ID EN

Wisata Selam Pulau Maratua Dipromosikan ke Dive Center Malaysia dan Singapura

Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:52

Penulis: Arif S

Famtrip Marine Maratua 2026
Kemenpar menggelar Famtrip Marine Maratua 2026 untuk memperkenalkan potensi wisata bahari Pulau Maratua. . Foto: Kemenpar

Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tengah didorong agar semakin dikenal sebagai destinasi wisata bahari dan selam unggulan Indonesia. Kementerian Pariwisata memperkenalkan potensi pulau itu kepada pengelola pusat penyelaman (dive center) dari Malaysia dan Singapura.

Promosi dilakukan melalui kegiatan Famtrip Marine Maratua 2026 pada 10-15 Agustus 2026. Program ini sekaligus menjadi upaya memperluas jejaring bisnis pariwisata dengan pelaku industri dari dua negara yang dinilai strategis bagi Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai Maratua, tetapi juga merasakan pengalaman wisata secara langsung.

"Melalui kegiatan famtrip ini, para (perwakilan) dive center dapat melihat dan merasakan secara langsung berbagai pengalaman wisata yang ditawarkan di Maratua, mulai dari potensi menyelam, akomodasi, hingga pengalaman wisata lainnya," ujar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta.

Melalui pengalaman itu, para dive center diharapkan memiliki referensi untuk memasukkan Pulau Maratua ke dalam paket perjalanan yang ditawarkan kepada wisatawan dari Malaysia dan Singapura.

Menyelami Sembilan Titik Bawah Laut Maratua

Selama enam hari, peserta famtrip diajak menjelajahi berbagai produk wisata di Maratua. Wisata selam menjadi salah satu fokus utama.

Para peserta menjalani aktivitas menyelam selama tiga hari di sembilan titik penyelaman. Pengalaman itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat langsung kondisi bawah laut sekaligus mengevaluasi layanan penyelaman, akomodasi, serta kesiapan destinasi dalam menerima wisatawan mancanegara.

Dengan cara itu, promosi Maratua tidak hanya mengandalkan materi pemasaran. Pelaku industri pariwisata dari negara pasar potensial dapat melihat sendiri kualitas pengalaman yang nantinya akan mereka tawarkan kepada wisatawan.

Tak Hanya Mengandalkan Wisata Selam

Meski wisata bahari menjadi daya tarik utama, peserta diajak mengunjungi Goa Gumantung dan  menikmati panorama matahari terbenam di Teluk Harapan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kampung Dayak Tumbit. Peserta diperkenalkan dengan kekayaan budaya sekaligus berbagai produk lokal masyarakat.

Rangkaian aktivitas itu menjadi bagian penting dalam membangun citra Maratua sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman lengkap. 

Wisatawan tidak hanya datang untuk menyelam, tetapi juga dapat menikmati alam, budaya, kuliner, serta berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Keragaman tersebut diharapkan membuat produk wisata Maratua semakin mudah dikemas dan dipasarkan kepada wisatawan mancanegara.

Malaysia dan Singapura Jadi Pasar Strategis

Perluasan promosi ke Malaysia dan Singapura karena kedua negara itu merupakan pasar penting bagi pariwisata Indonesia, baik dari sisi jumlah kunjungan maupun peluang pengembangan wisata minat khusus.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Juni 2026 terdapat 1.361.772 kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Indonesia. Sementara kunjungan wisatawan asal Singapura mencapai 739.721.

"Malaysia dan Singapura merupakan pasar yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi, juga dari peluang pengembangan berbagai segmen wisata. Salah satunya adalah wisata minat khusus seperti menyelam," ujar Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia.

Pengembangan Maratua sebagai destinasi wisata selam berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi di sekitar destinasi.

Wisatawan membutuhkan akomodasi, pemandu, transportasi, makanan dan minuman, hingga berbagai perlengkapan serta layanan pendukung aktivitas wisata.

Artinya, semakin kuat pasar wisata selam Maratua, semakin banyak pula pelaku usaha lokal yang berpotensi menikmati manfaat ekonomi.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!