ID EN

Pacitan Didorong Jadi Destinasi Perjalanan Insentif Berkelas Nasional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:37

Penulis: Arif S

Gua Luweng Ombong
Gua Luweng Ombong di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.. Foto: Pemkab Pacitan

Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, didorong untuk tidak berhenti sebagai tujuan wisata singkat. Kekayaan pantai, gua, sungai, hingga desa wisata yang dimiliki Pacitan dinilai memiliki modal kuat untuk dikembangkan menjadi destinasi perjalanan insentif atau incentive trip berkelas nasional.

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyampaikan gagasan itu dalam workshop bertajuk “Optimalisasi Potensi Pariwisata Daerah sebagai Daya Tarik Tujuan Wisata Perjalanan Insentif (Incentive Trip)” di Pantai Ngiriboyo dan Desa Wisata Sendang, Pacitan, Rabu.

Menurut Novita, Pacitan sebenarnya sudah memiliki pasar wisata cukup besar. Data Dinas Pariwisata mencatat sekitar 1,3 juta kunjungan wisatawan pada 2023. Pada 2024, jumlah kunjungan tercatat sekitar 1,14 juta wisatawan domestik serta 324 wisatawan mancanegara.

Angka itu menunjukkan minat wisatawan terhadap Pacitan sudah terbentuk. Tantangan berikutnya membuat wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang di daerah.

Pacitan Jangan Hanya Jadi Tempat Singgah

Novita menilai konsep incentive trip bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi dari kunjungan wisatawan.

Perjalanan insentif biasanya diberikan perusahaan sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi karyawan. 

Karena itu, paket perjalanan tidak cukup hanya mengajak peserta datang ke satu objek wisata, mengambil foto, lalu pulang.

"Bayangkan sebuah perusahaan membawa tim terbaiknya ke Pacitan. Pagi menikmati pantai, siang melakukan kegiatan kebersamaan, sore menyusuri sungai atau menikmati gua, malam makan bersama dengan sajian UMKM lokal dan pertunjukan budaya. Besoknya mereka pulang membawa oleh-oleh, konten, kenangan, dan cerita bahwa Pacitan ternyata luar biasa," katanya.

Dengan konsep itu, destinasi wisata tidak berdiri sendiri. Pantai, desa wisata, kuliner, hotel, transportasi, atraksi budaya, hingga produk UMKM harus dirangkai menjadi satu pengalaman utuh.

Empat Strategi Pacitan Naik Kelas

Untuk memperkuat posisi Pacitan sebagai tujuan perjalanan insentif, Novita menawarkan empat agenda utama.

Pertama, pemerintah dan pelaku industri perlu menyiapkan paket wisata siap jual. Paket itu dapat dibuat untuk durasi dua hari, tiga hari, atau lebih dengan menggabungkan destinasi, hotel, transportasi, kuliner, aktivitas kelompok, budaya, dan UMKM.

Kedua, kualitas pelayanan harus ditingkatkan. Pemandu wisata, pengelola destinasi, hotel, rumah makan, penyedia transportasi, hingga pelaku usaha oleh-oleh dinilai menjadi bagian dari pengalaman wisatawan sekaligus wajah pariwisata Pacitan.

Ketiga, kolaborasi perlu diperkuat. Pemerintah daerah, Kementerian Pariwisata, DPR RI, pelaku industri, agen perjalanan, hotel, komunitas, UMKM, desa wisata, dan generasi muda perlu bergerak dalam satu ekosistem.

Keempat, strategi promosi harus berubah. Pacitan tidak lagi cukup menjual foto pantai atau pemandangan alam, tetapi perlu menjual pengalaman yang bisa dirasakan wisatawan.

"Anak-anak muda Pacitan punya kemampuan luar biasa membuat konten. Jangan hanya menjual foto pantai yang cantik. Mari kita jual pengalaman bagaimana rasanya menikmati sunrise, kuliner khas, menyusuri Maron, menikmati Goa Gong hingga merasakan kebersamaan dalam perjalanan yang tidak ditemukan di tempat lain," ucap Novita.

Potensi Wisata Dipadukan dengan Ekonomi Lokal

Konsep incentive trip dinilai memiliki manfaat lebih luas karena wisatawan yang datang dalam rombongan perusahaan atau komunitas berpotensi menghabiskan waktu lebih panjang.

Semakin lama wisatawan tinggal, semakin banyak pula sektor lokal ikut menikmati perputaran ekonomi, mulai dari akomodasi dan transportasi hingga kuliner, pemandu wisata, produk UMKM, serta pertunjukan budaya.

Dalam konteks itu, desa wisata memainkan peran penting. Wisatawan tidak hanya diajak melihat sebuah destinasi, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dan mengenal kehidupan lokal.

Pacitan memiliki modal alam dan budaya untuk membangun konsep tersebut. Pantai Ngiriboyo dapat menjadi bagian dari pengalaman pesisir, sementara Desa Wisata Sendang dapat memperkuat sisi wisata berbasis masyarakat.

Destinasi seperti Sungai Maron dan Goa Gong juga dapat dirangkai dalam perjalanan yang lebih panjang sehingga wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama di Pacitan.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!