ID EN

Super League 2026/27 Dimulai, Persija Langsung Diuji Borneo FC dan Persib

Kamis, 3 September 2026 | 18:47

Penulis: Rojes Saragih

Super League 2026/27 langsung menghadirkan tantangan besar bagi Persija Jakarta. Kompetisi musim baru mulai bergulir 4 September 2026, sementara Persija akan mengawali perjuangannya sehari kemudian dengan bertandang ke markas Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri.

Laga ini menjadi ujian kompetitif pertama Shin Tae-yong bersama Persija. Tantangannya pun tidak ringan. Borneo merupakan salah satu kekuatan utama musim lalu dan kini kembali memasuki musim baru dengan ambisi besar.

Karena itu, pertandingan di Samarinda akan menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana Persija sudah siap menghadapi kompetisi resmi. Persiapan pramusim tentu memberikan gambaran mengenai skuad dan permainan yang dibangun Shin, tetapi pertandingan resmi memiliki tekanan yang berbeda.

Mampukah Persija Mengawali Super League 2026/27 dengan Hasil Positif?

Jawabannya akan menjadi perhatian besar pada pekan pertama.

Namun, ujian Persija belum selesai. Pada pekan kedua, Macan Kemayoran akan menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno pada 12 September.

Persib merupakan salah satu kekuatan utama di kompetisi dan duel kedua tim selalu memiliki tekanan tersendiri. Bagi Shin Tae-yong, kemenangan atas Persib bisa menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepercayaan terhadap dirinya dan proyek yang sedang dibangun di Persija.

Tetapi mengalahkan Persib jelas bukan pekerjaan mudah. Persib juga memiliki target besar dan tentu akan berusaha mendapatkan hasil maksimal.

Menariknya, Borneo dan Persib sama-sama memiliki agenda di luar Super League 2026/27. Borneo akan tampil di empat kompetisi, yakni Super League, League Cup, ASEAN Club Championship, dan AFC Challenge League. Persib juga harus membagi konsentrasi dengan kompetisi lain.

Jadwal yang padat membuat pengelolaan skuad, kebugaran pemain, dan rotasi menjadi faktor penting. Bagi Persija, situasi tersebut berpotensi menjadi peluang. Namun, peluang itu hanya bisa dimanfaatkan jika Persija sendiri memiliki kesiapan dan kedalaman skuad yang memadai.

Ada pula cerita menarik dari Van Basty Sousa. Setelah musim lalu menjadi bagian dari Persija, gelandang asal Brasil tersebut kini dipinjamkan ke Borneo FC. Musim lalu ia mencatatkan 29 penampilan bersama Persija.

Kini Van Basty justru berada di kubu yang akan menjadi lawan pertama Persija. Bagaimana kiprahnya bersama Borneo? Apakah ia akan memiliki peran ketika menghadapi mantan klubnya?

Selain Persija, Persib dan Borneo, Persebaya Surabaya juga menjadi tim yang menarik untuk diperhatikan. Persebaya memiliki ambisi bersaing di papan atas dan telah menjalani persiapan untuk menghadapi musim baru.

Persaingan Super League 2026/27 pun tidak hanya ditentukan oleh kekuatan skuad di atas kertas. Konsistensi, kedalaman pemain, kemampuan menghadapi jadwal padat, serta bagaimana setiap tim mengelola kompetisi akan menjadi faktor penting sepanjang musim.

Seberapa siap Persija di era Shin Tae-yong? Apakah Borneo mampu kembali bersaing di papan atas? Bisakah Persib mempertahankan levelnya? Dan sejauh mana Persebaya mampu mengganggu persaingan?

Semua pertanyaan tersebut menjadi topik podcast ITSMe bersama pengamat sepak bola Ronny Pangemanan dan Firzie Idris.

Podcast yang direkam di Studio Sentul, Bogor, ini dipandu oleh Raisha dan Gilang Respaty. Pembahasan mengupas kesiapan Persija, Persib, Borneo FC, Persebaya, serta peta persaingan Super League 2026/27.

Bagi Persija, musim baru langsung memberikan dua ujian besar.

Borneo menanti di laga pertama. Persib sudah menunggu pada pekan kedua.

Dua pertandingan yang akan menjadi gambaran awal mengenai kesiapan Persija dan sejauh mana Shin Tae-yong mampu membawa Macan Kemayoran bersaing di Super League 2026/27.