ID EN

Indonesia Golf Festival 2026, GOLF Perluas Peluang Golf Tourism Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:47

Penulis: Rojes Saragih

Tangerang – Indonesia Golf Festival (IGF) 2026 menjadi momentum bagi Industri Golf untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat potensi Sport Tourism di Indonesia. Digelar pada 23–25 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, festival ini mempertemukan pelaku industri, komunitas golf, dan masyarakat umum dalam satu ajang.

Diselenggarakan oleh Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) bersama PT Satu Tujuan Event (SATUE), IGF 2026 menargetkan 30 ribu pengunjung, lebih dari 120 peserta pameran, sekitar 150 merek, serta nilai transaksi Rp20 miliar. Festival ini menempati area pameran seluas 10.000 meter persegi. 

Salah satu peserta yang mengambil bagian dalam festival ini adalah PT Intra Golflink Resorts Tbk (IDX: GOLF). Perusahaan pengelola Lapangan Golf ini membawa konsep pengembangan Golf Tourism yang menghubungkan olahraga dengan akomodasi, rekreasi, dan pengalaman wisata.

Tim Indonesia Travel Sport hadir langsung di tengah penyelenggaraan festival bersama GOLF untuk melihat perkembangan industri golf sekaligus menjajaki peluang kolaborasi antara olahraga dan pariwisata.

Kehadiran ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana golf berkembang bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari Potensi Pariwisata Indonesia. Pertemuan antarpelaku industri dan komunitas membuka peluang untuk memperluas jaringan serta mendorong kolaborasi dalam pengembangan sport tourism.

Golf Bukan Sekadar Permainan


Indonesia Golf Festival 2026 tidak hanya menyasar pegolf profesional. Festival ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal golf melalui berbagai aktivitas interaktif.

Pengunjung dapat mencoba perlengkapan golf terbaru, menjajal golf simulator dan mini golf, hingga mengikuti coaching clinic untuk mempelajari teknik dasar. Peluncuran produk, diskusi industri, dan kegiatan komunitas turut melengkapi pengalaman pengunjung.

Ragam aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap golf. Olahraga yang selama ini kerap diasosiasikan dengan gaya hidup premium itu berpeluang menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas melalui pengalaman yang lebih interaktif.

Di luar aktivitas olahraga, IGF juga mempertemukan berbagai sektor pendukung, mulai dari pengelola lapangan, produsen perlengkapan, merek olahraga, penyedia teknologi, industri perhotelan, hingga layanan perjalanan dan pariwisata.

Dengan target transaksi Rp20 miliar, festival ini diharapkan membuka peluang bisnis baru, memperluas jaringan kemitraan, dan memperkuat ekosistem industri golf nasional.

GOLF Perkuat Konsep Golf Tourism


Pengembangan golf sebagai bagian dari pariwisata menjadi salah satu fokus PT Intra Golflink Resorts Tbk. Keseriusan tersebut turut ditunjukkan melalui partisipasi perseroan dalam IGF 2026, dengan dukungan Komisaris Utama GOLF, Darma Mangkuluhur Hutomo.

GOLF memiliki portofolio lapangan golf yang mencakup new kuta golf di Bali, Palm Hill Golf di Sentul, Bogor, serta Black Rocks Golf di Belitung. Perusahaan juga memiliki visi mengembangkan kawasan pariwisata dan properti yang terpadu serta inovatif. 

Melalui pendekatan golf tourism, GOLF menghubungkan aktivitas bermain golf dengan hunian premium, layanan hospitality, wellness, dan rekreasi berbasis alam.

Konsep ini memperluas pengalaman wisatawan, yang tidak lagi hanya datang untuk bermain golf, tetapi juga berpotensi menikmati fasilitas akomodasi, relaksasi, dan rekreasi dalam satu kawasan.

Bali, Sentul, dan Belitung memiliki karakter destinasi yang berbeda. Integrasi fasilitas golf dengan potensi lokal masing-masing daerah membuka peluang untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi Wisatawan Domestik maupun mancanegara.

Peluang Sport Tourism Indonesia


Antusiasme pengunjung dan keterlibatan pelaku industri menjadi bagian penting dalam pengembangan Ekosistem Golf Nasional. Namun, potensi sport tourism tidak hanya ditentukan oleh kualitas lapangan, melainkan juga oleh kemampuan menghubungkan olahraga dengan fasilitas pendukung dan daya tarik destinasi.

Melalui IGF 2026, kolaborasi antara pengelola lapangan golf, komunitas, pelaku bisnis, dan sektor pariwisata diharapkan semakin terbuka.

Bagi GOLF, pendekatan terintegrasi tersebut menjadi peluang untuk memperluas pengalaman pengunjung sekaligus mengembangkan bisnis yang berkaitan dengan olahraga dan pariwisata.

Pada akhirnya, Indonesia Golf Festival 2026 bukan sekadar ruang untuk memperkenalkan produk dan Teknologi Golf. Festival ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan peluang bisnis, memperluas akses masyarakat terhadap olahraga, serta mendorong golf tourism sebagai salah satu potensi Sport Tourism Indonesia.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, golf berpeluang menjadi lebih dari sekadar olahraga, yakni bagian dari pengalaman wisata yang mampu memperkuat daya tarik Destinasi Indonesia di pasar domestik maupun internasional.