IndonesiaTravelSport.com - Super League 2026/2027 segera dimulai. Tiga klub dengan sejarah dan basis suporter besar—Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya—datang dengan cerita berbeda.
Persija sedang membangun era baru bersama Shin Tae-yong. Persib berusaha mempertahankan dominasi sebagai juara bertahan sambil menghadapi padatnya kompetisi. Sementara Persebaya membawa momentum setelah menjuarai Piala Presiden 2026.
Tiga modal berbeda itu membuat persaingan musim baru menarik untuk diikuti. Siapa yang paling siap mengubah modal pramusim menjadi prestasi?
BACA JUGA
Eduardo Perez Ungkap Alasan Persebaya Kalah dari Persija di GBT
Shin Tae-yong Mulai Temukan Formula Persija Jakarta, Bisa Jadi Juara?
Persebaya Surabaya Fokus Pemulihan Kondisi Fisik Jelang Super League 2026/2027
Persija: Membangun Era Baru Bersama Shin Tae-yong
Persija memasuki musim 2026/2027 dengan proyek baru. Kehadiran Shin Tae-yong membuat Macan Kemayoran memiliki standar dan pendekatan permainan yang berbeda.
Pemusatan latihan di Thailand menjadi bagian penting dari persiapan. Persija menjalani program fisik dan taktikal sekaligus memainkan dua pertandingan uji coba.
Hasilnya positif. Persija menang 2-1 atas Police Tero dan kembali mengalahkan Chiangrai United dengan skor yang sama.
Namun, Shin Tae-yong tidak menjadikan kemenangan sebagai ukuran utama. Fokusnya adalah bagaimana pemain memahami sistem, meningkatkan kondisi fisik, dan membangun chemistry. Shin menilai perkembangan tim sudah berada di kisaran 70–80 persen.
Persija juga mendapat tambahan kekuatan di lini depan melalui Alexander Jeremejeff. Penyerang Swedia berusia 32 tahun tersebut diharapkan menjawab kebutuhan terhadap sosok striker tengah yang tajam.
Dengan persiapan yang semakin matang, Persija kini tinggal membuktikan apakah proyek Shin Tae-yong dapat berkembang cepat menjadi kekuatan yang mampu bersaing di papan atas.
Modal Persija adalah pelatih baru, proses pembangunan yang terarah, dan skuad yang semakin lengkap. Tantangannya adalah mengubah proses tersebut menjadi konsistensi.
Persib: Mempertahankan Status Juara
Berbeda dengan Persija, Persib tidak sedang membangun dari awal. Maung Bandung datang sebagai juara bertahan Super League.
Tetapi status tersebut justru membawa tekanan lebih besar. Persib tidak hanya harus mempertahankan gelar domestik, tetapi juga menghadapi Piala Indonesia, ACL 2, dan Shopee Cup.
Jadwal yang padat akan menguji kedalaman skuad. Rotasi, kebugaran, dan kemampuan menjaga performa dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya menjadi faktor penting.
Persiapan Persib dilakukan melalui pemusatan latihan di Bali. Mereka juga menjalani pertandingan uji coba dalam rangkaian Dewata Challenge, termasuk menghadapi Sabah FC dan Bali United.
Di Shopee Cup, Persib akan menghadapi sejumlah klub kuat Asia Tenggara seperti Johor Darul Ta'zim, Port FC, Lion City Sailors, dan Cong An Ha Noi. Kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi Persib untuk mengukur kesiapan sebelum menghadapi tantangan level Asia.
Karena itu, persoalan Persib bukan lagi apakah mereka memiliki kualitas untuk menjadi juara.
Pertanyaannya: mampukah Persib mempertahankan dominasi ketika harus membagi energi di empat kompetisi?
Persebaya: Momentum untuk Bangkit
Persebaya datang dengan modal yang berbeda. Green Force adalah salah satu klub paling bersejarah di Indonesia, dengan identitas dan basis suporter yang kuat.
Kini mereka memiliki tambahan modal berupa kepercayaan diri setelah menjuarai Piala Presiden 2026.
Persebaya mengalahkan Persib melalui adu penalti 6-5 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit di final. Keberhasilan tersebut menjadi pijakan positif sebelum memasuki kompetisi resmi.
Bernardo Tavares kemudian membawa tim melanjutkan persiapan melalui pemusatan latihan selama sembilan hari di Thailand. Program latihan disesuaikan karena Persebaya juga memiliki agenda pertandingan selama berada di Thailand.
Pelatih fisik Diogo Carvalho menilai respons pemain terhadap program latihan sangat positif. Kemampuan bermain hingga 120 menit pada final Piala Presiden juga menjadi indikator kapasitas fisik skuad.
Namun, keberhasilan di turnamen belum menjamin keberhasilan di liga.
Persebaya harus membuktikan bahwa momentum tersebut bisa dipertahankan selama satu musim penuh.
Modal Persebaya adalah kepercayaan diri dan momentum juara. Tantangannya adalah mengubah momentum tersebut menjadi konsistensi dan kembali menjadi penantang serius di papan atas.
Tiga Klub, Satu Pertanyaan
Persija, Persib, dan Persebaya memiliki titik berangkat yang berbeda. Persija membangun era baru bersama Shin Tae-yong. Persib berusaha mempertahankan dominasi sambil menghadapi empat kompetisi. Persebaya mencoba mengubah momentum Piala Presiden menjadi kebangkitan yang lebih berkelanjutan.
Perbedaan inilah yang menjadi topik pembahasan podcast ITSMe bersama pengamat sepak bola Erwin Fitriansyah dan Firzie Idris. Podcast yang berlangsung di studio Sentul tersebut dipandu Gilang Respaty dan Pudila.
Pada akhirnya, ketiganya menghadapi ujian masing-masing.
Persija harus membangun. Persib harus mempertahankan. Persebaya harus membuktikan kebangkitan.
Dan ketika Super League 2026/2027 benar-benar dimulai, pertanyaan besarnya pun sederhana:
Musim ini akan jadi milik siapa?










