ID EN

Cristiano Ronaldo Terancam Dilarang Bela Timnas Portugal hingga Enam Bulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00

Penulis: Arif S

Cristiano Ronaldo
Arsip - Cristiano Ronaldo usai pertandingan Portugal melawan Uzbekistan. . Foto: Antara/Hakan Akgün - Anadolu Agency

Megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo menghadapi ancaman hukuman serius setelah Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) menjatuhkan sanksi sementara menyusul keputusannya meninggalkan pemusatan latihan tim nasional tanpa izin. Ronaldo berpotensi dilarang membela Portugal selama satu hingga enam bulan, bergantung pada keputusan akhir komite disiplin.

Kasus ini menjadi babak baru dalam perselisihan Ronaldo dengan pelatih Portugal, Jorge Jesus. Insiden bermula ketika sang kapten tidak dimainkan saat Portugal mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 dalam pertandingan UEFA Nations League pada 27 September 2026.

Menurut laporan The Sun pada 9 Oktober, sanksi sementara terhadap penyerang berusia 41 tahun itu diberlakukan berdasarkan regulasi internal FPF mengenai pemain yang meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin. Komite disiplin selanjutnya akan memeriksa kasus tersebut untuk menentukan durasi hukuman yang harus dijalani sang megabintang.

Perselisihan dengan Jorge Jesus Jadi Pemicu

Ketegangan ANTARA Ronaldo dan Jorge Jesus mencuat setelah Portugal mengalahkan Norwegia. Ronaldo yang memulai pertandingan dari bangku cadangan, sempat melakukan pemanasan pada babak kedua. Namun, hingga peluit akhir berbunyi, ia tidak mendapat kesempatan bermain.

Ronaldo mengaku sebelumnya telah mendapat informasi dirinya akan dimainkan selama sekitar 30 menit. Ia kemudian menilai kesepakatan itu tidak ditepati pelatih.

Ronaldo juga menjelaskan dirinya sempat melakukan pembicaraan dengan Jesus setelah pertandingan. 

Dalam pertemuan itu, keduanya disebut menyepakati penjelasan yang akan disampaikan kepada media mengenai situasinya. 

Namun, Ronaldo menilai pernyataan Jesus di hadapan publik tidak sesuai dengan pembicaraan mereka.

Perselisihan itu akhirnya mendorong Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal di Kopenhagen, Denmark, menjelang pertandingan berikutnya melawan Denmark. 

Presiden FPF, Pedro Proença, dan Jesus dilaporkan sempat berupaya membujuk Ronaldo agar tetap bersama skuad, tetapi tidak berhasil.

Ancaman Hukuman hingga Enam Bulan

Berdasarkan regulasi disiplin FPF, pemain yang meninggalkan pemusatan latihan tim nasional tanpa izin dapat dijatuhi larangan membela Portugal selama satu hingga enam bulan. 

Dengan rentang hukuman itu Ronaldo berpotensi absen dari sejumlah agenda internasional apabila komite disiplin memutuskan memberikan sanksi berat.

Status Ronaldo sebagai kapten tim turut menjadi perhatian dalam pemeriksaan kasus ini. Ia mengakui tanggung jawabnya sebagai pemimpin skuad sehingga tindakannya perlu dinilai secara serius.

Meski demikian, lamanya hukuman belum diputuskan. Komite disiplin akan mengevaluasi keadaan yang melatarbelakangi kepergian Ronaldo serta mempertimbangkan permintaan maafnya kepada suporter dan rekan setimnya.

Ronaldo juga mengatakan siap menerima keputusan federasi, apa pun konsekuensinya. Sikap itu menjadi sinyal, Ronaldo tidak berniat menghindari proses disipliner. 

Masa Depan Ronaldo Bersama Portugal Belum Berakhir

Di tengah polemik, Ronaldo menegaskan dirinya belum berniat mengakhiri perjalanan bersama tim nasional. Ia masih ingin berkontribusi selama kondisi fisiknya terjaga dan performanya di level klub tetap memenuhi harapan.

Pernyataan itu memperlihatkan konflik dengan Jesus belum otomatis menjadi akhir karier internasional Ronaldo. Penyerang Al Nassr masih membuka peluang untuk kembali memperkuat Portugal setelah persoalan disiplin diselesaikan.

Sebelumnya, Jesus juga mengatakan pintu tim nasional tetap terbuka bagi Ronaldo. Namun, kelanjutan hubungan keduanya dan keputusan mengenai sanksi akan menjadi perhatian ketika Portugal memasuki agenda pertandingan berikutnya.

Bagi Portugal, persoalan ini menghadirkan dilema tersendiri. Ronaldo merupakan figur sentral dalam sejarah tim nasional, tetapi federasi juga harus memastikan aturan berlaku bagi seluruh pemain tanpa mengabaikan tanggung jawab seorang kapten.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!