4 Kota Kreatif Indonesia Masuk UNESCO, Menarik Dijelajahi dengan Kereta Api
Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:20
Penulis: Arif S

Indonesia memiliki banyak kota dengan karakter budaya dan kreativitas yang kuat. Bandung, Pekalongan, Solo dan Malang masuk dalam UNESCO Creative Cities Network, jaringan kota kreatif dunia yang mengangkat potensi budaya dan kreativitas sebagai bagian dari perkembangan kota.
Bandung dikenal melalui desain dan industri kreatif, Pekalongan lekat dengan batik, Solo tumbuh bersama seni tradisi, sedangkan Malang berkembang lewat media digital dan teknologi.
Daya tarik itu berjalan beriringan dengan mobilitas masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 7.855.198 aktivitas naik dan turun penumpang Kereta Api Jarak Jauh dan lokal di Stasiun Bandung, Pekalongan, Solo Balapan, dan Malang sepanjang Januari-September 2026.
BACA JUGA
Bandung Percantik 17 Ruas Jalan Ikonik, Menyulap Kota Jadi Galeri Wisata Terbuka
Semarak Event Jawa Barat September 2026, Ada Bandung X Beauty hingga World Coconut Day
Konektivitas Bandara Husein Sastranegara Meningkat, Pariwisata dan UMKM Bandung Perlu Bersiap
Angka itu meningkat 8,85 persen dibandingkan periode sama pada 2025, ketika tercatat 7.216.612 aktivitas.
Kenaikan itu menunjukkan tingginya pergerakan masyarakat menuju empat kota dengan karakter berbeda. Perjalanan tidak hanya berkaitan dengan liburan, tetapi juga pekerjaan, pendidikan, perdagangan, kegiatan budaya, dan berbagai aktivitas lainnya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pergerakan menuju empat kota itu mencerminkan beragam kebutuhan masyarakat.
“Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang memiliki karakter kota yang berbeda. Aktivitas kreatif, pendidikan, bisnis, budaya, dan pariwisata membuat pergerakan masyarakat menuju kota-kota tersebut berlangsung sepanjang tahun. Kereta api menjadi salah satu pilihan perjalanan untuk menjangkau berbagai aktivitas itu,” ujar Anne.
Bandung, Kota Desain dengan Banyak Aktivitas Kreatif

Sumber: Antara/Rubby Jovan
Bandung telah menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network sejak 2015 dalam bidang Design. Kota ini memiliki ekosistem kreatif, mencakup desain grafis, fesyen, arsitektur, produk kreatif, hingga media digital.
Bagi wisatawan, Bandung menawarkan lebih dari sekadar udara sejuk dan kuliner. Kota ini juga menjadi tempat untuk menjelajahi ruang kreatif, menikmati arsitektur, mengunjungi pameran, hingga menghadiri konser dan konferensi.
Sepanjang Januari-September 2026, Stasiun Bandung mencatat 2.606.290 aktivitas penumpang kereta api jarak jauh dan lokal. Jumlah itu naik 12,26 persen dibandingkan 2.321.687 aktivitas pada periode sama tahun sebelumnya.
Pilihan perjalanan menuju kawasan Bandung dilengkapi layanan Kereta Cepat Whoosh. Selama sembilan bulan pertama 2026, Whoosh melayani 4.576.841 pelanggan, meningkat 1,16 persen dibandingkan 4.524.311 pelanggan pada periode sama tahun lalu.
Volume pelanggan bulanan tertinggi tercatat pada Juli, sebanyak 578.562 orang, disusul Agustus dengan 560.772 orang. Data itu menunjukkan perjalanan menuju kawasan Bandung dapat ditempuh melalui beragam layanan berbasis rel.
“Karakter perjalanan menuju Bandung sangat beragam. Ada masyarakat yang datang untuk bekerja, kuliah, menjalankan usaha, berwisata, menghadiri konser, pameran, konferensi, hingga berbagai kegiatan kreatif. Setiap kebutuhan memiliki pola perjalanan yang berbeda,” kata Anne.
Pekalongan, Menjelajahi Kota Batik
Pekalongan bergabung dengan UNESCO Creative Cities Network pada 2014 dalam bidang Crafts and Folk Art. Di kota ini, batik bukan sekadar produk kerajinan, melainkan bagian dari identitas budaya sekaligus kehidupan ekonomi masyarakat.
