ID EN

Jose Mourinho Kritik RFEF Soal Sanksi Vinicius Junior, Sebut Pengumuman Hukuman Tak Normal

Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:00

Penulis: Arif S

Jose Mourinho
Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho.. Foto: Wikimedia

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho melontarkan kritik keras kepada otoritas Sepak Bola Spanyol. Ia mengritik sanksi larangan bermain empat pertandingan untuk Vinicius Junior yang diumumkan sekitar dua jam sebelum Real Madrid menghadapi AS Roma dalam Liga Champions 2026/2027. 

Mourinho menilai waktu pengumuman itu tidak normal dan menunjukkan sikap tidak hormat kepada pemain.

Vinicius dijatuhi hukuman Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) setelah menerima Kartu Merah dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Villarreal, Minggu. Penyerang asal Brasil diusir dari lapangan setelah menarik rambut pemain Villarreal, Nathan Saliba.

Bagi Mourinho, persoalan bukan semata-mata mengenai beratnya hukuman. Dia mempersoalkan keputusan RFEF mengumumkan sanksi ketika Real Madrid sedang bersiap menghadapi pertandingan penting di Kompetisi Eropa.

Dikutip dari laman resmi Real Madrid, Mourinho menggunakan peribahasa Portugal untuk menggambarkan kasus Vinicius.

"Di Portugal ada istilah, 'seekor kucing bersembunyi dengan ekor yang terlihat'. Sekarang, kucing itu tidak lagi bersembunyi, tapi bertindak terang-terangan tanpa rasa malu," ujar Mourinho.

Mourinho Soroti Waktu Pengumuman Sanksi Vinicius

Mourinho secara khusus menyoroti waktu pengumuman hukuman yang baru diketahui pihak Real Madrid ketika mereka berada di dalam bus menuju Stadion Olimpico, markas AS Roma.

Menurutnya, situasi itu tidak semestinya terjadi, terlebih Vinicius merupakan pemain dari klub Spanyol yang sedang menjalani pertandingan penting di Kompetisi Eropa.

"Apakah anda pikir itu normal, seorang pemain dari satu klub Spanyol, akan memainkan laga penting untuk sepak bola Spanyol, mengetahui hukuman larangan empat pertandingan dua jam sebelum laga? Kami baru mengetahui semuanya ketika berada di bus, saat kami hampir tiba di stadion. Bagi saya, itu tidak normal," ungkap Mourinho.

Bagi Mourinho, pengumuman mendadak menunjukkan persoalan dalam cara RFEF memperlakukan pemain. Ia menilai otoritas sepak bola seharusnya memberikan kejelasan mengenai keputusan disipliner tanpa mengganggu persiapan pertandingan.

Pelatih asal Portugal menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam. Ia ingin para pendukung Real Madrid memahami apa yang terjadi di balik kasus Vinicius.

"Madridistas (suporter Madrid-red) tidak bodoh. Saya akan melakukan segalanya untuk membuka mata semua orang," kata Mourinho.

Real Madrid Menang Dramatis 4-3 atas AS Roma

Di tengah polemik hukuman Vinicius, Real Madrid berhasil membawa pulang kemenangan dramatis 4-3 dari markas AS Roma. Pertandingan berlangsung katat karena Los Blancos sempat tertinggal 1-3 ketika Vinicius meninggalkan lapangan.

Vinicius tidak bermain penuh dan ditarik keluar di menit ke-59. Endrick masuk menggantikannya saat Real Madrid masih berusaha mengejar ketertinggalan dari tuan rumah.

Pergantian itu kemudian diikuti kebangkitan Real Madrid. Endrick memberikan assist untuk gol Carlos Espi di menit ke-82 sebelum mencetak gol sendiri tiga menit kemudian.

Ketika pertandingan tampak mendekati akhir, Antonio Rudiger muncul sebagai penentu kemenangan. Golnya pada menit ke-90 memastikan Real Madrid menutup laga dengan skor 4-3.

Bagi Real Madrid, perhatian berikutnya tertuju pada pertandingan domestik yang harus dijalani tanpa Vinicius selama masa hukuman. 

Sementara itu, kritik Mourinho menambah tekanan kepada RFEF untuk menjelaskan proses pengumuman sanksi yang menjadi sumber kontroversi.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!