Yamal Pecahkan Rekor Mbappe di Liga Champions di Tengah Persaingan Ballon d'Or
Kamis, 10 September 2026 | 11:35
Penulis: Arif S

Lamine Yamal kembali mencatatkan namanya dalam sejarah Liga Champions. Bintang muda Barcelona memecahkan rekor Kylian Mbappe sebagai pemain remaja dengan kontribusi gol terbanyak dalam sejarah kompetisi elite Eropa.
Rekor itu tercipta ketika Barcelona menghadapi Feyenoord pada laga pembuka fase liga Liga Champions. Yamal berperan dalam tiga gol Barcelona Ketika menang telak 5-1 atas wakil Belanda.
Yamal lebih dulu menjadi kreator untuk gol pembuka Barcelona. Sebelum pertandingan memasuki menit ketiga, pemain Spanyol itu memberikan umpan kepada Raphinha yang kemudian melewati pemain Feyenoord sebelum mencetak gol.
BACA JUGA
Kylian Mbappe Buru Ballon d'Or Pertama, Piala Dunia 2026 Jadi Modal Bersaing
Kisah Mirwan Suwarso yang Rela Berikan Kursi Liga Champions untuk Suporter Como 1907
Kylian Mbappe Jadi Target Penculikan, Tersangka Diduga Kendalikan Jaringan dari Penjara
Memasuki 12 menit terakhir pertandingan, Yamal mencetak gol keempat Barcelona melalui tendangan bebas langsung.
Tak lama berselang, Yamal kembali menunjukkan kemampuan menciptakan peluang. Ia memberikan assist untuk Gabriel Jesus yang mencetak gol kelima Barcelona sekaligus menutup pesta Blaugrana.
Menurut data Opta, dengan tambahan kontribusi itu, Yamal telah terlibat langsung dalam 23 gol di Liga Champions. Rinciannya adalah 12 gol dan 11 assist.
Torehan Yamal melewati rekor Mbappe. Opta mencatat Mbappe mengoleksi 20 kontribusi gol di Liga Champions selama masih berstatus remaja.
Dengan demikian, Yamal menjadi pemain remaja dengan kontribusi gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions.
Pencapaian itu menjadi gambaran lain dari betapa cepatnya pemain Barcelona itu membangun jejaknya di kompetisi Eropa.
Rekor Yamal Tercipta di Tengah Isu Ballon d'Or
Pencapaian Yamal terasa istimewa karena terjadi hanya beberapa jam setelah pernyataannya mengenai persaingan Ballon d'Or.
Nama bintang muda Barcelona itu menjadi salah satu pembicaraan utama dalam perebutan penghargaan individu bergengsi.
Dalam konferensi pers pada Senin, Yamal ditanya peluangnya memenangkan Ballon d'Or. Ia memilih tidak menunjukkan ambisi secara terbuka.
"Saya tidak merasa perlu menyebut diri saya pantas menerima penghargaan itu. Sejujurnya, penghargaan tersebut bukan sesuatu yang sedang saya pikirkan," ujarnya.
Yamal kemudian mengarahkan perhatiannya kepada pencapaian Barcelona dan tim nasional Spanyol.
"Saya bangga dengan tim dan negara saya. Kami sudah menjadi juara dunia, dan bagi saya itu sudah lebih dari cukup. Mengenai penghargaan, biarlah para jurnalis yang menilainya. Saya tidak akan meminta mereka memilih saya," katanya.
Pernyataan Yamal muncul sehari setelah Mbappe berbicara mengenai ambisinya memenangkan Ballon d'Or.
Penyerang Real Madrid itu secara terbuka mengakui Ballon d'Or menjadi salah satu targetnya.
"Saya yakin peluang untuk memenangkannya tahun ini tetap terbuka. Karena itu, saya masih menjadikan penghargaan tersebut sebagai salah satu target saya. Kalau saya bisa menentukan pilihan sendiri, tentu saya akan memilih diri saya," katanya.
Perbedaan sikap keduanya kemudian menjadi bahan pembicaraan. Namun, di atas lapangan Yamal memberikan respons paling efektif dengan menciptakan gol, mencetak gol, dan membantu Barcelona meraih kemenangan besar.
Rekor baru itu mempertegas posisi Yamal sebagai salah satu pemain muda paling produktif dalam sejarah Liga Champions.
Pencapaiannya semakin mencolok karena usianya masih jauh dari fase karier ketika Mbappe mulai membangun reputasi sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!