Alexander Jeremejeff Pilih Persija Berkat Cyrus Margono, Langsung Cetak 2 Gol
Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:06
Penulis: Rojes Saragih

Jakarta - Ada sebuah percakapan yang membantu mengarahkan Alexander Thomas Jeremejeff ke Jakarta. Percakapan itu bukan terjadi di ruang negosiasi, melainkan berawal dari seorang rekan setimnya di Yunani: Cyrus Margono.
Saat Cyrus memperkuat Macan Kemayoran pada pertengahan musim lalu, Jeremejeff mulai memberi perhatian lebih kepada Persija. Ia mengikuti perjalanan klub tersebut dan perlahan mengenal tim yang kelak menjadi bagian dari babak baru dalam kariernya.
Jeremejeff mengatakan dirinya mengikuti hampir semua hasil pertandingan Persija karena Cyrus berada di klub tersebut. Dari rekannya itu pula, ia mendapat gambaran tentang Persija dan Jakarta.
BACA JUGA
Shin Tae-yong Mulai Temukan Formula Persija Jakarta, Bisa Jadi Juara?
Kejutan Besar! Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta dengan Kontrak 3 Tahun
Shin Tae-yong Sebut Permainan Persija Hampir Sempurna, Jeremejeff Jadi Puzzle Baru
“Saya sudah tahu tentang tim ini sebelumnya karena saya punya rekan setim di Yunani yang bermain di sini tahun lalu, Cyrus Margono. Saya mengikuti hampir semua hasil pertandingan Persija karena dia ada di sini,” kata Jeremejeff dalam jumpa pers seusai pertandingan melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Jeremejeff, keberadaan Cyrus membuatnya semakin mengenal Persija. Ia juga mengetahui kedekatan mantan rekannya tersebut dengan klub dan Jakarta.
“Dia sangat mencintai tim ini dan kotanya,” ujar Jeremejeff.
Ketika Persija akhirnya datang dengan tawaran, Jeremejeff tidak membutuhkan banyak waktu untuk mempertimbangkannya.
Bagi penyerang asal Swedia berusia 32 tahun itu, Persija menawarkan sesuatu yang menarik: pengalaman baru bersama klub besar yang memiliki ambisi untuk menang.
“Pengalaman baru di tim besar yang ingin menang, ini sempurna bagi saya,” ujar Jeremejeff.
Lalu datanglah malam yang membuat keputusan tersebut terasa semakin tepat.
Dua Gol pada Debut
Jeremejeff tidak membutuhkan waktu lama untuk memperkenalkan dirinya kepada publik Jakarta.
Dalam laga uji coba internasional melawan Brisbane Roar, ia sudah mengancam sebelum pertandingan berjalan satu menit. Menerima umpan Witan Sulaeman, Jeremejeff melepaskan tembakan first time yang masih melambung di atas mistar.
Beberapa menit kemudian, ancaman lain berubah menjadi gol.
Persija mendapatkan penalti dan Jeremejeff maju sebagai eksekutor. Ia menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Macan Kemayoran unggul 1-0.
Brisbane Roar berusaha merespons, tetapi Persija tetap mampu menjaga keunggulan. Memasuki babak kedua, Kerim Memija menggandakan skor sebelum Jeremejeff kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Gol keempat Persija kemudian tercipta melalui gol bunuh diri kiper Brisbane Roar, Dean Bouzanis.
Peluit panjang memastikan kemenangan Persija 4-0. Jeremejeff menutup debutnya dengan dua gol.
Namun, dua gol itu bukan satu-satunya alasan mengapa kedatangan Jeremejeff menarik perhatian. Ia datang dengan rekam jejak yang memberi konteks lebih besar terhadap ekspektasi Persija.
Pada Allsvenskan 2022, saat memperkuat BK Hacken, Jeremejeff mencetak 22 gol dalam 27 pertandingan dan menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi tersebut.
Federasi Sepak Bola Swedia juga menggambarkan Jeremejeff sebagai penyerang yang kuat dalam menerima bola dan mampu mengancam ruang di belakang pertahanan.
Dengan tinggi 192 sentimeter, ia memiliki profil fisik yang mendukung perannya sebagai penyerang, tetapi permainannya tidak hanya bergantung pada postur tubuh.
