ID EN

LPGA Perketat Aturan Tempo Permainan, Dua Pegolf Kena Sanksi di Shanghai

Senin, 19 Oktober 2026 | 17:00

Penulis: Respaty Gilang

Turnamen golf
Ilustrasi - Turnamen golf.. Foto: Envato

LPGA Tour menunjukkan keseriusannya dalam menertibkan tempo permainan setelah dua pegolf menerima penalti dua pukulan akibat slow play pada putaran ketiga Buick LPGA Shanghai 2026, Sabtu, 17 Oktober 2026. Carlota Ciganda dan Yealimi Noh menjadi dua pemain yang terkena sanksi dalam turnamen yang berlangsung di Sheshan International Golf Club, Shanghai, China.

Penalti tersebut menjadi sorotan karena berdampak langsung terhadap skor dan posisi kedua pemain di papan klasemen. Ciganda, pegolf asal Spanyol yang masih bersaing di kelompok atas, harus menerima perubahan skor setelah dinilai melanggar ketentuan waktu permainan yang berlaku di LPGA Tour. 

Ciganda menerima penalti saat memainkan hole ke-13, sebuah par 4. Pegolf berusia 36 tahun itu awalnya mencatat par, tetapi setelah sanksi diterapkan, skornya berubah menjadi double bogey.

Carlota Ciganda Kehilangan Dua Pukulan

Situasi tersebut membuat Ciganda kehilangan dua pukulan penting dalam persaingan turnamen. Meski demikian, ia mampu merespons tekanan dengan mencatat birdie secara beruntun di hole ke-14 dan ke-15.

Ciganda kemudian menuntaskan putaran ketiga dengan skor 71 atau satu di bawah par. Ia mengakhiri hari tersebut dengan total empat di bawah par dan berada di posisi keempat bersama sejumlah pesaing lainnya, tertinggal lima pukulan dari pemimpin klasemen saat itu, Hye-Jin Choi. 

Sementara itu, Yealimi Noh juga mendapat penalti dua pukulan pada hole ke-15. Pegolf asal Amerika Serikat tersebut mencatat skor 76 pada putaran ketiga dan turun ke posisi yang lebih rendah di papan klasemen.

Kejadian yang menimpa kedua pemain tersebut memperlihatkan bahwa pelanggaran tempo permainan dapat membawa konsekuensi besar, terutama ketika persaingan menuju gelar juara berlangsung ketat.

Aturan Slow Play LPGA Tour

LPGA Tour memperbarui kebijakan Pace of Play pada 2025 untuk mengatasi persoalan permainan yang berlangsung terlalu lama. Aturan tersebut menetapkan sanksi bertingkat bagi pemain yang melampaui batas waktu untuk melakukan pukulan.

Berdasarkan kebijakan tersebut, pemain yang terlambat antara satu hingga lima detik dikenai denda. Pelanggaran selama enam hingga 15 detik dapat berujung penalti satu pukulan, sedangkan keterlambatan selama 16 detik atau lebih dapat dikenai penalti dua pukulan. 

Dalam penerapannya, ofisial biasanya memberikan peringatan kepada grup yang tertinggal dari tempo permainan yang ditentukan. Jika tidak ada perbaikan, pemain dapat mulai dihitung waktunya. Dalam kondisi tertentu, proses penghitungan waktu bisa dilakukan tanpa peringatan terlebih dahulu.

Ketentuan ini dirancang untuk menjaga kelancaran pertandingan sekaligus meningkatkan kenyamanan penonton. Permainan yang terlalu lambat dapat memperpanjang durasi satu putaran dan mengganggu ritme kompetisi.

Bukan Pertama Kali Ciganda Terkena Sanksi

Penalti di Shanghai bukan pengalaman pertama Ciganda menghadapi persoalan slow play. Ia pernah menjadi sorotan pada Evian Championship 2023 setelah menerima penalti dua pukulan.

Dalam turnamen tersebut, Ciganda akhirnya didiskualifikasi setelah tidak menandatangani kartu skornya dengan hasil yang telah disesuaikan usai banding atas penalti ditolak. Insiden itu menjadi salah satu kasus slow play yang mendapat perhatian luas di golf profesional. 

Pengalaman tersebut membuat hukuman terbaru di Shanghai kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan waktu di Lapangan Golf. Kemampuan teknis dan ketepatan strategi tetap menjadi faktor utama, tetapi pemain juga harus mampu menjaga tempo permainan sesuai ketentuan kompetisi.

LPGA Pertegas Penegakan Aturan

Penalti terhadap Ciganda dan Noh menjadi sinyal bahwa LPGA Tour berupaya menerapkan aturan tempo permainan secara lebih tegas. Kebijakan ini juga menjadi respons terhadap keluhan mengenai durasi pertandingan yang terlalu panjang.

Bagi para pegolf profesional, menjaga tempo bukan sekadar persoalan kecepatan melakukan pukulan. Pemain tetap harus mempertimbangkan kondisi lapangan, membaca arah angin, memilih tongkat, dan menyusun strategi dengan cermat tanpa melewati batas waktu yang ditetapkan.

Dengan penerapan sanksi yang lebih ketat, LPGA berharap pertandingan dapat berjalan lebih efisien tanpa mengurangi kualitas persaingan. Kasus di Buick LPGA Shanghai 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap detik di lapangan dapat berpengaruh terhadap hasil akhir turnamen.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!