ID EN

Karhutla Meluas ke Bukit Teletubbies, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Minggu, 13 September 2026 | 14:00

Penulis: Respaty Gilang

Kobaran api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Kobaran api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu 9 Agustus 2026. . Foto: Antara Foto/Irfan Sumanjaya

Gunung Bromo kembali menghadapi situasi serius akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bukan lagi sekadar pembatasan di salah satu jalur, seluruh aktivitas wisata Gunung Bromo kini ditutup sementara demi keselamatan pengunjung dan mendukung proses pemadaman.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menetapkan penutupan total mulai Sabtu, 12 September 2026. Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo dan berlangsung sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Keputusan itu tertuang dalam Pengumuman Nomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 yang diterbitkan Balai Besar TNBTS pada 12 September 2026.

Bagi traveler yang sudah menjadwalkan perjalanan ke Bromo, informasi ini penting karena penutupan bukan hanya berlaku pada satu akses. Sebelumnya, jalur Jemplang dari arah Kabupaten Malang memang telah ditutup setelah kebakaran di Blok Pengol merembet menuju kawasan Lembah Watangan atau yang lebih populer dengan nama Bukit Teletubbies.

Kini, cakupan penutupan diperluas menjadi seluruh kawasan wisata Gunung Bromo.

Mengapa Bromo Ditutup Total?

Musim kemarau membuat vegetasi di kawasan TNBTS berada dalam kondisi sangat kering. Rumput dan tanaman yang mengering kemudian menjadi bahan bakar yang membuat api lebih mudah menjalar.

Situasi semakin sulit ketika angin bertiup kencang. Api yang awalnya berada di kawasan Blok Pengol dilaporkan bergerak menuju Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies dan kemudian meluas hingga kawasan Jemplang di wilayah Kabupaten Malang.

Sedikitnya 10 titik api sebelumnya terpantau di kawasan tersebut. Tim gabungan pun terus melakukan penanganan dari darat maupun udara.

Bagi pengunjung, persoalannya bukan hanya keberadaan api. Asap yang semakin tebal juga dapat mengganggu jarak pandang dan mobilitas, sehingga meningkatkan risiko bagi wisatawan yang berada di kawasan tersebut.

Bukit Teletubbies Ikut Terdampak

Buat traveler yang pernah berkunjung ke Bromo, nama Bukit Teletubbies tentu sudah tidak asing.

Kawasan yang juga dikenal sebagai Lembah Watangan tersebut merupakan salah satu bentang alam yang menjadi daya tarik wisata Bromo. Namun kali ini area di sekitarnya ikut berada dalam jalur penyebaran kebakaran.

Api yang berasal dari area Blok Pengol bergerak mengikuti kondisi medan dan tiupan angin. Laporan di lapangan menyebut kobaran kemudian menjalar menuju area perbukitan dan mengarah ke Jemplang.

Kondisi medan juga menjadi tantangan bagi petugas. Sejumlah titik api berada di area yang sulit dijangkau dari jalur darat. Karena itu, pemadaman dilakukan menggunakan kombinasi metode, termasuk penyemprotan air, pemadaman manual, hingga water bombing dari udara.

Angin Membuat Pemadaman Semakin Sulit

Salah satu faktor yang membuat kebakaran cepat berkembang adalah angin.

Ketika angin bertiup kencang, api dapat bergerak lebih cepat sekaligus menyebarkan bara ke area vegetasi kering lainnya. Kondisi tersebut membuat petugas harus memperhitungkan arah pergerakan api sebelum melakukan pemadaman.

Dalam proses penanganan sebelumnya, helikopter water bombing juga telah dikerahkan untuk menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat. Hingga 11 September, pemadaman dari udara dilaporkan telah dilakukan berkali-kali.

Bagaimana Nasib Traveler yang Sudah Beli Tiket Bromo?

Ini menjadi pertanyaan penting bagi wisatawan yang sudah menyusun itinerary.

