ID EN

Fajar/Fikri Juara Denmark Open 2026, Bidik Prestasi Lebih Tinggi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:00

Penulis: Respaty Gilang

Fajar/Fikri
Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi juara Denmark Open 2026.. Foto: pbs

Ganda Putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, bertekad menjadikan keberhasilan menjuarai Denmark Open 2026 sebagai dorongan untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Gelar tersebut diharapkan mampu mendongkrak motivasi sekaligus kepercayaan diri mereka dalam menghadapi turnamen berikutnya.

"Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi," kata Fajar dalam keterangan resmi PBSI seusai menjuarai Denmark Open di Odense, Denmark, Minggu, 18 Oktober 2026.

Fajar/Fikri memastikan gelar juara setelah tampil dominan menghadapi pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai final di SJF Arena. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-8 dan 21-11 dalam pertandingan berdurasi 31 menit.

Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Fajar/Fikri, terutama setelah mereka belum berhasil merebut gelar pada final Denmark Open edisi sebelumnya. Kali ini, pasangan Indonesia mampu menuntaskan pertandingan dengan kemenangan meyakinkan.

Fajar berharap keberhasilan di turnamen level internasional tersebut menjadi langkah awal untuk mengumpulkan lebih banyak gelar. Ia juga menaruh harapan terhadap perkembangan Bulu Tangkis Indonesia agar terus menunjukkan hasil positif di berbagai kelompok usia.

"Prestasi Bulutangkis Indonesia beberapa bulan terakhir sedang cukup baik, semoga terus berprestasi, terus berkembang meraih titel-titel lainnya. Tidak hanya di senior tapi juga di junior," ujar Fajar.

Di sisi lain, Fikri menilai konsistensi dan pola pikir menjadi aspek penting yang harus dijaga setelah meraih gelar juara. Ia tidak ingin pencapaian di Denmark membuat dirinya dan Fajar terlena, sehingga keduanya tetap berupaya meningkatkan kualitas permainan.

"Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga," kata Fikri.

Fikri juga merasakan perkembangan dalam permainannya sejak berpasangan dengan Fajar. Pengalaman menghadapi pertandingan bertekanan tinggi membantunya menjadi lebih matang, terutama dalam menjaga fokus ketika menghadapi lawan tangguh.

"Saya mencoba untuk sudah nggak usah banyak terlalu mikir apa-apa, yang penting banyak usaha, ikhtiar dan doa," ujar Fikri.

Menurut Fikri, kegagalan di final Denmark Open tahun lalu serta hasil yang belum sesuai harapan di Asian Games menjadi pengalaman berharga. Ia berharap berbagai pengalaman tersebut dapat membantu mereka menghadapi tantangan berikutnya dengan persiapan yang lebih baik.

Perjalanan Fajar/Fikri menuju podium tertinggi Denmark Open 2026 juga diwarnai pertandingan ketat. Pada babak semifinal, Sabtu, 17 Oktober 2026, mereka harus bekerja keras sebelum menundukkan wakil China, Liang Wei Keng/Wang Chang, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, 21-16.

Sehari sebelumnya, Fajar/Fikri lebih dahulu mengamankan tempat di semifinal setelah mengalahkan pasangan Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, dengan skor 21-17 dan 21-16 pada babak Perempat Final, Jumat (16/10).

Saat menghadapi Aaron/Soh di partai puncak, Fajar/Fikri langsung mengambil inisiatif serangan sejak gim pertama. Permainan agresif dan tekanan yang konsisten membuat pasangan Malaysia kesulitan mengembangkan strategi, sekaligus membuka jalan bagi wakil Indonesia untuk mengunci kemenangan dalam dua gim langsung.

Gelar Denmark Open 2026 kini menjadi bekal penting bagi Fajar/Fikri untuk menjaga momentum positif. Keduanya diharapkan mampu mempertahankan performa, meningkatkan konsistensi, dan kembali bersaing memperebutkan gelar juara di turnamen-turnamen mendatang.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!