Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Waspadai Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Rabu, 30 September 2026 | 08:00
Penulis: Arif S

Timnas Indonesia menjadi sorotan setelah menuai hasil imbang tanpa gol melawan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengingatkan tekanan dan kritik merupakan bagian dari sepak bola, sehingga skuad Garuda perlu segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya melawan Bangladesh.
Indonesia bermain 0-0 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin 28 September. Dengan hasil itu, Indonesia harus memaksimalkan pertandingan terakhir untuk menjaga Peluang Lolos ke babak final.
Erick menilai kritik bukan hanya dirasakan Timnas Indonesia. Pelatih dan tim lain dalam persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 juga menghadapi tekanan serupa ketika hasil di lapangan tidak sesuai harapan.
BACA JUGA
Timnas Indonesia Ditahan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Minta Fokus ke Bangladesh
Indonesia Tahan Malaysia, Herdman Sebut Kartu Merah Thom Haye Sebagai Momen Penting
Penjualan Tiket FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka, Cek Harga dan Cara Beli
“Saya rasa ya kembali. Kalau kita lihat pelatih Thailand, pelatih Malaysia, pelatih Vietnam pasti juga penuh kritik. Memang sepak bola seperti itu, cukup kejam,” ujarnya di Bandung, Selasa.
Karena itu, Erick meminta para pemain tidak terjebak dalam sorotan setelah hasil imbang melawan Malaysia. Fokus berikutnya adalah Bangladesh, lawan Indonesia pada pertandingan terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis 1 Oktober malam.
Bangladesh tetap harus dihadapi dengan serius. Erick mengingatkan pertandingan itu memiliki arti penting bagi peluang Indonesia untuk mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026.
“Artinya, Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Timnas harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya,” kata Erick.
Indonesia masih memiliki peluang untuk melanjutkan perjalanan di turnamen. Erick meminta skuad Garuda terus berjuang sampai pertandingan terakhir.
“Masih ada peluang. Dengan segala risiko, harus berjuang. Namanya berjuang ya seperti ini, ngos-ngosan, tidak mudah,” katanya.
Laga melawan Malaysia berlangsung dalam situasi sulit bagi Indonesia. Tim Garuda harus bermain dengan 10 pemain sejak Thom Haye menerima kartu merah di menit ke-37.
Kondisi itu membawa Indonesia berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan, terutama ketika Malaysia meningkatkan intensitas permainan di babak kedua. Namun, pertahanan Indonesia mampu menjaga gawang tetap tidak kebobolan hingga laga berakhir.
Erick memberikan apresiasi kepada para pemain atas upaya mereka bertahan dalam situasi sulit. Menurutnya, perjalanan panjang menuju pertandingan dan kondisi di lapangan tidak mengurangi semangat para pemain untuk memberikan kemampuan terbaik.
“Kalau saya lihat dalam konteks yang saya lihat kemarin, dengan pemain kurang satu, pemain-pemain harus kita apresiasi. Mereka terbang jauh, bertanding jauh, dan memberikan kekuatan semaksimal mungkin,” kata Erick.
Pertandingan melawan Bangladesh menjadi panggung berikutnya bagi Indonesia untuk menjaga asa di FIFA ASEAN Cup 2026.
Tekanan akan tetap ada, tetapi bagi Erick, fokus utama skuad Garuda adalah memberikan kemampuan maksimal sebelum menunggu Hasil Pertandingan lain menentukan perjalanan mereka.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!