Keputusan Jon Rahm Tinggalkan LIV Golf Bisa Picu Eksodus Pegolf Ternama
Jumat, 9 Oktober 2026 | 17:11
Penulis: Arif S

Keputusan Jon Rahm meninggalkan LIV Golf berpotensi menjadi awal dari eksodus sejumlah pegolf ternama dari liga yang tengah berjuang mempertahankan kelangsungan bisnisnya. Setelah tiga musim berkompetisi dengan memisahkan diri dari PGA Tour, juara dua turnamen mayor itu menolak bergabung dengan format baru bernama LIV Golf 2.0.
Kepastian mengenai keputusan Rahm disampaikan pengacaranya, John Beck, dalam sidang kebangkrutan LIV Golf pada Rabu. Menurut Beck, kliennya telah mempelajari proposal terbaru liga, tetapi menilai persyaratannya tidak sesuai dengan keinginannya.
"Rahm telah meninjau persyaratan yang diusulkan untuk LIV 2.0 dan memutuskan persyaratan itu tidak dapat diterimanya. Karena itu, ia tidak akan berpartisipasi dalam LIV 2.0 ke depannya," ujar Beck.
BACA JUGA
Jakarta Jadi Ajang Pembuktian Comeback Pegolf Anthony Kim
Pendanaan Saudi Disebut Segera Berakhir, Masa Depan LIV Golf Terancam?
LIV Golf Dapat Komitmen Pembiayaan 300 Juta Dolar AS untuk Selamatkan Musim 2027
Kepergian Rahm menjadi pukulan bagi LIV Golf. Pegolf Spanyol merupakan salah satu nama terbesar di liga sejak bergabung pada akhir 2023. Ia juga mendominasi persaingan individu dengan meraih tiga gelar juara musim secara beruntun.
Laporan terbaru menyebut Rahm termasuk kreditur terbesar LIV Golf dalam proses kebangkrutannya, dengan tagihan pembayaran yang belum terselesaikan.
LIV Golf 2.0 Menunggu Komitmen Para Pemain
Setelah keputusan Rahm terungkap, perhatian tertuju kepada pemain lain yang masih mempertimbangkan tawaran LIV Golf 2.0.
Sejumlah pemain mendapat perpanjangan waktu hingga 25 Oktober untuk menentukan sikap.
Jumlah pegolf yang bersedia bertahan menjadi salah satu faktor penting bagi kelanjutan rencana pendanaan dan penyelenggaraan musim berikutnya.
BC Partners sebelumnya meminta jaminan komitmen terkait jumlah pemain. Syarat awal itu berkaitan dengan sekitar separuh pemain yang tercantum dalam dokumen kebangkrutan, termasuk ketentuan nilai klaim dari pemain berkomitmen.
Rencana LIV Golf 2.0 mencakup 10 turnamen musim depan, masing-masing dengan 75 pemain. Namun, penyusunan ulang kompetisi ini belum sepenuhnya aman karena ketidakpastian mengenai siapa saja yang bersedia mengikuti liga.
Legion XIII yang dipimpin Rahm terancam kehilangan arah. Tyrrell Hatton, Tom McKibbin, dan Caleb Surratt belum menyatakan komitmen untuk mengikuti LIV Golf 2.0. Tanpa sang kapten, masa depan tim ikut dipertanyakan.
Sergio Garcia dan David Puig Mulai Membuka Jalan Keluar
Sergio Garcia berada dalam situasi menguntungkan setelah pengacaranya berhasil menghentikan kontrak LIV Golf melalui proses hukum. Pegolf Spanyol itu kini lebih leluasa dalam mengevaluasi pilihan, termasuk kemungkinan bergabung kembali dengan LIV Golf 2.0.
Garcia belum sepenuhnya menutup pintu untuk bertahan. Namun, ia telah menyampaikan rencana untuk lebih sering tampil di DP World Tour, sembari membuka kemungkinan kembali ke PGA Tour apabila kesempatan itu terbuka.
Rekan setim Garcia di Fireballs, David Puig sudah memutuskan tidak akan bermain di LIV Golf 2.0. Dalam wawancara dengan AS di Madrid, ia menggambarkan kondisi para pemain saat ini sebagai masa menunggu keputusan.
"Kita semua berada dalam situasi sama, yaitu menunggu apa yang akan terjadi," kata Puig kepada AS di Madrid," katanya.
Berakhirnya kontrak Garcia dan sikap Puig menunjukkan para pemain mulai mempertimbangkan jalur lain di tengah ketidakpastian masa depan LIV Golf.
Cameron Smith dan Sejumlah Pegolf Lain Menimbang Pilihan
Juara The Open 2022, Cameron Smith mengambil langkah hukum untuk memperjelas status kontraknya seperti yang ditempuh Garcia.
Meski langkah itu belum otomatis memastikan Smith akan meninggalkan LIV Golf, tetapi upaya hukum menunjukkan dirinya ingin menjajaki peluang di luar liga.
Menurut laporan Front Office Sports, permohonan serupa juga diajukan Matthew Wolff, Cameron Tringale, Marc Leishman, Byeong-hun An, dan Harold Varner III.
Dengan banyaknya pemain meminta kejelasan kontrak, masa depan LIV Golf semakin sulit diprediksi. Meski belum seluruhnya memutuskan hengkang, langkah hukum mereka menandakan struktur baru liga belum mendapatkan dukungan tanpa syarat dari para pegolfnya.
Bryson DeChambeau Jadi Teka-teki Terbesar
Di antara semua nama besar, Bryson DeChambeau menjadi pusat perhatian. Pegolf Amerika Serikat itu merupakan salah satu daya tarik terbesar LIV Golf bersama Rahm.
Pengacara DeChambeau telah meminta kejelasan mengenai status kontraknya melalui proses hukum. Namun, hingga kini, juara US Open dua kali belum mengumumkan apakah bersedia bergabung dengan LIV Golf 2.0.
Keputusan DeChambeau dapat menjadi faktor penting bagi upaya LIV Golf membangun kembali daya tarik kompetisinya.
Kehilangan Rahm sudah menjadi pukulan besar bagi liga, sementara ketidakpastian mengenai DeChambeau dan pemain lain semakin menambah tekanan.
Pada akhirnya, masa depan LIV Golf tidak hanya ditentukan oleh pendanaan dan format turnamen baru, tetapi juga kesediaan para pemain untuk bertahan.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!