ID EN

Persija Dominan, tetapi Kurang Efektif! Shin Tae-yong Evaluasi Kekalahan dari Persita

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:00

Penulis: Rojes Saragih

Pemain Persita dan Persija berebut bola dalam laga Super League di Banten
Pemain Persita dan Persija berebut bola dalam laga Super League di Banten, Sabtu (17/10/2026). Persita menang 3-2. Foto: Antara/Putra M. Akbar

Persija Jakarta menelan kekalahan pertama di Super League 2026/2027 setelah takluk 2-3 dari Persita Tangerang pada pekan kelima di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (17/10/2026). Hasil ini memutus rekor sempurna Macan Kemayoran yang sebelumnya meraih empat kemenangan beruntun.

Kekalahan Persija menyisakan persoalan yang patut menjadi perhatian Shin Tae-yong. Dominasi permainan dan banyaknya peluang belum cukup untuk menjamin kemenangan. Persija menguasai 76 persen bola dan melepaskan 21 tembakan, tetapi tetap kalah dari Persita yang mencatatkan delapan tembakan sepanjang pertandingan.

Statistik resmi I.League mencatat 10 tembakan Persija mengarah ke gawang, sedangkan Persita menghasilkan lima tembakan tepat sasaran. Angka tersebut memperlihatkan bahwa Persija memiliki volume serangan lebih besar, tetapi gagal mengubah keunggulan itu menjadi hasil maksimal.

Dua Kali Bangkit, Persija Tetap Kehilangan Poin


Persita membuka keunggulan melalui Luquinhas pada menit kelima. Persija merespons pada menit ke-18 lewat Fabio Calonego yang membawa pertandingan kembali imbang 1-1.

Tuan rumah kembali memimpin setelah Rayco Rodriguez mencetak gol pada menit ke-61. Persija memperoleh kesempatan menyamakan kedudukan melalui penalti yang dieksekusi Alexander Jeremejeff pada menit ke-74.

Kedua tim kembali berada dalam posisi imbang 2-2. Namun, ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa pemenang, Persita melancarkan serangan balik yang berujung gol Aleksa Andrejic pada menit ke-90+5.

Gol pada masa tambahan waktu tersebut memastikan kemenangan 3-2 bagi Persita sekaligus menggagalkan upaya Persija membawa pulang satu poin.

Rayhan Hannan Akui Persija Kurang Klinis


Rayhan Hannan mengakui Persija sebenarnya mampu bermain baik pada kedua babak. Namun, ia menilai timnya belum maksimal dalam memanfaatkan peluang yang tersedia.

“Saya rasa tim kami bermain baik, baik pada babak pertama maupun babak kedua. Tapi seperti yang Coach Shin bilang, kami kurang memaksimalkan peluang,” kata Hannan, dikutip dari laman resmi Persija, Minggu (18/10).

Evaluasi tersebut relevan dengan statistik pertandingan. Persija menghasilkan 21 tembakan, jauh lebih banyak daripada delapan tembakan Persita. Akan tetapi, banyaknya percobaan tidak otomatis menghasilkan gol apabila kualitas penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan di area berbahaya belum optimal.

Di sisi lain, Persita memperlihatkan efektivitas yang lebih baik dalam memanfaatkan kesempatan. Tim tuan rumah juga mampu menghukum kelengahan Persija pada penghujung laga.

Shin Tae-yong Soroti Masalah Pertahanan


Shin Tae-yong tidak hanya menyoroti kegagalan timnya dalam membongkar pertahanan lawan. Pelatih asal Korea Selatan itu juga mengakui adanya kesalahan ketika Persija menghadapi serangan balik.

“Karena lawan mencetak gol ke gawang kami lewat serangan balik, kesalahan dari pihak kami memang cukup besar,” ujar Shin.

Ia menilai kekalahan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi Persija untuk mengevaluasi diri dan mempersiapkan tim dengan lebih baik.

Shin juga mengakui Persija kesulitan menembus pertahanan Persita. Menurutnya, para pemain tuan rumah memperlihatkan perjuangan yang lebih keras dalam pertandingan tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa persoalan Persija bukan sekadar penyelesaian akhir. Tim juga perlu memperbaiki transisi bertahan, antisipasi terhadap serangan balik, dan konsentrasi hingga pertandingan benar-benar berakhir.

Dominasi penguasaan bola memang memungkinkan Persija mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, ketika serangan gagal menghasilkan gol, struktur pertahanan harus tetap siap menghadapi perubahan situasi dengan cepat.

Persija Masih di Puncak, Persita Terus Menekan


Kekalahan tersebut belum menggusur Persija dari puncak klasemen. Macan Kemayoran masih mengoleksi 12 poin, sementara Persita dan Dewa United Banten FC sama-sama memiliki 11 poin.

Persita kini mencatatkan tiga kemenangan dan dua Hasil Imbang dalam lima pertandingan awal musim, sehingga belum terkalahkan. Kemenangan atas Persija menjadi bukti bahwa Pendekar Cisadane mampu bersaing di papan atas.

Bagi Persija, hasil ini menjadi peringatan bahwa empat kemenangan beruntun pada awal musim tidak menjamin perjalanan berikutnya akan mudah. Konsistensi menuntut lebih dari sekadar dominasi permainan: peluang harus dikonversi menjadi gol, sementara kesalahan di lini belakang perlu diminimalkan.

Persija dijadwalkan menjamu Arema FC pada Rabu (21/10/2026) pukul 19.00 WIB. Pertandingan berikutnya menjadi kesempatan bagi Shin Tae-yong untuk membuktikan bahwa kekalahan dari Persita benar-benar menghasilkan perbaikan.

Persija masih memiliki modal untuk bangkit. Namun, jika ingin mempertahankan posisi teratas, Macan Kemayoran harus memastikan dominasi di lapangan berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang dan ketangguhan saat bertahan.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!