ID EN

John Herdman Bongkar Rahasia Sukses Adu Penalti Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 | 09:00

Penulis: Arif S

Selebrasi Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks
Selebrasi Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks usai mencetak gol ke gawang Thailand dalam adu penalti pada final FIFA ASEAN Cup 2026. . Foto: Antara Foto/M Risyal Hidayat

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman tidak memilih penendang penalti berdasarkan nama besar atau posisi bermain pada Final FIFA ASEAN CUP 2026 melawan Thailand. Herdman menaruh kepercayaan kepada pemain paling klinis selama sesi latihan.

Strategi pelatih asal Inggris itu membuahkan hasil. Indonesia menaklukkan Thailand 4-2 melalui adu penalti setelah pertandingan final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, berakhir imbang 2-2.

Dari lima penendang Indonesia, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama menjadi empat pemain yang disebut Herdman. Keempat pemain itu menuntaskan tugasnya dengan baik dan membawa Garuda meraih gelar juara.

Herdman mengatakan daftar penendang sudah dipersiapkan sebelum pertandingan. Tim pelatih terlebih dahulu menganalisis kemampuan penyelesaian akhir para pemain selama masa persiapan.

"Mereka yang akhirnya menjadi penendang adalah pemain yang tampil paling klinis dalam masa persiapan," ujar Herdman dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Menurut Herdman, latihan menjadi dasar penting dalam menentukan siapa yang akan maju ke titik putih. Pemain dengan ketenangan dan akurasi saat latihan mendapatkan kepercayaan lebih besar ketika situasi pertandingan memaksa laga ditentukan melalui adu penalti.

"Para pemain ini sangat klinis dalam penyelesaian akhir saat latihan kemarin," katanya.

Menariknya, para pemain depan tidak masuk dalam daftar awal penendang. Herdman menjelaskan keputusan itu diambil karena beberapa penyerang belum menunjukkan kepercayaan diri ketika menjalani latihan penalti.

Bagi Herdman, penalti menuntut kesiapan mental sekaligus teknik. Karena itu, ia tidak ingin memaksakan pemain hanya berdasarkan reputasi atau posisi aslinya di lapangan.

Ketika seorang pemain tidak mampu mengeksekusi penalti dengan baik dalam latihan, kesempatan otomatis diberikan kepada pemain lain yang sedang berada dalam performa lebih meyakinkan.

Prinsip itu membawa hasil ketika final benar-benar memasuki babak adu penalti. Para pemain pilihan Herdman mampu menjaga ketenangan di tengah tekanan besar di hadapan pendukung Indonesia.

"Kami selalu berlatih untuk situasi seperti ini dan latihan akhirnya membuahkan hasil," katanya.

Keberhasilan Indonesia mengatasi Thailand juga tidak lepas dari faktor lain. Herdman menilai final ditentukan momentum, mentalitas, semangat, serta kegigihan kedua tim untuk menjadi juara.

Dalam kondisi seperti itu, keputusan memilih eksekutor berdasarkan hasil latihan menjadi salah satu bagian penting dari strategi Indonesia. Bukan sekadar siapa paling terkenal, tetapi siapa paling siap ketika kesempatan datang.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!