ID EN

Indonesia Golf Festival 2026: GOLF Perluas Sport Tourism lewat Agrowisata dan Luxury Living

Jumat, 23 Oktober 2026 | 21:10

Penulis: Rojes Saragih

Komisaris Utama GOLF Darma Mangkuluhur Hutomo dan Dirut Dwi Febri Astuti tunjukkan hasil panen agrowisata New Kuta Golf
Komisaris Utama GOLF Darma Mangkuluhur Hutomo dan Dirut Dwi Febri Astuti tunjukkan hasil panen agrowisata New Kuta Golf di IGF 2026. Foto: ITSMe

Tangerang - Masa depan wisata golf tidak hanya ditentukan oleh kualitas lapangan, tetapi juga oleh pengalaman yang ditawarkan di luar permainan. Perpaduan olahraga, alam, dan fasilitas rekreasi menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas daya tarik destinasi golf.

Konsep itu mendapat ruang dalam Indonesia Golf Festival (IGF) 2026, yang berlangsung pada 23–25 Oktober di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Festival ini menjadi momentum bagi Industri Golf untuk memperkenalkan berbagai pendekatan dalam mengembangkan olahraga tersebut sebagai bagian dari pariwisata.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan konsep itu adalah PT Intra Golflink Resorts Tbk (IDX: GOLF). Melalui new kuta golf di Pecatu, Bali, perusahaan memperluas fungsi kawasan golf dengan menghadirkan hunian premium, fasilitas komersial, dan rekreasi berbasis alam.

Dalam IGF 2026, GOLF memperkenalkan konsep Golf Tourism yang memadukan luxury living, wellness, alam, dan keberlanjutan. Salah satu inisiatif yang ditampilkan adalah agrowisata new kuta golf, termasuk hasil panen melon dan tomat dari kawasan tersebut.

Kehadiran hasil panen itu memperlihatkan bagaimana aktivitas di luar lapangan dapat menjadi bagian dari pengembangan destinasi golf. Budidaya tanaman, rekreasi alam, dan edukasi lingkungan dirancang untuk melengkapi pengalaman pengunjung.

Booth GOLF di Indonesia Golf Festival (IGF) 2026 menampilkan fasilitas golf, hunian, dan gaya hidup terintegrasi
Booth Golf di Indonesia Golf Festival (IGF) 2026 menampilkan fasilitas golf, hunian, dan gaya hidup terintegrasi
Sumber: ITSMe

Agrowisata Perluas Pengalaman Golf


Pengembangan agrowisata new kuta golf dimulai melalui pembangunan greenhouse dengan sistem pengaturan suhu, kelembapan, dan penyiraman otomatis. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung budidaya tanaman dalam lingkungan yang lebih terkontrol.

Ke depan, perusahaan merencanakan pengembangan fasilitas ini di area sekitar 1,3 hektare dengan target total empat greenhouse, termasuk smart greenhouse yang mengadopsi teknologi rekayasa iklim.

Bagi pengembangan Sport Tourism, pendekatan tersebut membuka peluang untuk menghadirkan aktivitas yang lebih beragam di luar permainan golf. Pengunjung berpotensi menikmati rekreasi berbasis alam sekaligus mengenal kegiatan budidaya tanaman dalam satu kawasan.

GOLF berharap inisiatif ini dapat memperluas aktivitas pengunjung dan mendorong durasi kunjungan yang lebih panjang. Meski demikian, keberhasilan konsep tersebut akan bergantung pada bagaimana fasilitas dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang menarik dan bernilai bagi pengunjung.

Suasana pengunjung saat melihat berbagai perlengkapan golf di IGF 2026
Suasana pengunjung saat melihat berbagai perlengkapan golf di IGF 2026
Sumber: ITSMe

Bali dan Potensi Wisata Golf


Bali menjadi kawasan strategis bagi pengembangan Bisnis Golf. Dalam siaran persnya, perusahaan mencatat New Kuta Golf sebagai kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan.

