John Herdman Bicara Starting XI Timnas Indonesia yang Diisi Pemain Diaspora
Sabtu, 26 September 2026 | 14:00
Penulis: Arif S

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan Starting XI Timnas Indonesia yang diisi Pemain Diaspora tidak mengubah identitas skuad Garuda karena membawa nama Indonesia. Susunan pemain itu dipilih Herdman saat mengalahkan Singapura 2-0 pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Starting XI Timnas Indonesia saat menghadapi Singapura diisi Maarten Paes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Dean James, Joey Pelupessy, Luke Vickery, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny dan Mitchell Lee Baker.
Usai pertandingan, Herdman mendapat pertanyaan mengenai tidak adanya pemain kelahiran Indonesia dalam susunan starter. Pelatih berusia 51 tahun menegaskan tidak ada perbedaan antara pemain lokal dan diaspora ketika semuanya mengenakan seragam Timnas Indonesia.
BACA JUGA
FIFA ASEAN Cup 2026: Herdman Waspadai Singapura, Gavin Lee Akui Indonesia Lebih Kuat
FIFA ASEAN Cup 2026: Herdman Bangga Indonesia Tekuk Singapura, Romeny Kembali Cetak Gol
Peta Kekuatan Tiga Lawan Timnas Indonesia di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
"Saya pikir tidak ada perbedaan antara pemain lokal. Tidak ada pemain lokal, tidak ada diaspora. Kami adalah Indonesia. Kami mewakili bendera, kami menyanyikan lagu kebangsaan, dan kami berdiri bersama setiap saat," ujar Herdman.
Bagi Herdman, keputusan memilih pemain bukan didasarkan pada tempat kelahiran. Ia lebih melihat kesiapan dan keinginan setiap pemain untuk memberikan kemampuan terbaik ketika mendapat kesempatan membela Tim Garuda.
Menurutnya, para pemain terpilih merupakan sosok yang bersedia menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari tim nasional. Mereka harus siap bekerja keras sejak pertandingan dimulai hingga peluit akhir.
Pandangan itu juga berlaku bagi pemain diaspora maupun naturalisasi. Herdman menilai penggunaan istilah lokal dan diaspora tidak semestinya menjadi pembeda bagi pemain ketika sudah berada di dalam skuad Indonesia.
“Ini adalah susunan pemain yang ingin mewakili negara ini, yang bersedia naik pesawat dan bekerja keras, melakukan tekel 50-50, bermain dengan semangat, api, dan hati untuk para suporter di sini," tegasnya.
Herdman mengingatkan pertanyaan mengenai komitmen seorang pemain baru relevan apabila performanya menunjukkan kurangnya perjuangan di lapangan. Bagi dia, ukuran utama bukan asal-usul pemain, melainkan kontribusi ketika mengenakan seragam Garuda.
"Orang-orang ini sekarang adalah orang Indonesia. Mereka senang bermain untuk kalian. Dan ketika mereka mulai menghindari tekel, ketika mereka berhenti berlari dalam pertandingan, barulah Anda bisa mempertanyakan hal itu," katanya.
Pernyataan itu datang setelah Indonesia melewati laga pembuka FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan. Ragnar Oratmangoen membuka skor di menit ke-13 sebelum Ole Romeny menggandakan keunggulan melalui penalti di menit ke-74.
Hasil itu menjadi modal bagi Indonesia dalam persaingan Grup A. Skuad Garuda kini bersiap menghadapi Malaysia pada pertandingan berikutnya di SUGBK, Senin 28 September.
Bagi Herdman, pertandingan itu kembali menjadi kesempatan bagi seluruh pemain untuk menunjukkan kontribusi mereka bagi Indonesia. Komposisi pemain dapat berubah, tetapi pesan sang pelatih tetap sama. Siapa pun yang mengenakan seragam Garuda memiliki tanggung jawab untuk berjuang bersama.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!