ID EN

Timnas Indonesia Menuju Piala Asia 2027: PR Besar John Herdman

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:48

Penulis: Rojes Saragih

ITSMe – Timnas Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah menjelang Piala Asia 2027. Di bawah asuhan John Herdman, Skuad Garuda menunjukkan perkembangan, tetapi performanya masih naik turun. Konsistensi permainan, transisi, dan komposisi pemain menjadi faktor penting sebelum menghadapi persaingan Sepak Bola Asia.

Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Garuda akan mengawali perjuangan dengan menghadapi Jepang pada 11 Januari 2027. Turnamen di Arab Saudi tersebut berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.

Dalam Podcast Itsme bersama Pengamat Sepak Bola Sapto Haryo Rajasa dan Yusuf Kurniawan (Bung Yuke), kesiapan tim nasional menjadi pembahasan utama. Podcast yang direkam di Sentul, Bogor, ini dipandu oleh Raisha dan Gilang Respati.

Mentalitas Meningkat, Transisi Harus Dibenahi


Perjalanan Indonesia memperlihatkan dua sisi. Garuda mampu menang besar 9-2 atas Bangladesh, tetapi pertandingan melawan Thailand menunjukkan bahwa tim masih harus menghadapi tekanan dan situasi sulit.

Pada Final FIFA ASEAN CUP 2026, Indonesia sempat tertinggal 1-2 pada babak tambahan waktu. Gol Elkan Baggott pada menit ke-116 membawa Garuda menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Indonesia kemudian menang 4-2 melalui adu penalti.

Sapto Haryo Rajasa menilai, tim nasional mulai menunjukkan persatuan dan mentalitas untuk bangkit ketika tertinggal. Dukungan suporter yang solid juga menjadi modal penting.

Namun, menurut Sapto, Indonesia harus lebih rapi dalam melakukan transisi, terutama ketika kehilangan bola setelah menyerang. Menghadapi Jepang, kesalahan kecil dalam menjaga posisi dan menutup ruang bisa berakibat fatal.

Karena itu, Herdman perlu memastikan para pemain mampu segera kembali ke posisi bertahan, menjaga jarak antarlini, dan memutus serangan lawan. Saat merebut bola, Indonesia juga harus mampu membangun serangan secara cepat dan efektif.

Herdman Masih Membutuhkan Pemain Tambahan


Bung Yuke menilai rotasi pemain yang dilakukan Herdman menunjukkan bahwa pelatih masih mencari komposisi terbaik sesuai kebutuhan taktiknya.

Kebutuhan terhadap pemain nomor 7 dan nomor 9 menjadi salah satu perhatian. Indonesia membutuhkan pemain sayap yang mampu menciptakan peluang serta penyerang tengah yang efektif dalam menyelesaikan serangan.

Harapannya, sebelum Piala Asia dimulai, Herdman sudah mendapatkan pemain-pemain yang dibutuhkan dan menemukan kerangka utama tim. Dengan begitu, koordinasi serta pemahaman taktik bisa semakin matang.

Uji Coba Jadi Kunci Menghadapi Jepang


Yusuf Kurniawan juga menilai Indonesia sebaiknya menjalani laga tandang melawan tim dengan karakter permainan yang mendekati Jepang. Korea Selatan, Korea Utara, China, atau Uzbekistan dapat menjadi opsi untuk menguji disiplin, intensitas, dan kemampuan transisi Garuda.

Uji coba tersebut penting bukan sekadar untuk mengejar kemenangan, melainkan mengukur kemampuan Indonesia menghadapi tekanan dan lawan yang memiliki organisasi permainan kuat.

Di Grup F, Jepang menjadi ujian berat sejak laga pembuka. Yuke menilai secara realistis Indonesia perlu membidik peluang meraih poin dari Qatar dan Thailand. Namun, peluang itu tetap bergantung pada kesiapan tim dan Hasil Pertandingan.

Piala Asia 2027 akan menjadi ujian penting bagi Herdman. Mentalitas untuk bangkit sudah terlihat, tetapi konsistensi, transisi, dan komposisi pemain masih perlu dimatangkan. Jika persiapan berjalan tepat, Garuda berpeluang tampil lebih kompetitif dan memperjuangkan hasil maksimal di Grup F.