ID EN

Inggris vs Spanyol: Duel Harry Kane vs Lamine Yamal di UEFA Nations League

Jumat, 25 September 2026 | 16:09

Penulis: Arif S

Kapten Timnas Inggris Harry Kane
Kapten Timnas Inggris Harry Kane. . Foto: Antara/X/FifaWorldCup

Inggris akan menjamu Spanyol pada laga pembuka UEFA Nations League 2026-27 di Wembley, Minggu 26 September WIB. Wembley akan menjadi panggung bagi Inggris setelah perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berakhir dengan rasa pahit. 

The Three Lions sempat berada di jalur menuju Final Piala Dunia 2026 sebelum Argentina membalikkan keadaan di semifinal, dan harus puas merebut medali perunggu setelah mengalahkan Prancis 6-4.

Kini, Thomas Tuchel membawa Inggris kembali ke pertandingan besar. Spanyol, Juara Piala Dunia 2026 sudah menunggu di Wembley.

Duel ini lebih dari sekadar pertandingan pertama Inggris di UEFA Nations League. Setelah kritik menyusul kekalahan dari Argentina, Tuchel mendapat kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan sekaligus mengukur seberapa jauh perkembangan timnya setelah Piala Dunia.

Inggris kembali ke League A setelah sempat terdegradasi ke League B pada edisi 2022-23. Pada 2024-25, mereka bangkit dan promosi kembali setelah meraih lima kemenangan dari enam pertandingan.

Di bawah Tuchel, Inggris memiliki capaian kemenangan tinggi. Sang pelatih mencatat 17 kemenangan dari 22 pertandingan, dengan dua hasil imbang dan tiga kekalahan.

Spanyol Bukan Lawan Asing Bagi Inggris

Ujian Inggris kali ini datang dari Spanyol, tim dengan reputasi berbeda. Spanyol membawa catatan 38 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi. Pada periode itu, mereka mencatat 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang.

Spanyol bukan lawan asing bagi Inggris. Kedua tim terakhir bertemu pada final Euro 2024, saat La Roja menang 2-1 di Berlin. 

Dalam dua pertemuan Nations League pada 2018, Spanyol menang 2-1 di Wembley, tetapi Inggris membalasnya dengan kemenangan 3-2 di Seville. 

Kali ini, Tuchel harus menghadapi situasi skuad tidak ideal. Sejumlah pemain mundur karena cedera, termasuk Tino Livramento, Kobbie Mainoo, Cole Palmer, Marcus Rashford, dan Declan Rice. James Garner dan Morgan Gibbs-White kemudian dipanggil sebagai pengganti. 

Kehadiran Gibbs-White menjadi menarik karena gelandang Nottingham Forest itu mendapat kesempatan masuk skuad setelah sebelumnya tidak ikut Piala Dunia. 

Pemain itu memiliki produktivitas tinggi bersama klub dan kini berpeluang menunjukkan kemampuannya di level internasional.

Harry Kane dan Lamine Yamal Jadi Pusat Perhatian

Di tengah perubahan itu, Jude Bellingham tetap menjadi salah satu pusat perhatian. Gelandang Real Madrid itu mencetak tujuh gol dalam 10 penampilan bersama Inggris sepanjang 2026, sebuah catatan produktif untuk pemain dari lini tengah.

Bellingham kembali diproyeksikan berduet dengan Harry Kane. Kapten Inggris menghadapi salah satu pertandingan besar lain dalam persaingan individu. 

Di kubu Spanyol ada Lamine Yamal, bintang Barcelona yang juga menjadi salah satu nama utama dalam perebutan penghargaan Ballon d'Or.

Spanyol datang dengan kekuatan ofensif sekaligus pengalaman di turnamen besar. Mikel Oyarzabal menjadi perhatian setelah tampil produktif bersama La Roja. 

Dalam 25 penampilan internasional terakhirnya, penyerang Real Sociedad itu terlibat langsung dalam 26 gol melalui 19 gol dan tujuh assist.

Oyarzabal memiliki memori khusus saat menghadapi Inggris. Ia mencetak gol kemenangan Spanyol pada final Euro 2024.

Spanyol juga berpengalaman di Nations League. Mereka mencapai tiga dari empat final terakhir, dengan satu gelar pada 2022-23 setelah mengalahkan Kroasia melalui adu penalti. 

Pada edisi 2024-25, mereka kembali mencapai final sebelum kalah dari Portugal melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir 2-2.

Bagi Inggris, pertandingan ini menjadi kesempatan menguji perkembangan tim setelah Piala Dunia. 

Tuchel bukan hanya membutuhkan hasil, tetapi juga membutuhkan gambaran tentang kemampuan skuadnya menghadapi tim dengan kualitas dan pengalaman seperti Spanyol.

Pertandingan itu juga menjadi awal perjalanan Inggris di League A Grup 3. Setelah menghadapi Spanyol, Inggris dijadwalkan bertandang melawan Republik Ceko pada 29 September, kemudian menghadapi Kroasia dan kembali menjamu Republik Ceko pada awal Oktober. 

Prediksi Inggris vs Spanyol

Di atas kertas, pertandingan Inggris vs Spanyol akan berlangsung sengit karena kedua tim memiliki kekuatan relatif berimbang. d terlihat sangat sulit diprediksi karena kekuatan kedua tim nyaris berimbang.

Superkomputer Opta memprediksi berdasarkan 10.000 simulasi sebelum pertandingan. Inggris diprediksi meraih kemenangan dalam 33,6 persen simulasi, sementara Spanyol menang dalam 40,2 persen. Adapun 26,2 persen simulasi lainnya berakhir imbang.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!