Manchester United vs Manchester City: Adu Strategi Carrick vs Maresca di Old Trafford
Sabtu, 12 September 2026 | 16:07
Penulis: Arif S

Manchester City bertandang ke Old Trafford dengan modal sempurna, tetapi derby Manchester selalu memiliki cara sendiri untuk menghapus keunggulan di atas kertas. Enzo Maresca akan menjalani ujian pertamanya dalam rivalitas terbesar di Manchester ketika City menghadapi Manchester United dalam lanjutan Premier League 2026-27, Minggu, 13 September.
City memang belum tampil sempurna sejak musim bergulir. Namun, mereka masih memiliki rekor 100 persen berkat tiga kemenangan dari tiga pertandingan Liga Inggris. Di tengah pekan, City mendapat tambahan kepercayaan diri setelah mengawali perjalanan di Liga Champions dengan kemenangan 2-0 atas Porto.
Kini, tantangan berikutnya jauh lebih personal. Old Trafford menanti, dan Maresca untuk pertama kalinya akan merasakan langsung atmosfer derby Manchester sebagai manajer City.
BACA JUGA
MU vs Man City: Mengapa United Punya Peluang Menang Lewat Transisi?
Perebutan Gelar Liga Inggris Memanas, Arsenal dan Manchester City Wajib Sapu Bersih
MU vs City, Ujian Berat Michael Carrick di Derbi Manchester
Manchester United memasuki laga dengan cerita berbeda. Awal musim mereka berjalan naik turun setelah kalah dari Hull City, menang atas Ipswich Town, kemudian gagal mempertahankan keunggulan ketika Everton mencetak gol penyama kedudukan di menit-menit akhir.
Namun, United merespons dengan cara meyakinkan di Liga Champions. Mereka menghancurkan Sabah 4-0 di Old Trafford untuk mengembalikan momentum sebelum menghadapi City.
Masalahnya, United memiliki dua wajah berbeda musim ini. Ketika menyerang, mereka terlihat agresif. Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Bruno Fernandes sudah masuk daftar pencetak gol Premier League.
Statistik tiga pertandingan pertama memperkuat gambaran itu. United melepaskan 68 tembakan, terbanyak di Premier League, sekaligus menghasilkan 7,3 expected goals (xG), angka tertinggi di kompetisi. Mereka juga mencatat 19 tembakan tepat sasaran, jumlah yang hanya disamai City.
Tetapi di sisi lain lapangan, pertahanan United masih menjadi pekerjaan besar. Mereka kebobolan dua gol dalam setiap dari tiga pertandingan Liga Inggris musim ini.
Catatan ini menjadikan derby lebih menarik. United memiliki kekuatan dalam menciptakan peluang, tetapi City datang dengan salah satu penyerang paling berbahaya di dunia.
Erling Haaland sudah mencetak gol pada pertandingan liga terakhir City sebelum menambah dua gol ketika menghadapi Porto.
Derby Manchester telah menjadi panggung yang sangat bersahabat bagi penyerang Norwegia.
Haaland mencetak delapan gol dalam tujuh penampilan Premier League melawan United. Ia bahkan mencetak hat-trick ketika pertama kali menghadapi Setan Merah pada 2022.
Hanya Mohamed Salah dengan 13 gol dan Alan Shearer dengan 10 gol yang memiliki jumlah gol lebih banyak melawan United di Premier League. Menariknya, City selalu memenangi derby ketika Haaland mencetak gol.
United memiliki senjata dalam diri Marcus Rashford. Pemain yang pernah dipinjamkan ke Barcelona itu mencetak gol dalam dua penampilan Premier League terakhirnya menghadapi City, masing-masing ketika membela Setan Merah pada Maret 2024 dan Aston Villa pada April 2025.
Rashford telah mencetak enam gol untuk United saat melawan City. Jika kembali dimainkan, derby kali ini akan menjadi penampilan ke-22 Rashford dalam duel Manchester, menyamai jumlah penampilannya melawan West Ham sebagai lawan paling sering dihadapinya bersama Setan Merah.
Di bawah arahan Michael Carrick, United memiliki alasan untuk percaya diri ketika bermain di Old Trafford. Sejak Carrick menangani klub pada Januari, United memenangi sembilan dari 10 pertandingan kandang Premier League.
Bahkan dalam tiga kemenangan kandang terakhir, United selalu mencetak setidaknya dua gol meski juga kebobolan dua kali. Pertahanan memang belum meyakinkan, tetapi kemampuan mereka menciptakan pertandingan terbuka bisa menjadi ancaman bagi City.
Carrick sudah memiliki pengalaman manis menghadapi City. Pertandingan Premier League pertamanya setelah menduduki manajer United adalah derby di Old Trafford. Hasilnya, United menang 2-0 berkat gol Mbeumo serta Patrick Dorgu.
Kemenangan itu membuka peluang bagi Carrick untuk mencatat sejarah. Jika kembali mengalahkan City, ia menjadi pelatih United ketiga yang memenangkan dua pertandingan liga pertamanya melawan rival sekota setelah A.H. Albut pada 1895 dan John Bentley pada 1913.
Sementara itu, City mengejar start sempurna empat kemenangan dari empat pertandingan Premier League. Jika berhasil, mereka akan mencatat pencapaian untuk ketujuh kalinya, sekaligus menjadi klub dengan jumlah start empat kemenangan terbanyak dalam sejarah Premier League.
Namun, sejarah memberi peringatan. Dari enam kesempatan sebelumnya ketika City memulai musim dengan empat kemenangan, mereka hanya dua kali mengakhiri musim sebagai juara, yaitu pada 2011-12 dan 2023-24.
Derby kali ini akan menjadi penampilan ke-300 Luke Shaw bersama klub jika dimainkan.
Shaw tidak tampil ketika United mengalahkan Sabah. Carrick sebelumnya menjelaskan keputusan itu berkaitan dengan pengaturan menit bermain setelah Shaw mengalami kram saat menghadapi Everton.
Bek kiri itu telah menjadi starter dalam 41 pertandingan Premier League secara beruntun. Harry Maguire menjadi pemain outfield United terakhir yang memiliki rangkaian starter lebih panjang, yaitu 72 pertandingan periode Agustus 2019-Mei 2021.
Di atas kertas, City sedikit lebih diunggulkan. Superkomputer Opta memberikan peluang kemenangan 44,2 persen untuk tim Maresca, sedangkan United memiliki peluang 31,6 persen. Kemungkinan laga berakhir imbang berada di angka 24,2 persen.
Namun derby Manchester bukan sekadar pertarungan angka. City datang dengan rekor sempurna dan Haaland sedang panas. Di sisi rival, United memiliki Old Trafford, lini serang produktif, serta pengalaman Carrick dalam menaklukkan rival sekota.
Bagi Maresca, pertandingan ini menjadi kesempatan pertama untuk membuktikan apakah City benar-benar siap mempertahankan start sempurna mereka ketika tekanan derby mulai berbicara.
Bagi Carrick, laga ini adalah peluang untuk menunjukkan masalah di lini belakang tidak harus menghalangi mereka kembali menjadi kekuatan yang ditakuti di Manchester.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!