Pada semester I 2026, New Kuta Golf membukukan pendapatan Rp78,62 miliar, meningkat 56,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut setara dengan 84,9 persen dari total pendapatan GOLF sebesar Rp92,63 miliar.

Potensi pengembangan kawasan juga berkaitan dengan dinamika pariwisata dan properti premium Bali. Berdasarkan data BPS yang dikutip perusahaan, kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali mencapai 685.994 pada Agustus 2026, naik 0,5 persen secara tahunan.

Sementara itu, riset REID mencatat sekitar 4.220 transaksi vila di Bali dalam 12 bulan hingga semester I 2026. Median harga jual meningkat 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp5,27 miliar.

Perkembangan tersebut menjadi konteks bagi pengembangan New Kuta Golf bersama The Links Golf Villa. Integrasi Lapangan Golf dan hunian premium berpotensi memperluas pasar pengunjung sekaligus membuka peluang monetisasi aset dalam jangka panjang.

Hasil panen melon dari greenhouse agrowisata New Kuta Golf di Pecatu, Bali
Hasil panen melon dari greenhouse agrowisata New Kuta Golf di Pecatu, Bali
Sumber: ITSMe

Hunian, Retail, dan Event Lengkapi Kawasan


Pengembangan New Kuta Golf juga mencakup hunian dan fasilitas komersial. GOLF melanjutkan proses serah terima The Links Golf Villa Cluster 1 sebagai bagian dari pengembangan bisnis real estatnya.

Pada Oktober 2026, perusahaan menggelar soft opening LIVORA, supermarket dan lifestyle retail yang berada di Tebing Commercial Building. Gedung komersial tersebut memiliki luas sekitar 1.400 meter persegi, sedangkan LIVORA menempati area sekitar 250 meter persegi.

LIVORA menyediakan kebutuhan harian, produk segar, dan fasilitas gourmet. Kehadirannya melengkapi layanan bagi penghuni dan pengunjung sekaligus membuka peluang pendapatan berulang dari aktivitas retail.

GOLF juga melanjutkan pengembangan event venue di area hole 17 New Kuta Golf. Dengan memanfaatkan panorama lapangan golf, tebing Pecatu, dan lanskap alam Bali, fasilitas ini dirancang untuk mengakomodasi penyelenggaraan acara dan aktivitas rekreasi.

Rangkaian fasilitas tersebut memperlihatkan arah pengembangan New Kuta Golf sebagai kawasan yang menghubungkan olahraga dengan hunian, layanan komersial, dan pengalaman wisata.

Komisaris Utama GOLF Darma Mangkuluhur Hutomo hadir dalam Indonesia Golf Festival (IGF) 2026
Komisaris Utama GOLF Darma Mangkuluhur Hutomo hadir dalam Indonesia Golf Festival (IGF) 2026
Sumber: ITSMe

Tantangan Membangun Destinasi Sport Tourism


Kelengkapan fasilitas merupakan salah satu modal untuk mengembangkan Destinasi Wisata olahraga. Namun, daya tarik jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, melainkan juga oleh kualitas layanan dan pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.

Melalui partisipasinya dalam IGF 2026, GOLF memperkenalkan pendekatan yang menempatkan golf sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang lebih luas. Agrowisata menjadi salah satu pembeda yang dikembangkan untuk melengkapi aktivitas olahraga dengan rekreasi dan edukasi lingkungan.

Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan berbagai fasilitas tersebut menjadi pengalaman yang benar-benar menarik bagi wisatawan, termasuk mereka yang bukan pemain golf.

Jika dikembangkan secara konsisten, New Kuta Golf berpeluang memperkuat posisinya sebagai destinasi yang menghubungkan olahraga, alam, dan gaya hidup. Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana golf dapat mengambil peran lebih luas dalam perkembangan sport tourism di Bali.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!