ID EN

Piala Asia 2027 Mundur, Jalan Garuda Menuju 16 Besar Makin Terbuka?

Sabtu, 7 November 2026 | 11:19

Penulis: Rojes Saragih

Penundaan Piala Asia 2027 hingga Desember 2027 membuka peluang baru bagi Timnas Indonesia. Selain mendapatkan tambahan waktu hampir 11 bulan untuk mematangkan skuad, Skuad Garuda juga berpotensi menghadapi perubahan urutan pertandingan di Grup F yang dihuni Jepang, Qatar, dan Thailand.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan penjadwalan ulang Piala Asia 2027 pada 3 November 2026. Turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di Arab Saudi, kini diusulkan digelar mulai 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028.

Situasi luar biasa di kawasan Timur Tengah, kompleksitas logistik, serta gangguan perjalanan menjadi pertimbangan utama penundaan tersebut. Jadwal baru itu selanjutnya akan diajukan kepada FIFA untuk mendapatkan persetujuan.

Bagi Indonesia, perubahan kalender ini bukan sekadar menunda kesempatan tampil di panggung sepak bola terbesar Asia. Ada peluang strategis yang bisa dimanfaatkan untuk membangun tim lebih kompetitif sekaligus menyusun pendekatan berbeda menghadapi persaingan Grup F.

Jadwal Grup F Berpotensi Berubah


Sebelum penundaan, Indonesia sudah memiliki Jadwal Pertandingan fase grup. Berdasarkan jadwal awal AFC, Garuda dijadwalkan menghadapi Jepang pada 11 Januari 2027, Qatar pada 16 Januari, dan Thailand pada 20 Januari.

Namun, perubahan periode turnamen membuat jadwal tersebut perlu disesuaikan.

Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan atau Bung Ropan menilai AFC kemungkinan akan menyusun kembali Jadwal Pertandingan seluruh peserta, termasuk Indonesia. Perubahan itu berpotensi tidak hanya menyangkut tanggal, tetapi juga urutan lawan yang akan dihadapi.

"AFC akan coba mengubah lagi jadwal semua peserta yang ikut di Piala Asia, termasuk Indonesia," ujar Bung Ropan dalam podcast Talk With Me ITSMe.

Ia berharap Indonesia mengawali perjuangan Grup F dengan menghadapi Thailand, sebelum bertemu Qatar dan Jepang.

Menurut Bung Ropan, skenario tersebut bisa menjadi keuntungan karena Indonesia berpeluang mengamankan poin lebih dahulu sebelum menghadapi dua kekuatan besar Asia lainnya.

Meski demikian, perubahan urutan pertandingan belum menjadi keputusan resmi AFC. Pengundian grup juga tidak otomatis diulang. Indonesia tetap berada di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Kepastian mengenai tanggal serta urutan pertandingan baru masih harus menunggu pengumuman AFC.

Kesempatan Memulihkan Pemain dan Memperkuat Skuad


Salah satu keuntungan terbesar penundaan ini adalah tambahan waktu untuk mempersiapkan komposisi pemain. Tim pelatih memiliki kesempatan lebih panjang untuk memulihkan pemain cedera, meningkatkan kebugaran, dan memperkuat kedalaman skuad.

Bung Ropan menilai kesempatan itu penting, terutama bagi pemain yang sebelumnya belum berada dalam kondisi terbaik.

"Kalau diundur jadi ada persiapan agak lebih panjang, mematangkan sebuah tim lebih bagus. Mungkin ada pemain diaspora yang akan datang juga," katanya.

Ia juga membuka kemungkinan adanya tambahan kekuatan melalui pemain-pemain baru, termasuk nama Taisei Marukawa yang disebut dalam diskusi podcast. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai penambahan pemain untuk memperkuat Indonesia di Piala Asia mendatang.

Pengamat Sepak Bola Firzie Idris juga melihat sisi positif dari penundaan tersebut. Menurutnya, tambahan waktu hampir 11 bulan dapat dimanfaatkan untuk memulihkan pemain yang mengalami cedera panjang.

Ia menyoroti pentingnya melihat kembali kondisi pemain seperti Miliano yang diharapkan bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi Timnas Indonesia.

Dengan kondisi pemain yang lebih siap, Indonesia diharapkan memiliki pilihan lebih banyak di setiap lini. Hal ini menjadi modal penting mengingat Jepang, Qatar, dan Thailand bukan lawan yang mudah dihadapi.

Uji Coba Menjadi Pekerjaan Rumah PSSI


Selain pembenahan skuad, waktu tambahan juga memberikan kesempatan kepada PSSI untuk memperbaiki program pertandingan persahabatan internasional.

Sebelumnya, Timnas Indonesia menghadapi tantangan mencari lawan uji coba berkualitas di tengah ketidakpastian situasi keamanan kawasan Timur Tengah.

Firzie menilai AFC seharusnya dapat mengambil keputusan lebih awal dengan mempertimbangkan perkembangan geopolitik yang berpotensi mengganggu penyelenggaraan agenda olahraga.

Kini, PSSI dan tim pelatih memiliki ruang lebih panjang untuk menyusun program uji coba yang terarah. Menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand tentu membutuhkan persiapan dengan kualitas lawan yang sesuai.

Namun, tambahan waktu tidak otomatis menjamin persiapan Indonesia menjadi lebih baik. PSSI harus mampu memanfaatkan kalender internasional, memilih lawan uji coba yang tepat, serta menjaga momentum kompetitif para pemain.

Momentum untuk Memburu Tiket 16 Besar


Kemungkinan perubahan urutan pertandingan membuat persaingan Grup F semakin menarik untuk dicermati.

Bung Ropan menilai, menghadapi Thailand lebih dahulu bisa menjadi skenario yang menguntungkan bagi Indonesia. Terlebih, Skuad Garuda memiliki modal psikologis setelah menaklukkan Thailand melalui adu penalti pada Final FIFA ASEAN CUP 2026.

Ia bahkan optimistis Indonesia mampu mengatasi Thailand. Meski demikian, Jepang dan Qatar tetap menjadi lawan tangguh yang harus diwaspadai. Keduanya memiliki pengalaman dan kualitas individu yang mumpuni sehingga membutuhkan persiapan serta strategi khusus dari Timnas Indonesia.

Jika urutan pertandingan benar-benar berubah, tim pelatih perlu menyesuaikan strategi berdasarkan lawan yang dihadapi lebih dahulu. Targetnya tetap sama, yakni mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk membuka jalan menuju babak 16 besar.

Pada akhirnya, penundaan Piala Asia 2027 menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi Timnas Indonesia. Tambahan waktu hampir 11 bulan bisa menjadi modal berharga untuk memulihkan pemain, memperkuat skuad, dan meningkatkan kualitas persiapan.

Namun, semua itu bergantung pada bagaimana PSSI dan tim pelatih memanfaatkan kesempatan tersebut. Sebab, ketika turnamen berlangsung di Arab Saudi, tantangan Indonesia tetap berat.

Kini, menarik ditunggu apakah AFC akan mengubah urutan pertandingan Grup F sehingga Indonesia berpeluang menghadapi Thailand lebih dahulu. Kepastiannya masih menunggu jadwal resmi yang baru.