Balai Besar TNBTS memberikan opsi reschedule atau refund bagi wisatawan yang telah membeli tiket masuk Gunung Bromo melalui situs resmi TNBTS untuk periode penutupan.

Namun, mekanisme pengajuan pengaturan ulang jadwal maupun pengembalian dana akan diinformasikan lebih lanjut oleh pihak TNBTS.

Artinya, traveler sebaiknya tidak datang langsung ke kawasan Bromo dengan asumsi masih ada akses alternatif. Untuk sementara, akses ke lokasi kebakaran hanya diperuntukkan bagi petugas, mitra, serta relawan yang terlibat dalam proses penanganan.

Apakah Semua Kawasan TNBTS Ditutup?

Tidak seluruh aktivitas wisata di kawasan TNBTS dihentikan.

Balai Besar TNBTS menyampaikan bahwa kunjungan wisata ke Ranu Regulo masih dapat dilakukan dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Namun, traveler tetap perlu memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat karena situasi kawasan dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran dan hasil evaluasi keselamatan.

Jangan Mendekati Lokasi Kebakaran untuk Berfoto
Bagi traveler, kebakaran di kawasan wisata memang bisa menjadi peristiwa yang menarik untuk didokumentasikan. Namun dalam kondisi seperti sekarang, mendekati titik api demi mendapatkan foto atau video justru berisiko.

Asap dapat mengurangi jarak pandang, arah angin dapat berubah, sementara api bisa bergerak cepat melalui vegetasi kering.

TNBTS juga meminta masyarakat dan wisatawan tidak mendekati lokasi kebakaran. Area tersebut untuk sementara hanya dapat diakses pihak yang memiliki tugas dalam penanganan kebakaran.

Jadi, kalau kamu sudah berada di sekitar Bromo, pilihan paling aman adalah mengikuti arahan petugas dan tidak mencoba menerobos pembatas.

Kapan Bromo Dibuka Lagi?

Belum ada tanggal pasti mengenai pembukaan kembali wisata Gunung Bromo.

Penutupan akan berlangsung hingga ada pemberitahuan berikutnya dengan mempertimbangkan beberapa faktor, mulai dari perkembangan kebakaran, efektivitas proses pemadaman, hingga kondisi keamanan kawasan.

Karena itu, traveler yang memiliki rencana ke Bromo dalam waktu dekat sebaiknya menjadikan kanal informasi resmi TNBTS sebagai rujukan utama sebelum berangkat.

Jangan hanya mengandalkan informasi dari unggahan media sosial atau agen perjalanan karena status akses dapat berubah sewaktu-waktu.

Tips Traveler yang Sudah Merencanakan Liburan ke Bromo

Jika Bromo sudah masuk itinerary, tidak perlu langsung panik. Yang penting adalah menyesuaikan rencana perjalanan.

Pertama, cek status kawasan sebelum berangkat. Jangan berangkat hanya karena sudah memiliki tiket atau hotel.

Kedua, hubungi penyedia akomodasi dan transportasi. Jika penutupan berlangsung lebih lama, tanyakan kemungkinan perubahan tanggal atau kebijakan pembatalan.

Ketiga, jangan memaksakan masuk melalui jalur alternatif. Penutupan seluruh pintu masuk wisata dilakukan karena alasan keselamatan, bukan sekadar pembatasan administratif.

Keempat, pertimbangkan destinasi pengganti. Jika tujuan utama perjalanan adalah menikmati alam Jawa Timur, masih ada banyak pilihan destinasi lain yang dapat dimasukkan ke itinerary selama kondisi dan aksesnya aman.

Kelima, pantau informasi resmi TNBTS. Status pembukaan kembali akan bergantung pada kondisi aktual di lapangan.

Untuk saat ini, pesan terpenting bagi traveler cukup sederhana: Bromo bisa dikunjungi lagi ketika kondisinya sudah aman. Jangan mengambil risiko hanya demi mengejar satu itinerary.

Kawasan Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ekosistem alam yang membutuhkan waktu untuk pulih setelah terdampak kebakaran.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!