ID EN

Persija Bersama Shin Tae-yong: Seberapa Siap Jadi Juara Liga Super 2026/27?

Selasa, 1 September 2026 | 15:46

Penulis: Rojes Saragih

Persija Jakarta mulai menunjukkan sinyal positif menjelang Liga Super 2026/2027. Setelah mengalahkan dua klub Thailand, Police Tero dan Chiangrai United, masing-masing 2-1, Macan Kemayoran kembali meraih kemenangan meyakinkan dengan menundukkan Brisbane Roar 4-0 di Jakarta International Stadium (JIS), 29 Agustus 2026.

Hasil itu membuat Persija mencatat tiga kemenangan beruntun dalam tiga laga uji coba terakhir. Alexander Jeremejeff, rekrutan baru Persija, turut mencuri perhatian dengan mencetak dua gol dalam debutnya.

Tiga kemenangan ini menjadi modal positif, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan Persija sudah siap menjadi tim terkuat di Liga Super. Pertandingan resmi akan menghadirkan tekanan yang berbeda.

Yang menarik adalah perkembangan permainan Persija di bawah Shin Tae-yong.

Setelah menjalani training camp di Thailand pada 10-23 Agustus, Persija mulai menunjukkan identitas yang ingin dibangun Shin: intensitas, pressing, disiplin posisi, distribusi bola, dan kerja kolektif.

Shin menilai performa bertanding Persija sudah meningkat sekitar 70-80 persen. Namun, ia masih melihat perlunya penyesuaian kondisi akhir dan pematangan taktik. Artinya, fondasi sudah mulai terbentuk, tetapi prosesnya belum selesai.

Kehadiran enam pemain yang sebelumnya bertugas bersama Timnas Indonesia—Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan—juga membuat komposisi tim semakin lengkap. Shin menilai mereka mampu beradaptasi dengan cepat dan membuat Persija lebih solid.

Perubahan juga terjadi pada skuad. Persija telah memperkenalkan 29 pemain untuk musim baru, termasuk delapan pemain asing. Shin memastikan masih akan ada satu pemain asing tambahan, meski belum memastikan apakah seluruh kuota maksimal 11 pemain akan digunakan.

Semua perubahan tersebut merupakan bagian dari target yang lebih besar.

Dalam tiga musim terakhir, Persija terus memperbaiki posisi: peringkat kedelapan pada 2023/2024, ketujuh pada 2024/2025, lalu ketiga pada 2025/2026. Kini manajemen ingin membawa progres tersebut hingga gelar juara, sekaligus mengakhiri penantian sejak 2018.

Karena itu, Shin Tae-yong dikontrak selama tiga tahun. Persija tidak hanya menargetkan satu musim, tetapi membangun proyek yang juga mengarah ke dua momentum besar: 500 tahun Kota Jakarta pada 2027 dan ulang tahun ke-100 Persija pada 2028.

Namun, proyek besar itu harus dimulai dengan langkah yang kuat.

Persija langsung menghadapi Borneo FC pada 5 September, kemudian menjamu Persib Bandung pada 12 September. Borneo dan Persib merupakan dua tim yang finis di posisi kedua dan pertama musim lalu. Persija hanya mengamankan satu poin dari empat pertemuan melawan kedua tim tersebut pada musim sebelumnya.

Karena itu, dua laga awal akan menjadi ujian yang jauh lebih relevan dibandingkan hasil pramusim.

Apakah pressing Persija tetap efektif? Apakah stamina mampu menopang intensitas selama 90 menit? Apakah pemain baru bisa menyatu? Dan apakah identitas permainan Shin mampu bertahan ketika tekanan kompetisi meningkat?

Shin sendiri menekankan pentingnya memberikan yang terbaik sejak pertandingan pertama, kedua, hingga seluruh laga musim ini.

Pembahasan mengenai perkembangan Persija menjadi salah satu topik dalam podcast mingguan ITSMe bersama Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan dan Kesit Budi Handoyo, yang dipandu Gilang Respaty dan Pudila di Studio ITSMe, Sentul, Bogor, 31/08/2026.

Persija sudah memiliki momentum. Tetapi momentum itu belum menjadi jaminan gelar.

Tiga kemenangan telah menjadi modal. Kini Borneo dan Persib menjadi ujian pertama untuk melihat apakah Persija benar-benar siap melangkah dari tim yang menjanjikan menjadi penantang serius gelar Liga Super 2026/2027.