ID EN

Prediksi Opta: Atletico Madrid Lebih Diunggulkan dari Mancheter United di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:30

Penulis: Arif S

Selebrasi penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez usai mencetak gol ke gawang Barcelona. UEFA.com
Selebrasi penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez usai mencetak gol ke gawang Barcelona. . Foto: Antaranews/UEFA.com

Atletico Madrid memiliki peluang untuk bangkit di Liga Champions saat menjamu Manchester United di Stadion Metropolitano. Kedua tim menatap laga dengan kondisi berbeda. Klub rival sekota Real Madrid sedang menikmati tren positif di kompetisi domestik, sedangkan MU masih kesulitan menemukan konsistensi di bawah asuhan Michael Carrick.

Sejak kalah dari Liverpool pada pertandingan pembuka Liga Champions, Atletico tampil sempurna di La Liga dengan meraih empat kemenangan beruntun, termasuk sebelum dan sesudah jeda internasional. Hasil itu membawa klub ibu kota Spanyol ke posisi kedua klasemen, di bawah juara bertahan Barcelona.

Catatan itu menjadi modal penting bagi tim asuhan Diego Simeone untuk menghadapi Manchester United. Atletico juga memiliki pengalaman kuat di kompetisi Eropa setelah mencapai semifinal Liga Champions musim lalu. Mereka menyingkirkan Barcelona di perempat final, sebelum akhirnya dihentikan Arsenal.

Sepanjang Musim 2025/2026, Atletico memenangi lima dari delapan pertandingan kandang mereka di Liga Champions dan mencetak total 22 gol. Hanya saja, kekuatan pertahanan yang selama ini menjadi ciri khas Simeone mulai menunjukkan celah.

Sejak awal 2024, Atletico kebobolan dalam 14 dari 15 pertandingan kandang mereka di kompetisi Eropa. Satu-satunya laga ketika mereka mampu menjaga gawang tetap bersih adalah kemenangan 1-0 atas rival sekota, Real Madrid, pada Maret 2025.

Sebelumnya, Atletico mencatatkan 31 clean sheet dalam 49 pertandingan Liga Champions di Stadion Metropolitano di bawah Simeone, atau sekitar 63 persen. Perubahan pendekatan taktik sang pelatih turut memengaruhi karakter permainan tim dalam beberapa musim terakhir.

Dengan format baru Liga Champions, Atletico cukup sering berhadapan dengan klub Inggris. Lima dari tujuh pertandingan terakhir mereka mempertemukan Atletico dengan wakil Inggris, termasuk kekalahan 1-2 dari Liverpool di Anfield bulan lalu. Dari lima pertandingan itu, Atletico hanya meraih satu kemenangan.

Manchester United Datang dengan Tekanan Besar

Berbeda dengan Atletico, Manchester United masih menghadapi persoalan konsistensi. Setan Merah hanya mengumpulkan enam poin dari enam pertandingan pertama Liga Inggris musim ini. Catatan itu menjadi awal musim terburuk mereka di liga sejak 1986, ketika mereka hanya mengoleksi empat poin.

Hasil imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur di Old Trafford akhir pekan lalu semakin menambah tekanan. MU sempat unggul melalui Bryan Mbeumo, tetapi gagal mempertahankan keunggulan setelah Tottenham mencetak gol penyeimbang di masa tambahan waktu.

Tottenham bahkan dinilai memiliki peluang untuk unggul lebih dahulu sebelum Mbeumo membawa tuan rumah memimpin. Meski harus bermain dengan 10 pemain setelah Rodrigo Bentancur menerima kartu merah, tim tamu tetap mampu meredam tekanan dan membawa pulang satu poin.

Kegagalan itu kembali menyoroti kesulitan MU menghadapi lawan yang kehilangan pemain. Dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka juga kesulitan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain saat menghadapi Everton dan Manchester City.

Statistik expected goals atau xG MU hanya mencapai 0,77 saat melawan Tottenham turut menggambarkan minimnya peluang berkualitas yang mampu mereka ciptakan.

Posisi Carrick semakin mendapat sorotan. Dari delapan pertandingan di semua kompetisi, Manchester United hanya meraih dua kemenangan, masing-masing atas tim promosi Ipswich Town dan Sabah, klub asal Azerbaijan lawan mereka di Liga Champions.

MU sebenarnya mengawali kiprah di Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Sabah di Old Trafford bulan lalu. Namun, performa di kompetisi domestik menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan mereka mempertahankan momentum saat menghadapi lawan lebih tangguh.

Manchester United berupaya membuka kampanye Liga Champions dengan dua kemenangan beruntun. Mereka hanya pernah mencapai pencapaian itu dua kali sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan klub.

