ID EN

Sade Mulai Bangkit, Kemenpar Beri Bantuan Modal Kerja UMKM hingga Promosi Wisata

Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:45

Penulis: Arif S

Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB
Arsip - Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis 27 Agustus 2026. . Foto: Antara Foto/Ahmad Subaidi

Upaya memulihkan Dusun Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih terus dilakukan pasca kebakaran pada 22 Agustus 2026. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak hanya ikut mendorong pembangunan kembali kawasan terdampak, tetapi juga membantu warga menghidupkan kembali mata pencaharian mereka.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyerahkan bantuan pemulihan usaha secara simbolis di Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar, Rabu 30 September 2026.

Bagi masyarakat Sade, pemulihan ekonomi menjadi bagian penting dari proses bangkit setelah kebakaran. Saat pembangunan fisik kawasan mulai berjalan, warga juga membutuhkan dukungan agar bisa kembali memproduksi barang, menjalankan usaha, dan memperoleh penghasilan.

Menpar mengatakan pemulihan Sade tidak bisa hanya berfokus pada pembangunan kembali bangunan terdampak. Kehidupan dan penghidupan masyarakat harus ikut dipulihkan agar roda ekonomi dapat kembali bergerak.

“Bangunan fisik Sade sedang dibangun kembali melalui semangat gotong royong yang sangat kuat. Tetapi pada saat yang sama, ekonomi masyarakat juga harus terus bergerak. Karena itu, bantuan Kementerian Pariwisata kami arahkan terutama untuk membantu warga kembali bekerja, kembali memproduksi, dan kembali memperoleh penghasilan,” ujarnya dalam acara “Simbolis Penyerahan Bantuan Desa Sade” di Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar.

Bantuan usaha yang diberikan meliputi 15 unit alat tenun gedogan senilai Rp52,5 juta, modal kerja bagi 69 UMKM senilai Rp517,5 juta, 70 paket bahan baku tenun senilai Rp140 juta, serta 43 paket alat kerajinan non-tenun senilai Rp107,5 juta.

Total bantuan usaha dan alat kerja mencapai Rp817,5 juta. Dukungan itu diharapkan membantu pelaku usaha Sade kembali menjalankan aktivitas produksi, terutama kerajinan tenun dan produk lokal lain.

Pemulihan tidak berhenti pada bantuan peralatan dan modal. Kemenpar juga menyiapkan penguatan kapasitas pemandu lokal, terutama dalam aspek keselamatan, penyampaian informasi selama proses rekonstruksi, dan pelayanan wisata.

Promosi dan relaunching aktivitas wisata Sade selama dan setelah rekonstruksi menjadi bagian dari dukungan. Pemerintah mendorong penyusunan katalog produk, penguatan branding produk asal Sade, dan pemasaran digital.

Jika digabungkan, keseluruhan dukungan Kementerian Pariwisata untuk pemulihan Sade mencapai Rp1 miliar.

Sade Dibangun Kembali Lebih Baik

Pemerintah daerah memastikan proses rekonstruksi Sade tidak sekadar mengembalikan kondisi kawasan seperti sebelum kebakaran. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi NTB Lalu Faozal mengatakan pembangunan kembali telah dimulai dengan memperhatikan arahan Menpar dalam rapat koordinasi pertama pascakebakaran.

Sejumlah aspek menjadi perhatian mulai dari ketersediaan alat pemadam kebakaran hingga penataan jaringan listrik di bawah tanah. Perbaikan sanitasi dan drainase juga masuk dalam rencana pembangunan kembali.

Langkah itu diarahkan untuk membuat Sade lebih tangguh menghadapi risiko bencana tanpa menghilangkan karakter dan identitas budaya masyarakat Sasak.

Koordinasi pemerintah untuk pemulihan Sade telah berlangsung sejak akhir Agustus. Dalam kunjungannya pada 27 Agustus 2026, Menpar meninjau kawasan terdampak dan berdialog dengan masyarakat.

Pemerintah daerah menegaskan proses pemulihan tetap harus berjalan seiring dengan upaya menjaga karakter budaya masyarakat Sasak.

Kepala Dusun Sade, Endap, mengatakan musyawarah warga terdampak menghasilkan komitmen agar proses rekonstruksi menjadi kesempatan untuk membangun Sade menjadi lebih baik.

Menurutnya, konsep “Sade yang lebih baik” tidak hanya berkaitan dengan bangunan fisik. Tata kelola destinasi juga perlu diperkuat agar Sade tetap menjadi ruang hidup masyarakat sekaligus Destinasi Wisata budaya berkelanjutan.

Ekonomi Warga Kembali Bergerak

Ketua Pokdarwis Dusun Sade, Sanah Ardinata mengapresiasi perhatian Kemenpari sejak musibah terjadi hingga memasuki tahap pemulihan ekonomi.

“Ibu Menteri adalah pejabat pusat yang pertama hadir dengan perhatian penuh dan membicarakan nasib Sade. Itu saja kami sudah senang, karena mendapat perhatian pemerintah. Hari ini kami kembali menerima bantuan agar kami dapat berusaha dan ekonomi masyarakat bisa hidup kembali. Senangnya kami bertambah-tambah. Matur Agung Tampi Asih,” kata Sanah.

Bagi warga, bantuan itu menjadi bagian dari proses untuk mengembalikan aktivitas ekonomi sekaligus mempersiapkan Sade menerima wisatawan kembali. 

Pemulihan usaha masyarakat menjadi penting karena sektor pariwisata dan kerajinan selama ini berjalan beriringan dengan kehidupan sehari-hari warga.

Menpar berharap bantuan itu menjadi jembatan antara fase tanggap darurat, rekonstruksi, dan kebangkitan kembali aktivitas ekonomi serta pariwisata Sade.

“Kita ingin Sade kembali hidup, kembali menerima wisatawan, dan kembali menjadi tempat masyarakat mencari penghidupan. Tetapi yang paling penting, Sade harus bangkit tanpa kehilangan karakter dan jati dirinya,” kata Menpar.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!