ID EN

Persib Menang Tipis atas Persik, Jadwal Padat Jadi Ujian Igor Tolic

Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:39

Penulis: Rojes Saragih

Persib Bandung menunjukkan karakter kuat saat mengalahkan Persik Kediri 1-0 pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (18/10/2026). Namun, kemenangan itu tidak diraih melalui dominasi permainan. Maung Bandung justru harus bekerja keras menghadapi tekanan Persik sebelum gol penentu lahir melalui situasi bola mati.

Performa Persib menjadi pembahasan dalam podcast ITSMe bersama Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan dan Firzie Idris, dipandu Raisha dan Gilang Respaty di Sentul, Bogor. Diskusi menyoroti mentalitas tim, kemampuan pelatih Igor Tolic mengelola skuad, serta efektivitas pemain pengganti di tengah padatnya jadwal kompetisi.

Kemenangan atas Persik memperpanjang rangkaian hasil positif Persib setelah bermain imbang 2-2 melawan Dewa United dan mengalahkan The Cong-Viettel FC 1-0 di AFC Champions League Two. 

Sebelumnya, Persib juga menang 3-1 atas Port FC di ASEAN Club Championship. Rangkaian tersebut memperlihatkan kemampuan Maung Bandung menjaga hasil di berbagai kompetisi.

Menang Tanpa Dominasi

Statistik pertandingan melawan Persik memperlihatkan tantangan yang dihadapi Persib. Berdasarkan data resmi I.League, Persib hanya mencatatkan penguasaan bola 40 persen, berbanding 60 persen milik Persik. Tim tamu juga unggul dalam jumlah tembakan, yakni 13 berbanding 12, serta tendangan sudut dengan 11 berbanding tiga.

Persib hanya menghasilkan dua tembakan tepat sasaran, sementara Persik mencatatkan tiga. Angka tersebut menunjukkan bahwa kemenangan tuan rumah lebih ditentukan oleh efektivitas pada momen penting daripada dominasi sepanjang pertandingan.

Persik bahkan sempat mencetak gol pada menit ke-40 melalui Park Jun-heong, tetapi gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR karena offside. Pertahanan Persib pun harus bekerja keras sebelum akhirnya memastikan tiga poin.

Kebuntuan pecah pada menit ke-79. Bek Julio Cesar yang baru masuk menggantikan Danijel Loncar langsung menyambut sepak pojok Thom Haye dengan sundulan yang menghasilkan gol kemenangan.

Momen tersebut menegaskan pentingnya kontribusi pemain pengganti. Keputusan Tolić memasukkan Julio Cesar terbukti menentukan, sementara eksekusi bola mati Thom Haye menjadi solusi ketika serangan terbuka Persib kesulitan menembus pertahanan lawan.

Igor Tolic Diuji Jadwal Padat

Dalam diskusi ITSMe, Ronny Pangemanan mengapresiasi kemampuan Persib melewati rangkaian pertandingan yang menguras tenaga. Persib tidak hanya bertanding di Super League, tetapi juga harus menjaga performa di kompetisi regional dan Asia.

Kondisi itu menuntut Tolic mengelola menit bermain, menjaga kebugaran, serta menentukan komposisi pemain berdasarkan karakter lawan. Rotasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mempertahankan daya saing tim.

Kembalinya Sandy Walsh menambah pilihan bagi pelatih, sedangkan fleksibilitas Eliano Reijnders memberi opsi tambahan di sejumlah posisi. Di sektor penjaga gawang, penampilan Fitrah saat menghadapi Persik juga memperlihatkan adanya alternatif untuk mendukung persaingan di dalam skuad.

Mentalitas Persib turut terlihat ketika mereka bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengimbangi Dewa United. Kemampuan merespons situasi sulit menjadi modal penting dalam perjalanan panjang musim ini.

Lini Depan Masih Perlu Pembenahan

Meski demikian, kemenangan atas Persik tidak menutup persoalan efektivitas serangan. Persib masih harus meningkatkan kualitas penyelesaian akhir agar tidak terus bergantung pada situasi bola mati atau gol dari pemain belakang.

Dengan hanya dua tembakan tepat sasaran, kemenangan 1-0 tersebut menjadi pengingat bahwa produktivitas lini depan masih perlu ditingkatkan. Menghadapi lawan yang disiplin bertahan, Persib harus mampu menciptakan lebih banyak peluang berkualitas dan memaksimalkannya.

Bagi Tolic, tantangan berikutnya adalah menjaga keseimbangan antara rotasi, kebugaran pemain, dan kualitas permainan. Persib telah memperlihatkan mentalitas untuk mengamankan hasil dalam pertandingan sulit, tetapi konsistensi permainan tetap diperlukan untuk bersaing dalam perebutan gelar.

Kemenangan atas Persik menjadi modal positif bagi Maung Bandung. Namun, jika ingin mempertahankan posisi sebagai penantang serius juara Super League 2026/2027, Persib harus memastikan bahwa ketangguhan mental berjalan beriringan dengan efektivitas serangan dan kemampuan mengendalikan pertandingan.