Benjamin Sesko Absen, Matheus Cunha Jadi Andalan

Manchester United harus menghadapi Atletico tanpa penyerang Benjamin Sesko yang kembali terkendala masalah kebugaran. Absennya Sesko yang mencetak lima gol dalam tujuh penampilan terakhir sebagai starter di Liga Champions tidak menguntungkan MU.

Sesko juga pernah mencetak gol di Stadion Metropolitano ketika masih memperkuat RB Leipzig dua tahun lalu.

Sebagai penggantinya, MU diperkirakan mengandalkan Matheus Cunha, penyerang yang bukan sosok asing bagi pendukung Atletico. Cunha pernah memperkuat klub Spanyol itu pada periode 2021 hingga 2023. Selama membela Atletico, ia mencatatkan 54 penampilan dan menyumbangkan tujuh gol. 

Di kubu tuan rumah, Julian Alvarez menjadi salah satu pemain yang patut diwaspadai Manchester United. Penyerang asal Argentina itu pernah memperkuat Manchester City pada 2022–2024 dan merasakan persaingan langsung melawan MU dalam Derbi Manchester.

Alvarez memenangi tiga derbi Liga Inggris melawan United sebelum Manchester City kalah pada final Piala FA 2024. Pertandingan itu menjadi laga terakhirnya bersama City sebelum melanjutkan karier ke Atletico.

Meski menjalani musim panas tidak mudah, Alvarez tetap menjadi salah satu ancaman utama bagi pertahanan MU. Ia telah mencetak 17 gol dalam 26 pertandingan Liga Champions bersama Atletico, termasuk 10 gol dari 13 pertandingan kandang.

Alvarez harus bersaing memperebutkan tempat di lini depan dengan Jonathan David dan Alexander Sorloth. David menjadi starter ketika Atletico menang 2-1 atas Alavés pada Sabtu, sehingga keputusan akhir Simeone mengenai komposisi penyerang akan menarik perhatian.

Rekor Pertemuan Atletico Madrid vs Manchester United

Manchester United memiliki catatan positif saat menghadapi klub Spanyol. Mereka hanya sekali kalah dalam 11 pertandingan terakhir melawan wakil Spanyol, dengan tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang.

Namun, rekor itu belum membantu MU ketika berhadapan langsung dengan Atletico. Setan Merah masih mencari kemenangan kompetitif pertama atas Atletico setelah mencatatkan dua hasil imbang dan dua kekalahan.

Pertemuan terakhir mereka di kompetisi resmi terjadi pada babak 16 besar Liga Champions Maret 2022. Setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama di Madrid, Atletico memastikan kelolosan berkat gol Renan Lodi saat bertandang ke Old Trafford.

Kedua tim kemudian masing-masing meraih satu kemenangan dalam pertandingan persahabatan. Pada pertemuan terbaru di awal Agustus, Manchester United menang 2-1 setelah dua gol Mbeumo membalikkan keadaan menyusul gol pembuka Arnau Ortiz.

Meski demikian, pertandingan persahabatan tidak serta-merta menggambarkan situasi menjelang duel kompetitif kali ini. Atletico memiliki momentum lebih baik di liga domestik, sedangkan MU masih berusaha memperbaiki performa.

Prediksi Atletico Madrid vs Manchester United

Superkomputer Opta menempatkan Atletico Madrid sebagai tim yang lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan. Berdasarkan 10.000 simulasi sebelum laga, Atletico memiliki peluang kemenangan sebesar 46 persen.

Sementara itu, Manchester United hanya memperoleh probabilitas kemenangan 29,7 persen. Peluang hasil imbang mencapai 24,3 persen, sama-sama mencerminkan kemungkinan pertandingan berlangsung ketat seperti pertemuan kedua tim di Madrid empat tahun lalu.

Keuntungan bermain di kandang dan tren positif di La Liga menjadi modal Atletico. Namun, mereka tetap perlu memperbaiki konsistensi pertahanan, terutama menghadapi serangan balik dan pemain depan MU.

Bagi Manchester United, pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Carrick. Mereka membutuhkan peningkatan kreativitas dan efektivitas di depan gawang jika ingin menghentikan tren negatif sekaligus meraih hasil besar di Liga Champions.

Perkiraan Susunan Pemain

Atletico Madrid (4-3-3): Jan Oblak; Marcos Llorente, Cristian Romero, Dávid Hancko, Alejandro Grimaldo; Koke, Johnny Cardoso, Pablo Barrios; Álex Baena, Lee Kang-in, Jonathan David.

Pelatih: Diego Simeone.

Manchester United (4-2-3-1): Senne Lammens; Diogo Dalot, Leny Yoro, Lisandro Martínez, Luke Shaw; Youri Tielemans, Kobbie Mainoo; Bryan Mbeumo, Bruno Fernandes, Marcus Rashford; Matheus Cunha.

Pelatih: Michael Carrick.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!