ID EN

Vinicius Junior Pertanyakan Hukuman Empat Laga, Terancam Absen di El Clasico

Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:00

Penulis: Arif S

Vinicius Junior
Penyerang Real Madrid Vinicius Junior.. Foto: Antaranews/x.com/realmadriden

Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior mempertanyakan keputusan otoritas Sepak Bola Spanyol yang menjatuhkan sanksi larangan bermain empat pertandingan setelah dirinya mendapatkan kartu merah saat melawan Villarreal di LaLiga. Pemain asal Brasil itu mengaku terkejut dengan beratnya hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Vinicius mengungkapkan dirinya menerima pemberitahuan sanksi ketika Real Madrid bersiap menghadapi AS Roma. Ia tidak memahami alasan di balik hukuman itu, terlebih keputusan itu baru diketahuinya menjelang pertandingan.

“Saya merasa itu datang di saat yang tidak tepat. Mereka memiliki Waktu sepanjang hari untuk mengumumkan hukuman dan begitu saya sampai di stadion melawan AS Roma, saya dapat pesan kalau saya akan absen dalam empat pertandingan LaLiga. Saya tidak paham kenapa,” ujar Vinicius, dikutip dari media Diario AS.

Sanksi itu menjadi pukulan telak bagi Real Madrid karena Vinicius dipastikan melewatkan empat pertandingan domestik. Salah satu laga krusial yang terancam dilewatkan penyerang berusia 26 tahun adalah El Clasico melawan Barcelona pada 25 Oktober.

Insiden kartu merah Vinicius terjadi ketika Real Madrid Menang 1-0 atas Villarreal di Santiago Bernabeu akhir pekan lalu. Vinicius diusir wasit setelah menarik rambut Nathan Saliba.

Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) kemudian menjatuhkan hukuman empat pertandingan kepada pemain tim nasional Brasil. 

Sanksi itu terdiri dari larangan bermain dua laga akibat tindakan kasar di luar situasi perebutan bola dan dua laga tambahan karena dinilai bersikap agresif saat memprotes keputusan wasit.

Vinicius mempertanyakan penerapan aturan yang digunakan untuk menentukan hukuman.

Menurutnya, klub dan pemain seharusnya mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan baru agar memahami tindakan apa saja yang dapat berujung pada sanksi tertentu.

“Kenyataannya adalah peraturannya baru. Mereka tidak pernah menjelaskan itu kepada kami. Seseorang dari LaLiga selalu datang, atau dari organisasi wasit apa pun itu, saya tidak tahu, untuk menjelaskan aturan baru kepada kami. Tapi ini, spesifik yang ini, tidak ada yang memberi tahu kami,” katanya.

Vinicius Bantah Berniat Melakukan Kekerasan

Di tengah protesnya, Vinicius mengakui dirinya pada akhirnya dirinya harus menerima kartu merah dalam pertandingan melawan Villarreal. Namun, ia menegaskan tidak berniat melakukan kekerasan kepada pemain lawan dan merasa kerap menjadi sasaran pelanggaran di lapangan.

“Pada akhirnya itu kartu merah untuk saya. Itu sangat mudah ... karena fans lain bisa bilang itu keputusan yang tepat. Namun, saya tidak pernah melakukan kekerasan kepada pemain lain. Saya selalu berkepala dingin. Saya sering ditendang dan pada akhirnya saya selalu dapat kartu,” ucap Vinicius.

Bagi Real Madrid, absennya Vinicius berpotensi memengaruhi pilihan taktik di tengah padatnya Jadwal Pertandingan. Kehilangan salah satu penyerang andalan, terutama pada laga sebesar El Clasico, menjadi tantangan tersendiri bagi tim asuhan Jose Mourinho.

Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Real Madrid menjalani pertandingan domestik tanpa Vinicius selama masa hukumannya. 

Sementara, perdebatan mengenai sanksi menyoroti pentingnya kejelasan regulasi dan konsistensi penerapan disiplin dalam sepak bola Spanyol.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!