ID EN

Persib Desak Kasus Kekerasan Terhadap Tim U-18 di Batang Diproses Hukum

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:14

Penulis: Arif S

Arsip - Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan.
Arsip - Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan. . Foto: Antara/Rubby Jovan

Persib Bandung menegaskan dugaan kekerasan terhadap rombongan tim Persib U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, tidak dapat dibenarkan dan harus ditindaklanjuti secara serius melalui jalur hukum. Insiden itu menjadi perhatian manajemen karena melibatkan pemain muda yang sedang menjalani proses pembinaan sepak bola.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menilai keselamatan pemain, ofisial, dan seluruh personel tim harus menjadi prioritas. Menurut dia, atlet muda berhak memperoleh perlindungan, rasa aman, serta kesempatan berkembang tanpa ancaman kekerasan.

“Terlebih para atlet muda, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus ditindaklanjuti secara serius,” ujar Adhitia di Bandung, Senin.

Adhitia menegaskan, setiap tindakan yang membahayakan keselamatan anggota tim tidak boleh dianggap sebagai bagian dari rivalitas sepak bola. Penanganan melalui jalur hukum diperlukan agar dugaan pelanggaran dapat diproses secara serius oleh pihak berwenang.

Menurut manajemen Persib, insiden itu tidak hanya berkaitan dengan dugaan kekerasan fisik dan perusakan bus rombongan. Ada pula dugaan penjarahan sejumlah Koper milik ofisial serta perlengkapan pertandingan tim Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18.

“Kekerasan fisik, perusakan kendaraan, serta dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bentuk rivalitas sepak bola,” katanya.

Menurut Adhitia, perbedaan dukungan terhadap klub tidak boleh menjadi alasan untuk mengintimidasi pihak lain atau merusak fasilitas maupun barang milik orang lain.

“Rivalitas sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan penghormatan terhadap sesama. Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk membangun prestasi, persaudaraan, dan karakter, bukan tempat terjadinya kekerasan yang mengancam keselamatan,” katanya.

Manajemen Persib juga menyampaikan imbauan kepada Bobotoh agar tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Klub meminta para pendukung tidak melakukan tindakan balasan yang berpotensi melanggar hukum.

“Manajemen memahami kemarahan dan kekecewaan suporter, tetapi meminta seluruh pihak mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum,” katanya.

Manajemen berharap perkara ini ditangani secara serius sehingga dugaan kekerasan dan kerugian yang dialami rombongan tim dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Persib turut mengajak seluruh elemen Sepak Bola Indonesia, mulai dari klub, suporter, penyelenggara kompetisi, hingga aparat penegak hukum, untuk berperan dalam mencegah kejadian serupa.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!