Persaingan Veda Ega Pratama dengan Hakim Danish Berlanjut di Moto3 Australia dan Malaysia
Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:30
Penulis: Arif S

Persaingan dua pembalap Moto3 2026, Veda Ega Pratama dengan Hakim Danish di berlanjut di Sirkuit Sepang, Malaysia. Setelah Veda unggul di Pertamina Moto3 Mandalika, kini giliran Hakim Danish memanfaatkan keuntungan tampil di depan publik sendiri saat Moto3 Malaysia.
Duel kedua pembalap muda semakin ketat setelah hasil balapan di Mandalika mengubah posisi mereka di klasemen sementara. Veda finis di urutan keenam, sedangkan Hakim Danish harus puas menempati posisi ke-14.
Dengan hasil itu, Veda mengumpulkan 115 poin dan menggeser posisi Hakim Danish di klasemen. Pembalap Malaysia itu kini tertinggal delapan angka dengan koleksi 107 poin.
BACA JUGA
Finis Keenam di Mandalika, Veda Ega Pratama Pangkas Jarak ke 6 Besar Moto3
Daftar Sementara Pembalap Moto3 2027 Dirilis, Nama Veda Ega Belum Muncul
Veda Ega Menuju Moto3 Mandalika 2026, Dua Seri Jadi Pemanasan Sebelum Balapan Kandang
Keunggulan Veda menjadi modal penting, namun persaingan belum selesai karena kalender Moto3 masih menyisakan beberapa seri, termasuk balapan di Australia dan Malaysia.
Hakim Danish Punya Keuntungan di Moto3 Malaysia
Setelah kalah bersaing di Mandalika, Hakim Danish memiliki kesempatan membalas pada seri Malaysia. Sirkuit Sepang bisa menjadi keuntungan bagi pembalap tuan rumah karena ia lebih mengenal karakter lintasan.
Situasinya berkebalikan dengan balapan di Mandalika. Veda lebih mengenal sirkuit dibandingkan dengan dirinya. Selain itu ia harus menghadapi tantangan di hadapan pendukung tuan rumah lawannya.
Kini, kondisi itu berpotensi berbalik di Sepang. Dukungan publik Malaysia dan pemahaman terhadap karakter sirkuit bisa membantu Danish memangkas selisih poin dari Veda.
Meski demikian, Veda juga memiliki peluang untuk mempertahankan keunggulan jika mampu menjaga konsistensi dan kembali finis di depan rivalnya.
Bagi Veda, tantangan di Sepang bukan hanya mengamankan poin, melainkan juga membuktikan hasil positif di Mandalika bisa berlanjut di sirkuit dengan karakter berbeda.
Sementara bagi Danish, balapan di Malaysia menjadi kesempatan untuk kembali menekan pesaingnya di klasemen.
Persaingan Papan Tengah Moto3 2026 Semakin Sengit
Perebutan posisi di klasemen Moto3 2026 tidak hanya melibatkan Veda dan Danish. Jarak poin relatif tipis memungkinkan sejumlah pembalap untuk saling menyalip dalam beberapa seri tersisa.
Valentin Perrone menempati peringkat keenam dengan 123 poin. Di bawahnya, Veda berada di posisi ketujuh dengan 115 poin, disusul Matteo Bertelle dengan 109 poin dan Danish 107 poin di peringkat kesembilan.
Selisih antara Perrone di posisi keenam dan Danish di posisi kesembilan hanya 16 poin. Situasi itu menjadikan setiap balapan memiliki arti penting bagi para pembalap.
Hasil finis lebih baik dapat mengubah posisi klasemen, begitu pula kesalahan atau kegagalan meraih poin. Karena itu, konsistensi akan menjadi faktor penentu di sisa musim.
Dengan selisih delapan poin di antara keduanya, duel Veda dan Danish berpotensi kembali memanas di Malaysia.
Moto3 Australia Jadi Ujian Sebelum Sepang
Sebelum saling berhadapan di Malaysia, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish harus lebih dulu menjalani seri Moto3 Australia pada 23–25 Oktober mendatang.
Balapan itu menjadi kesempatan bagi keduanya untuk menambah poin. Hasil di Australia juga dapat mengubah selisih poin dan menentukan tekanan ketika bersaing di Sepang.
Veda tentu ingin menjaga momentum setelah unggul di Mandalika. Sebaliknya, Hakim Danish membutuhkan hasil lebih baik untuk memperkecil jarak dan kembali terlibat dalam persaingan di papan tengah klasemen.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!