Jalur Pendakian Senaru Gunung Rinjani Kembali Dibuka, Lima Jalur Bisa Dilewati
Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:00
Penulis: Arif S

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat kembali membuka jalur pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara, mulai 3 Oktober 2026 setelah sebelumnya ditutup sementara akibat Kebakaran Hutan. Ini menjadi kabar baik bagi pendaki yang ingin menjelajahi Gunung Rinjani.
Pembukaan jalur dilakukan setelah proses pemadaman, evaluasi, dan asesmen bersama sejumlah pemangku kepentingan. Balai TNGR memastikan kondisi kawasan sudah cukup aman untuk kembali menerima pengunjung.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardiarsito mengatakan keputusan diambil setelah api dipastikan padam serta sarana dan prasarana pendakian diperiksa untuk memastikan keamanan pengunjung.
BACA JUGA
Melihat Rinjani dari Banyak Arah, Destinasi Non-Pendakian yang Mulai Mencuri Perhatian
Pendakian Rinjani via Torean dan Senaru Ditutup, Ini Alternatif bagi Pendaki
Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Terbatas, Booking Online Dihentikan Sementara
"Para wisatawan yang akan melakukan pendakian bisa melakukan registrasi secara online melalui Aplikasi eRinjani," ujarnya.
Dengan kembali beroperasinya jalur Senaru, lima jalur pendakian wisata di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani kembali dibuka. Selain Senaru, pendaki dapat memilih jalur Sembalun, Tibanuh, Tetebatu, dan Aik Berik.
"Saat ini ada lima jalur pendakian yang dibuka," katanya.
Sebelumnya, aktivitas pendakian di jalur Senaru dan Torean sempat dihentikan setelah kebakaran hutan melanda kawasan tersebut. Api membakar sejumlah jenis vegetasi, mulai dari cemara gunung, semak belukar, perdu, rumput, savana pegunungan, dedaunan kering hingga vegetasi bawah lainnya.
Kebakaran terjadi di kawasan Bukit Setampol, Resor Torean, Gunung Rinjani, Lombok, pada Selasa, 22 September 2026. Kondisi itu ditangani melalui proses pemadaman dan pemantauan agar api tidak kembali menyebar.
Berdasarkan pemantauan sementara hingga 29 September 2026, luas kawasan terdampak diperkirakan mencapai 1.098,75 hektare. Meski demikian, tidak ditemukan titik api baru maupun perluasan kebakaran.
Balai TNGR akan memperbarui data berdasarkan hasil pemantauan lapangan, dokumentasi drone, serta verifikasi batas kawasan terdampak.
"Angka masih estimasi sementara dan akan diperbarui berdasarkan pemantauan lapangan, dokumentasi drone, dan verifikasi batas areal," katanya.
Meski jalur Senaru sudah dibuka, kewaspadaan tetap menjadi perhatian. Petugas masih melakukan pemantauan dan patroli untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api di kawasan terdampak.
"Tim tetap siaga antisipasi penyalaan kembali. Pengawasan diperkuat via patroli dan pemeriksaan barang bawaan," katanya.
Bagi pendaki, pembukaan kembali jalur Senaru menjadi kesempatan untuk kembali menikmati salah satu rute populer menuju Gunung Rinjani. Namun, kepatuhan terhadap aturan taman nasional tetap menjadi bagian penting dari perjalanan.
Registrasi pendakian dapat dilakukan melalui aplikasi eRinjani. Dengan lima jalur kembali beroperasi, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk menjelajahi kawasan Gunung Rinjani, sembari tetap memperhatikan ketentuan keselamatan dan perlindungan lingkungan.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!