan semakin ketat. Jika kembali kehilangan poin, tekanan dari para pesaing akan meningkat. Sebaliknya, kemenangan atas Arema dapat menjadi momentum penting bagi Macan Kemayoran untuk kembali memperkuat posisinya dalam perburuan gelar Super League 2026/2027.










