Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menghadapi pekerjaan rumah dalam memperkuat lini depan Skuad Garuda. Kebutuhan penyerang tengah atau nomor 9 murni menjadi perhatian, tetapi solusi yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek. Kedalaman skuad dan regenerasi menuju Piala Dunia 2030 juga menjadi bagian penting dari perencanaan tim.
Hal ini dibahas dalam podcast ITSMe bersama Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan dan Firzie Idris, dipandu Raisha dan Gilang Respaty di Sentul, Bogor. Keduanya mengulas perkembangan Timnas Indonesia, termasuk hasil komunikasi dengan Herdman mengenai kebutuhan pemain dan strategi membangun skuad yang lebih kompetitif.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Herdman adalah terbatasnya pilihan penyerang tengah. Timnas membutuhkan pemain yang mampu menjadi tumpuan di lini depan sekaligus alternatif ketika penyerang utama mengalami cedera atau tidak bisa tampil.
BACA JUGA
Piala Asia 2027 Jadi Ujian Timnas Indonesia Asuhan John Herdman Setelah Juara FIFA ASEAN Cup
John Herdman: Piala Asia 2027 Adalah Jembatan Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
John Herdman Bidik Pemain Tambahan, Siapa Tergeser dari Timnas Indonesia?
Striker Nomor 9 Masih Dibutuhkan
Produktivitas Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 menunjukkan bahwa ancaman gol tidak hanya datang dari satu pemain. Sebanyak sembilan pemain berbeda tercatat menyumbangkan gol sepanjang turnamen.
Meski demikian, John Herdman tetap membutuhkan striker nomor 9 murni untuk menambah pilihan di lini depan dan menjaga ketajaman tim ketika penyerang utama absen atau kesulitan menembus pertahanan lawan.
Nama Dean Zandbergen sempat mencuat sebagai kandidat Pemain Naturalisasi. Akan tetapi, pemberitaan pada 20 Oktober 2026 mengungkapkan adanya kendala persyaratan FIFA karena garis keturunan Indonesianya berada pada tingkat buyut. Situasi ini membuat peluangnya memperkuat Indonesia melalui jalur tersebut menghadapi hambatan serius.
Diaspora dan Pemain Liga Lokal Dipantau
Pencarian pemain tidak hanya diarahkan ke Eropa. Dalam diskusi podcast ITSMe, Adrian Wibowo dan Matthew Baker turut disebut ketika membahas potensi pemain diaspora, termasuk yang berada di Amerika Utara.
Herdman juga disebut membuka ruang untuk memantau pemain yang telah lama berkarier di Liga Indonesia. Nama Taisei Marukawa menjadi salah satu pembahasan seiring proses naturalisasinya.
Meski demikian, proses menjadi warga negara Indonesia tidak otomatis membuat seorang pemain memenuhi syarat membela Timnas. Persyaratan FIFA dan kebutuhan teknis tim tetap menjadi pertimbangan utama sebelum seorang pemain dapat diproyeksikan masuk skuad.
Pendekatan tersebut memperluas pilihan yang tersedia bagi tim pelatih. Namun, pemain yang masuk radar pemantauan belum tentu akan dipanggil atau dipastikan menjadi bagian dari Skuad Garuda.
Regenerasi Menuju Piala Dunia 2030
Selain memperkuat tim saat ini, Herdman perlu menyiapkan generasi penerus. Dalam pembahasan podcast, staf pelatih bersama Coach Nova disebut memantau talenta kelompok umur U-20 dan U-23 untuk mencari pemain yang berpotensi dipromosikan ke tim senior.
Matthew Baker menjadi contoh pemain muda yang telah memperoleh kesempatan di level senior. Namun, akselerasi pemain muda membutuhkan perhitungan matang karena persaingan internasional menuntut konsistensi, kematangan taktik, dan kesiapan menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.
Regenerasi tidak bisa menunggu sampai pemain senior melewati masa puncak performanya. Pengembangan pemain muda perlu berjalan bersamaan dengan target meraih hasil dalam waktu dekat.
Piala Asia 2027 Menanti
Agenda berikutnya adalah Piala Asia 2027 di Arab Saudi, yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 berdasarkan jadwal resmi AFC.
Dalam podcast ITSMe, situasi keamanan Timur Tengah turut dibahas karena berpotensi memengaruhi agenda pertandingan. Namun, kemungkinan perubahan jadwal atau lokasi belum dapat dianggap sebagai keputusan resmi tanpa pengumuman AFC.
Bagi Herdman, tantangannya bukan sekadar menemukan penyerang yang mampu mencetak gol. Ia juga harus membangun kedalaman skuad, memperluas pemantauan talenta, dan memastikan regenerasi berjalan berkelanjutan. Kombinasi ketiga aspek tersebut akan menentukan kesiapan Timnas Indonesia menghadapi persaingan Asia sekaligus membangun fondasi menuju Piala Dunia 2030.










