Rombongan Persib U-18 Diserang di Batang, PSSI Desak Hukuman Berat bagi Pelaku
Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:00
Penulis: Arif S

PSSI mengecam keras dugaan kekerasan yang menimpa rombongan Persib U-18 setelah mengikuti turnamen Elite Pro Academy (EPA) di Surakarta. Federasi Sepak Bola Indonesia itu meminta aparat kepolisian mengusut kasus secara menyeluruh dan memberikan hukuman berat sesuai hukum yang berlaku.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan keprihatinan atas insiden di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah.
"PSSI menegaskan bahwa keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk suporter tim nasional maupun klub, harus menjadi prioritas. Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk menonton sepak bola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat,” ujar Yunus dalam keterangan resmi PSSI, Senin.
BACA JUGA
Persib Desak Kasus Kekerasan Terhadap Tim U-18 di Batang Diproses Hukum
Persija Kecam Dugaan Penyerangan Persib U-18, Minta Pelaku Diproses Hukum
Imbauan PSSI dan I-League Jelang Duel Klasik Persija vs Persib di GBK
Yunus menilai insiden itu semakin memprihatinkan karena korbannya merupakan rombongan tim usia muda. Para pemain Persib U-18 sedang menjalani proses pembinaan dan mengikuti kompetisi untuk mengembangkan kemampuan mereka, bukan terlibat dalam rivalitas antarsuporter.
"PSSI sangat prihatin dan ini sesuatu hal yang sulit masuk di nalar akal sehat karena kejadian ini pertama menimpa anak-anak pemain muda, yaitu Elite Pro Akademi Persib Bandung," tambahnya.
Menurut Yunus, para pemain muda tidak seharusnya menjadi sasaran permusuhan yang berkaitan dengan rivalitas klub. Mereka datang untuk bermain sepak bola dan berjuang membawa nama tim, sehingga semestinya mendapat penghormatan dari semua pihak.
Yunus menilai kekerasan dan perusakan tidak memiliki tempat dalam Olahraga yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas.
"Ini sudah tidak masuk akal, apa yang dilakukan oleh mereka-mereka ini dengan begitu ganasnya melakukan tindakan kriminal," kata Yunus.
PSSI memastikan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk membantu pengungkapan kasus ini. Federasi meminta penyelidikan dilakukan secara serius agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diidentifikasi dan diproses sesuai ketentuan hukum.
"PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap, mencari, menangkap, serta memberikan sanksi yang seberat-beratnya,” sambungnya.
Bagi PSSI, keselamatan pemain, ofisial, pekerja media, suporter, dan seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola harus menjadi prioritas. Aktivitas olahraga semestinya berlangsung dalam lingkungan aman, baik ketika pertandingan digelar maupun saat tim melakukan perjalanan.
Yunus juga mempertanyakan kapan kekerasan dalam sepak bola dapat dihentikan jika setiap pihak tidak memiliki kesadaran untuk menjaga keselamatan sesama. Ia berharap insiden tersebut menjadi pengingat bahwa rivalitas tidak boleh berubah menjadi tindakan yang membahayakan orang lain.
"Kami sangat menyayangkan. Sampai kapan ini akan berakhir kalau kita tidak saling sadar? Untuk apa kita melakukan hal-hal seperti itu?” tanya Yunus.
Selain mendorong proses hukum, PSSI meminta I.League dan klub terkait mengambil tindakan tegas. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan kompetisi dan ekosistem sepak bola nasional.
PSSI juga mendorong kepolisian mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh, mengidentifikasi para pelaku, serta memproses mereka berdasarkan hukum yang berlaku. Penanganan kasus diharapkan tidak berhenti pada kecaman, tetapi berlanjut pada proses hukum yang jelas.
"Sekali lagi kami mohon kepada pihak kepolisian untuk memberikan hukuman yang berat, menangkap mereka-mereka ini, dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya,” tegas Yunus.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!