ID EN

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Emas Kedua Asian Games, Lengkap dengan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 10:56

Penulis: Respaty Gilang

Rahmat Erwin Abdullah
Rahmat Erwin Abdullah.. Foto: AntaraNews

Nama Rahmat Erwin Abdullah kembali berada di posisi teratas panggung olahraga Asia. Tiga tahun setelah meraih medali emas di Hangzhou, China, Lifter Indonesia itu kembali mengulang kesuksesannya pada Asian Games 2026 di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang.

Kali ini, Rahmat tampil di kelas 75 kilogram putra. Sebelumnya, ia berjaya di kelas 73 kilogram putra saat Asian Games 2022 yang pelaksanaannya tertunda hingga 2023 akibat pandemi.

Perubahan kelas tersebut tidak menghalangi Rahmat untuk kembali menunjukkan konsistensinya. Ia bukan hanya mengamankan emas, tetapi juga mempersembahkan catatan istimewa dengan memecahkan rekor dunia.

Dari dua penampilan di Asian Games, Rahmat kini telah mengoleksi dua medali emas. Namun, pencapaiannya di Nagoya terasa lebih spesial karena dibarengi torehan dua rekor dunia.

Rahmat mencatat rekor dunia clean and jerk kelas 75 kilogram putra dengan angkatan 206 kilogram. Ia juga menjadi pemegang rekor dunia total angkatan setelah membukukan 366 kilogram.

Persaingan di kelas tersebut berlangsung ketat. Lifter Korea Utara Ri Chong-song bahkan lebih dulu membuat rekor dunia pada nomor snatch dengan angkatan 162 kilogram.

Namun, catatan tersebut belum mampu mengantarkan Ri ke posisi teratas. Total angkatannya masih berada di bawah Rahmat dan lifter Thailand, Weeraphon Wichuma. Ri juga gagal menyamai catatan kedua pesaingnya pada sesi clean and jerk.

Hasil akhir menempatkan Rahmat sebagai peraih medali emas, diikuti Weeraphon dengan medali perak dan Ri Chong-song yang membawa pulang perunggu.

Persaingan di kelas 75 kilogram memang berlangsung sengit. Sejumlah rekor dunia dan rekor Asian Games silih berganti tercipta sepanjang perlombaan.

Pada sesi snatch, tercatat dua kali pemecahan rekor dunia serta satu rekor Asian Games. Ri Chong-song dan Weeraphon Wichuma secara bergantian menjadi pencetak rekor pada nomor tersebut.

Persaingan semakin panas ketika memasuki sesi clean and jerk dan total angkatan. Masing-masing nomor mencatat lima kali pemecahan rekor dunia, termasuk torehan Rahmat yang masing-masing terjadi dua kali pada clean and jerk dan total angkatan.

Pernah Gagal ke Olimpiade

Sebelum tampil di Asian Games 2022, Rahmat sebenarnya sudah lebih dulu menunjukkan kualitasnya di level dunia.

Pada 9 Desember 2022 di Bogota, Kolombia, ia memecahkan rekor dunia sekaligus rekor Asia untuk nomor clean and jerk dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022.

Saat itu, Rahmat mengangkat beban seberat 200 kilogram. Catatan tersebut lebih berat satu kilogram dibandingkan rekor sebelumnya milik lifter China, Shi Zhiyong, yang dibuat pada Kejuaraan Dunia 2021 di Tashkent, Uzbekistan.

Namun, perjalanan Rahmat menuju Olimpiade Paris 2024 tidak berjalan sesuai harapan. Ia secara mengejutkan gagal lolos ke pesta olahraga terbesar dunia tersebut setelah kalah bersaing dengan Rizki Juniansyah di kelas 73 kilogram putra.

Rizki saat itu tampil impresif dengan meraih kemenangan pada Piala Dunia Angkat Besi 2024 di Phuket, Thailand. Aturan kualifikasi Olimpiade 2024 juga tidak memungkinkan dua lifter dari negara yang sama tampil di kelas yang sama.

Padahal, Rahmat tetap menunjukkan performa kompetitif di Phuket dengan meraih medali perak dan perunggu.

Alhasil, ia harus menyaksikan Olimpiade Paris 2024 dari luar arena. Padahal, pada Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021, Rahmat berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia.

Di Paris, Rizki kemudian sukses meraih medali emas. Torehan tersebut menjadi salah satu dari dua emas Indonesia pada Olimpiade 2024, bersama medali emas dari cabang olahraga panjat tebing.

Kini, Rahmat menjawab kekecewaan tersebut dengan prestasi di Asian Games 2026. Medali emas dari angkat besi menjadi emas kedua Indonesia pada ajang tersebut setelah sebelumnya tim beregu putra bulu tangkis mengakhiri penantian selama lima hari.

Bagi angkat besi Indonesia, emas Rahmat juga menambah koleksi gelar juara di Asian Games. Salah satu emas sebelumnya dipersembahkan legenda angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, yang menjadi juara kelas 62 kilogram pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

Bangkit dan Jadi Inspirasi

Perjalanan Rahmat menuju podium tertinggi di Nagoya tidak lepas dari kegagalan menembus Olimpiade Paris 2024. Namun, ia mampu menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan bakar untuk kembali berprestasi.

Setelah gagal tampil di Paris, Rahmat bangkit dengan meraih medali emas kelas 73 kilogram pada Kejuaraan Asia 2025. Ia kemudian kembali menjadi juara dengan merebut emas kelas 88 kilogram putra pada SEA Games 2025 di Thailand.

Setahun berselang, Rahmat kembali membuktikan kemampuannya di panggung Asia. Kali ini, ia menjadi juara kelas 75 kilogram putra pada Asian Games 2026 sekaligus mencetak dua rekor dunia.

Konsistensi tersebut menjadi gambaran perjalanan panjang Rahmat sebagai atlet. Ia telah melewati berbagai kompetisi internasional sejak usia muda dan mengoleksi sejumlah prestasi penting, termasuk medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 dan 2022.

Lifter kelahiran 13 Oktober 2000 itu menjalani debut internasional pada Kejuaraan Dunia Junior 2017 di Bangkok, Thailand. Saat itu, Rahmat masih bertanding di kelas 69 kilogram.

Pengalaman panjang di berbagai kompetisi turut membentuk mental bertandingnya. Selain faktor latihan dan pengalaman, lingkungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Rahmat.

Rahmat merupakan putra tunggal Erwin Abdullah, mantan lifter Indonesia yang meraih medali perak Asian Games 2002. Sang ibu, Ami Asun Budiono, juga pernah menjadi lifter nasional dan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 1995.

Tidak mengherankan jika keluarga menjadi sosok yang memiliki tempat khusus dalam setiap pencapaian Rahmat.

Setelah mempersembahkan emas kedua bagi Indonesia Di Asian Games 2026, Rahmat secara khusus mendedikasikan keberhasilannya untuk orang-orang terdekat.

"Untuk anak, istri, dan orang tua di rumah," ujarnya kepada awak media.

Kemenangan di Nagoya menjadi penanda lain dari perjalanan karier Rahmat Erwin Abdullah. Setelah melewati kegagalan menuju Olimpiade Paris, ia kembali berdiri di podium tertinggi dengan membawa pulang emas sekaligus dua rekor dunia.

Pencapaian tersebut juga menjadi suntikan motivasi bagi kontingen Indonesia lainnya yang masih berjuang di Asian Games 2026 untuk mengikuti jejak prestasi Rahmat.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!