Perjalanan Panjang Sebelum Jakarta
Jalan Jeremejeff menuju Persija dimulai jauh dari Indonesia.
Lahir di Kungsbacka, Swedia, pada 12 Oktober 1993, ia mengawali perjalanan sepak bolanya di Tolo IF sebelum bergabung dengan akademi Orgryte IS pada 2005.
Ia kemudian menembus sepak bola senior bersama Orgryte sebelum pindah ke Qviding FIF pada 2013. Di sana, Jeremejeff mendapat kesempatan bermain lebih banyak dan langsung menunjukkan produktivitas dengan mencetak 14 gol dalam 21 pertandingan liga.
Performa itu membawanya ke level yang lebih tinggi. BK Hacken menjadi salah satu klub penting dalam perkembangan kariernya, sementara Malmo FF juga pernah menjadi bagian dari perjalanan pemain tersebut di Swedia.
Setelah bertahun-tahun berkarier di negaranya, Jeremejeff mencoba tantangan di luar Swedia. Ia bermain di Jerman bersama Dynamo Dresden dan kemudian melanjutkan perjalanan sepak bolanya hingga Belanda dan Yunani.
Pengalaman tersebut juga membawanya ke panggung kompetisi antarklub Eropa. Jeremejeff pernah tampil dalam kualifikasi serta kompetisi Liga Europa.
Di level internasional, ia mendapatkan satu kesempatan memperkuat timnas senior Swedia pada 2019. Jeremejeff menjadi starter ketika Swedia menghadapi Finlandia dalam pertandingan persahabatan.
Kini seluruh pengalaman tersebut dibawa ke Jakarta.
Tantangan Pertama Bernama Adaptasi
Jeremejeff menyadari bahwa perpindahan dari Eropa ke Indonesia bukan sekadar perubahan klub.
Cuaca Jakarta menjadi salah satu perbedaan yang langsung ia rasakan. Ia mengakui kondisi di ibu kota Indonesia sangat berbeda dibandingkan dengan Eropa.
Meski demikian, ia tidak menganggap proses adaptasi bersama tim sebagai masalah besar. Shin Tae-yong juga memahami kondisi tersebut dan meminta penyerang barunya untuk bersabar sekaligus terus berusaha beradaptasi.
“Coach Shin juga tahu hal ini, dia meminta saya untuk bersabar dan terus memacu diri agar bisa beradaptasi dengan cepat,” kata Jeremejeff.
Persija sendiri membutuhkan proses adaptasi itu berlangsung secepat mungkin. Musim 2026/2027 sudah menanti dan Jeremejeff diproyeksikan menjadi salah satu pilihan utama di lini depan.
Karena itu, kemenangan atas Brisbane Roar dengan dua gol dari Jeremejeff sebaiknya dilihat sebagai awal, bukan jawaban akhir.
Jersey Baru dan Harapan Baru
Ada detail kecil yang membuat debut Jeremejeff semakin berkesan.
Persija tampil dengan jersey kandang baru musim 2026/2027 bersama adidas. Seragam merah dengan aksen emas tersebut menjadi bagian dari malam pertama Jeremejeff bersama klub dalam pertandingan di hadapan publik Jakarta.
Dan ia langsung memiliki kenangan manis dengan jersey tersebut.
“Saya menyukainya, sangat bagus. Terasa nyaman dipakai, dan saya bahkan bisa mencetak dua gol hari ini dengan jersey tersebut. Semoga akan ada lebih banyak gol lagi yang lahir dengan jersi ini,” katanya.
Untuk sementara, semuanya berjalan sesuai harapan.
Jeremejeff mengenal Persija melalui Cyrus Margono. Cerita dari rekannya membuat klub ibu kota itu semakin familiar sebelum ia memutuskan datang. Setelah tiba, ia langsung mencetak dua gol pada pertandingan pertamanya.
Tetapi musim yang sebenarnya belum dimulai.
Cyrus mungkin menjadi salah satu alasan Jeremejeff mengenal Persija. Dua gol pada debutnya kini memberi alasan bagi Persija untuk berharap lebih banyak darinya.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!