Indonesia Borong Gelar di Kejuaraan Golf Junior Internasional, Eugene Tampil Impresif
Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:00
Penulis: Respaty Gilang

Pegolf junior Indonesia menunjukkan performa impresif dalam The 5th Menpora-PAGI International Junior Golf Championship 2026 yang berlangsung di Emeralda Golf Club, Depok, Jawa Barat, pada 13–15 Oktober 2026.
Sejumlah atlet tuan rumah berhasil mengamankan gelar di berbagai divisi dalam turnamen internasional tersebut. Salah satu penampilan paling menonjol datang dari Eugene E. Tanyongjaya yang keluar sebagai juara kategori putra keseluruhan atau Best Gross Overall Boys.
Eugene menyelesaikan tiga putaran dengan total 207 pukulan, hasil dari catatan 71, 67, dan 69 pukulan. Raihan tersebut menempatkannya sembilan pukulan di bawah par atau 9 under par.
BACA JUGA
Daftar Lengkap Juara The JGS Elite International Championship 2026 di Jakarta
Persaingan di JGS Elite International Championship Round 2 Semakin Seru
PGI Perkuat Sistem Pembinaan, Siapkan Pegolf Indonesia Bersaing di Level Dunia
Keberhasilan itu sekaligus memperlihatkan kemampuan Pegolf Muda Indonesia dalam bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
"Saya mengikuti turnamen ini tanpa ekspektasi sama sekali. Jadi, yang penting bermain saja dan berusaha sebaik mungkin. Puji Tuhan, saya bisa membawa pulang trofinya," kata Eugene.
Eugene Tanyongjaya Tampil Konsisten hingga Putaran Final
Eugene mampu meningkatkan performanya setelah melewati putaran pertama. Pada ronde kedua, ia membukukan 67 pukulan untuk mengambil alih posisi teratas klasemen.
Pegolf muda Indonesia tersebut kemudian menjaga konsistensinya pada putaran penentuan dengan catatan 69 pukulan. Sepanjang ronde terakhir, ia menghasilkan enam birdie dan tiga bogey untuk memastikan kemenangan.
Secara keseluruhan, Eugene membukukan 19 birdie dan 10 bogey selama tiga putaran. Catatan itu menjadi bagian penting dari keberhasilannya mengamankan gelar utama kategori putra.
Selain kemampuan teknis, fokus saat menghadapi putting juga menjadi salah satu faktor yang mendukung permainannya sepanjang turnamen.
"Sebelum melakukan putting, saya fokus untuk berusaha sebaik mungkin dan tidak banyak berpikir. Saya rasa hal itu sangat membantu putting saya minggu ini," ujarnya.
Setelah meraih kemenangan, Eugene berencana meningkatkan kemampuan permainan sekaligus kondisi fisiknya. Ia juga harus membagi waktu dengan kegiatan pendidikan karena kesibukannya mengikuti agenda tim nasional, termasuk Nomura Cup dan Lion City Cup.
Supapit Pruksanubal Rebut Gelar Putri Keseluruhan
Di sektor putri, gelar Best Gross Overall Girls menjadi milik Pegolf Thailand, Supapit Pruksanubal. Ia menuntaskan turnamen dengan total 218 pukulan atau dua di atas par.
Supapit mencatatkan skor 73 pukulan pada dua putaran pertama, kemudian menutup kompetisi dengan 72 pukulan pada ronde final. Kemenangan tersebut menjadi gelar internasional pertamanya di luar Thailand.
"Saya sangat senang bisa menang di sini. Awalnya, saya tidak berpikir akan menang karena banyak pemain bagus yang ikut bertanding. Ketika akhirnya berhasil, saya benar-benar bahagia," kata Supapit.
Ketepatan pukulan menggunakan iron dan wedge membantu Supapit menempatkan bola lebih dekat ke pin. Meski sempat menghadapi tekanan pada sejumlah kesempatan putting, ia mampu mempertahankan performanya hingga akhir kompetisi.
Supapit juga menilai karakter lapangan Emeralda Golf Club menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Fairway yang berbukit dan relatif sempit serta permukaan green dengan kontur miring menuntut ketelitian dalam menentukan strategi pukulan.
"Saya menyukai tantangan lapangan ini. Fairway-nya berbukit dan sangat sempit, sehingga sulit menempatkan bola di fairway. Green-nya juga memiliki banyak kemiringan," ujarnya.
Pegolf Indonesia Berjaya di Sejumlah Divisi
Selain Eugene, Atlet Indonesia juga meraih hasil positif di beberapa kelompok usia.
Di Divisi A Boys, Asyrafa Danish Suryanto mengumpulkan skor enam di bawah par atau 210 pukulan. Ia menempati posisi kedua setelah kalah melalui mekanisme countback dari pegolf Vietnam, Nguyen Trong Hoang, yang mencatatkan skor sama.
Sementara itu, Divisi B Boys menjadi salah satu kategori yang sepenuhnya dikuasai atlet Indonesia. Francesco J. Noah Hartono menjadi juara dengan total 218 pukulan, disusul Fadhlan Azzam Atmajah dengan 219 pukulan dan Jeremiah Alessandro dengan 220 pukulan.
Hasil positif juga datang dari Divisi A Girls. Abigail Rhea Soeryo Wiharko mengamankan posisi pertama dengan total 222 pukulan atau enam di atas par. Ia unggul atas wakil Singapura, Passion Hsu, yang membukukan 229 pukulan.
Di kelompok usia lainnya, pegolf Indonesia juga berhasil meraih sejumlah podium. Capaian tersebut menunjukkan luasnya kontribusi atlet muda nasional dalam kejuaraan yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.
Ajang Penting untuk Regenerasi Pegolf Nasional
The 5th Menpora-PAGI International Junior Golf Championship 2026 menjadi salah satu kesempatan bagi pegolf junior untuk menguji kemampuan dalam persaingan internasional.
Turnamen yang berlangsung di Emeralda Golf Club itu menghadirkan kompetisi antarpemain dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Taiwan, Tiongkok, Korea Selatan, India, Australia, dan Rusia.
Persaingan lintas negara memberikan pengalaman penting bagi para atlet muda untuk mengembangkan teknik, mental bertanding, dan konsistensi permainan.
Prestasi Eugene Tanyongjaya serta keberhasilan atlet Indonesia di berbagai divisi menjadi modal positif bagi perkembangan golf junior nasional. Namun, pembinaan berkelanjutan, peningkatan kondisi fisik, dan kesempatan mengikuti turnamen berkualitas tetap diperlukan agar para pegolf muda mampu berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!