Wisatawan yang berkunjung dapat mengenal lebih dekat proses pembuatan batik, motif-motif khas, dan keterampilan perajin lokal. Perjalanan ke Pekalongan juga memberi kesempatan untuk melihat bagaimana tradisi terus bertahan di tengah perubahan zaman.
Stasiun Pekalongan mencatat 1.050.509 aktivitas penumpang sepanjang Januari–September 2026. Angka itu tumbuh 3,72 persen dibandingkan 1.012.784 aktivitas pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan itu menunjukkan berlanjutnya mobilitas menuju kota pesisir utara Jawa Tengah ini. Selain untuk urusan pekerjaan dan keluarga, perjalanan ke Pekalongan juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal salah satu pusat batik penting di Indonesia.
Solo, Kota yang Menjaga Seni dan Tradisi
Solo masuk UNESCO Creative Cities Network pada 2023 dalam bidang Crafts and Folk Art. Identitas kreatif kota ini tumbuh melalui batik, kriya, tari, karawitan, wayang, dan berbagai pertunjukan tradisional.
Bagi pencinta wisata budaya, Solo menawarkan pengalaman untuk menikmati tradisi Jawa yang masih hidup dalam keseharian masyarakat. Wisatawan dapat menyusuri kawasan batik, menyaksikan pertunjukan seni, atau menikmati suasana kota yang memiliki hubungan erat dengan sejarah dan kebudayaan Jawa.
Mobilitas menuju Solo juga menunjukkan pertumbuhan. Stasiun Solo Balapan mencatat 2.538.838 aktivitas penumpang kereta api jarak jauh dan lokal selama Januari–September 2026, naik 11,60 persen dibandingkan 2.274.844 aktivitas pada periode yang sama tahun lalu.
Jangkauan perjalanan berbasis rel di kawasan ini semakin luas berkat Commuter Line Area VI Yogyakarta pada koridor Yogyakarta-Palur. Sepanjang Januari-September 2026, layanan tersebut mencatat sekitar 7,16 juta pelanggan, meningkat 7,68 persen dibandingkan sekitar 6,65 juta pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.
Solo Balapan menjadi salah satu stasiun utama dalam koridor tersebut. Kombinasi kereta jarak jauh, kereta lokal, dan commuter memudahkan perjalanan antarkota sekaligus mendukung mobilitas harian masyarakat Solo Raya dan Yogyakarta.
Malang, Kota Kreatif dengan Sentuhan Digital
Malang bergabung dengan UNESCO Creative Cities Network pada 2025 dalam bidang Media Arts. Perkembangan kreativitas di kota ini terlihat melalui animasi, gim, film, desain, produksi konten, dan berbagai kegiatan berbasis digital.
Malang menawarkan sisi wisata beragam. Selain dikenal sebagai salah satu pintu menuju kawasan wisata pegunungan Jawa Timur, kota ini juga memiliki ruang kreatif, kawasan bersejarah, tempat kuliner, serta komunitas seni dan digital yang terus berkembang.
Stasiun Malang melayani 1.659.561 aktivitas penumpang kereta api jarak jauh dan lokal sepanjang Januari–September 2026. Jumlah itu meningkat 3,25 persen dibandingkan 1.607.297 aktivitas pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa mobilitas menuju Malang tetap tumbuh. Kota ini menjadi tujuan beragam kebutuhan, mulai dari pendidikan dan pekerjaan hingga wisata dan kegiatan komunitas kreatif.
Kota Kreatif dan Mobilitas Wisata Indonesia
Pertumbuhan aktivitas penumpang di empat stasiun itu terjadi di tengah tingginya perjalanan wisata di Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat 104,30 juta perjalanan Wisatawan Nusantara pada Agustus 2026. Pada bulan yang sama, kunjungan Wisatawan Mancanegara mencapai 1,60 juta kunjungan.
Meski demikian, angka aktivitas penumpang di stasiun, Whoosh, dan Commuter Line mencakup berbagai tujuan perjalanan. Karena itu, jumlah itu tidak dapat seluruhnya dianggap sebagai perjalanan wisata atau aktivitas ekonomi kreatif.
Anne menegaskan setiap kota memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik untuk menikmati budaya, menghadiri acara, menjalankan bisnis, belajar, mencicipi kuliner, maupun mengunjungi keluarga.
“Setiap kota punya alasan yang membuat orang datang. Ada yang mencari pengalaman budaya, menghadiri acara, menjalankan bisnis, belajar, menikmati kuliner, atau mengunjungi keluarga. Mobilitas seperti inilah yang ikut menjaga kota tetap hidup dan terus bergerak,” tutup Anne.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!